Belajar cara belajar

Ada dua dimensi dalam proses belajar. Pertama, apa yang Anda pelajari. Kedua, bagaimana proses atau cara Anda belajar. Dimensi yang kedua ini sangat menentukan. Anda perlu lebih memahami apa yang sebenarnya terjadi pada diri Anda ketika Anda belajar. Dengan begitu, Anda dapat meningkatkan pembelajaran Anda.

Bagaimana metode untuk mempelajari cara belajar?

Kenali gaya belajar Anda. Salah satu contoh proses belajar adalah apakah Anda harus mengawali belajar dengan mempelajari konsep lebih dulu, baru kemudian melakukan praktik. Atau sebaliknya, Anda mencoba melakukan lebih dulu, setelah itu dilanjutkan dengan mencoba memahami konsep.

Belajarlah terus-menerus. Informasi baru akan bertahan dalam otak Anda, bila Anda tidak berhenti memasukkan informasi ke dalam otak dan mempraktikannya. Sebagai contoh, jika Anda mempelajari bahasa baru, teruslah berlatih bahasa tersebut untuk mempertahankan pencapaian yang sudah Anda capai sebelumnya.

Belajar dengan lebih dari satu cara. Anda dapat menyerap informasi melalui membaca buku, mendengarkan podcast, dan menonton youtube. Jangan hanya mengandalkan pendengaran untuk menyerap informasi. Tapi coba juga cara menyerap yang lain, yaitu secara verbal dan visual. Dengan belajar lebih dari satu cara, Anda semakin memperkuat pengetahuan yang diserap oleh otak.

Bila semakin banyak wilayah otak Anda dapat memproses dan menyimpan data tentang suatu subjek, maka semakin banyak interkoneksi yang terjadi dalam otak.

Utilitas (utility)

Utilitas (utility) adalah fundamen awal sebelum sampai pada pengalaman pengguna (user experience).

Sebagai definisi sederhana, utilitas adalah seberapa praktis dan bermanfaatnya suatu objek, produk, atau jasa bagi penggunanya. Utilitas memperhatikan bagaimana suatu suatu objek, produk, atau jasa memberikan faedah atau kepuasan kepada orang yang mengonsumsinya.

Dalam perspektif desain, utilitas semata-mata berkaitan dengan faedah atau manfaat. Utilitas sebagai sebuah tindakan praktis kadang dianggap tidak memiliki kepedulian terhadap pengguna. Utilitas hanya punya tujuan menyelesaikan tugas yang diberikan.

Anda dapat memiliki desain yang indah, kompleks, atau elegan. Anda juga dapat memiliki produk yang dibuat dengan bahan atau material yang terbaik dan mahal. Namun, bila utilitas diabaikan maka pada akhirnya objek, produk, atau jasa yang Anda ciptakan dapat mengalami masalah serius kelak

Kelompok pendukung (support group)

Kelompok pendukung (support group) adalah orang-orang yang saling bertemu untuk berbagi informasi, pengalaman, perhatian terhadap suatu isu atau masalah, dan solusi.

Pada saat ini, kelompok pendukung (support group) juga hadir secara online. Mereka saling berinteraksi melalui email, ruang chat, atau forum.

Orang-orang dalam sebuah kelompok pendukung biasanya mengadakan pertemuan secara teratur untuk saling memberikan dukungan, dorongan, nasihat, dan saran.

Melalui kelompok pendukung semacam ini, seseorang yang memiliki masalah merasa lebih nyaman berbagi pengalaman dan mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka.

Dalam kelompok seperti ini, ada kesempatan untuk saling bicara dengan orang-orang yang pernah berada di dalam situasi yang sama. Orang-orang itu lebih mampu berempati dan memberi saran atau kiat yang berasal dari pengalaman langsung.

Bagi seorang yang mengalami masalah, teman dan keluarga masih tetap menjadi sumber dukungan yang penting, tetapi mereka kadang tak dapat sepenuhnya memahami apa yang dialami orang tersebut. Kelompok pendukung hadir untuk membantu pada sisi itu.

Kelompok pendukung (support group) menunjukkan seseorang tidak sendirian. Ada orang-orang yang saling memberi motivasi, memberi dukungan emosional dan sosial.

Membangun karakter

Anda harus memiliki karakter ketika Anda memutuskan menjadi seorang pencipta (maker), pekerja seni, atau pengusaha.

Karakter adalah apa yang membuat diri Anda serta karya/bisnis Anda berkesan, tidak dapat dilupakan, memiliki dampak, atau karisma. Aspek utama dari karakter adalah janji yang Anda buat kepada audiens atau klien Anda.

Bagaimana menilai suatu koleksi?

Koleksi adalah suatu yang memiliki nilai lebih di waktu sekarang bila dibandingkan dengan ketika pertama kali dibeli.

Berapa banyak ragam, macam, dan jenis koleksi? Tidak ada yang tahu persis. Jumlahnya mungkin jutaan.

Koleksi sering kali memiliki hubungan dengan hobi dan semua budaya di sekitar hobi tersebut.

Di satu sisi, objek yang dikoleksi tidak selalu dapat ditemui secara umum dan tidak selalu ada dalam jumlah yang banyak. Namun, di sisi lain, objek yang dikoleksi dapat juga berlaku untuk barang baru yang diproduksi secara massal dan sedang dijual pada periode waktu saat kini.

Apa yang membuat suatu objek atau benda menjadi koleksi yang bernilai?

- Siapa pembuatnya.
- Sejauh mana tingkat keasliannya.
- Berapa usianya.
- Apakah memiliki nilai sejarah tertentu.
- Seperti apa kondisinya. Ini termasuk materi pelengkapnya, seperti surat pembuatan, kemasan, dll.
- Apakah objek itu langka. Apa ia hanya satu-satunya? Apa jumlahnya terbatas?

Ada isu penting bila Anda berniat mengoleksi objek atau benda. Anda harus memiliki ruang atau tempat penyimpanan dan pemeliharaan. Nilai dari koleksi Anda sangat berkaitan dengan bagaimana Anda menyimpan dan merawatnya.

Data kualitatif

Data kualitatif adalah informasi yang tidak dapat dihitung, tidak dapat diukur, dan tidak mudah diungkapkan dengan menggunakan angka.

Data kualitatif mengungkapkan kualitas subjektif dan interpretatif dari suatu proses atau butir (item).

Data kualitatif merupakan jenis data yang dapat memberi gambaran mengenai sebuah informasi. Data kualitatif merupakan jenis data yang terkait dengan karakteristik dan kualitas, bukan sekadar tren dan statistik. Jenis data ini memungkinkan orang yang diambil datanya (responden) untuk sepenuhnya mengekspresikan diri.

Cerdas dalam pembuatan keputusan

Ada yang mengatakan kalau Anda cerdas dalam pembuatan keputusan maka Anda memiliki kunci menjalani kehidupan terbaik Anda.

Apa yang menjadikan seseorang cerdas dalam pembuatan keputusan?

Saya mungkin perlu mulai dari apa yang saya yakini merupakan ciri-ciri orang yang cerdas (termasuk cerdas dalam pembuatan keputusan), yaitu:

- Memiliki keingintahuan yang terus-menerus. Memiliki banyak pertanyaan. Selalu penasaran.

- Berpikiran terbuka. Mau melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Mempertimbangkan berbagai sudut pandang secara cermat sebelum merumuskan pendapat sendiri.

- Dapat membuat hubungan antara hal-hal yang tampak tak saling berhubungan. Mampu melihat atau mengenali adanya pola-pola dari fenomena atau peristiwa.

Tiga hal yang saya sebut di atas adalah semacam fondasi. Namun, itu belum sepenuhnya menjadikan Anda cerdas dalam pembuatan keputusan. Ada kebiasaan-kebiasaan yang perlu dilatih guna mendampingi keterampilan membuat keputusan.

Pertama, mampu membingkai permasalahan secara berbeda. Cara Anda memandang permasalahan dan cara Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait permasalahan berperan utama dalam tindakan Anda selanjutnya.

Kedua, menyediakan waktu untuk merenungkan pilihan tindakan yang telah dilakukan. Biasakanlah setiap hari meninjau pilihan tindakan yang sudah Anda buat sepanjang hari. Carilah pelajaran yang bisa dipetik, terutama dari kesalahan yang Anda lakukan.

Narasi dan keterampilan yang berhubungan dengan bekerja

Hari ini saya mendengar dua orang bercakap-cakap mengenai profesi yang mereka tekuni. Mereka dari dua generasi yang tak sama dan punya budaya berbeda mengenai pekerjaan. Dari percakapan itu, saya mendapat renungan singkat tentang ‘bekerja’.

Pertama, tentang narasi di dalam diri Anda terhadap peran atau pekerjaan yang Anda lakukan.

Apakah ketika Anda melakukan kerja Anda, Anda menunjukkan kepedulian, empati, kreativitas, antusiasme, dan keinginan untuk membuat hidup orang lain lebih baik? Bila Anda seperti itu, sepertinya mencintai apa yang Anda lakukan menjadi lebih mudah daripada melakukan apa yang Anda cintai.

Kedua, tentang keterampilan untuk mengenali kemungkinan-kemungkinan.

Dengan memiliki keterampilan mengenali kemungkinan, Anda membiasakan diri untuk mengidentifikasi dan memahami bahwa ada sesuatu yang dapat dibuat lebih baik daripada yang sudah ada pada saat ini.

Keputusan yang sulit

Bila Anda harus membuat keputusan yang sulit, Anda mungkin seperti masuk dalam situasi yang tidak adil atau terpaksa. Pilihan-pilihan yang tersedia sebagai bahan membuat keputusan bukanlah yang Anda harapkan, bahkan bisa saja Anda tidak memiliki pilihan.

Dalam proses pembuatan keputusan yang sulit, Anda bisa lelah secara mental. Kelelahan ini dapat membuat Anda merasa kehilangan kemampuan untuk menimbang bahan dan hasil dari keputusan yang Anda buat.

Selain itu, proses pembuatan keputusan yang sulit sering kali membuat Anda merasa tidak lagi dapat mengandalkan semua sumber daya yang Anda miliki.

Apa yang perlu dilakukan?

Sebagai awal, Anda perlu menyadari kalau membuat keputusan yang sulit sering kali merupakan proses yang tidak sebentar. Keputusan tersebut dapat memiliki konsekuensi jangka panjang. Ini artinya Anda perlu berpikir bukan hanya harian, tapi juga bulanan dan tahunan.

Buatlah daftar pilihan-pilihan keputusan dan skenario-skenario. Anda mungkin tidak dapat menghasilkan yang sempurna. Namun, yang utama adalah Anda sudah memikirkannya, mengumpulkannya, dan menuliskannya. Ketika nantinya Anda sudah menentukan maka Anda harus berkomitmen untuk melakukannya.

Berpikiran tertutup

Apa tanda-tanda seseorang yang berpikiran tertutup?

Ia tak ingin mendengar suara orang lain pun kecuali suara dirinya sendiri.

Ia akan menunjukkan kekeliruan Anda tanpa memahami latar belakang Anda dan mengapa Anda sampai keliru.

Ia fokus menjelaskan pendapat dirinya sendiri. Kalau ia mendengar pendapat Anda, ia tidak meminta Anda untuk merinci atau memperjelas pendapat Anda.

Ia lebih tertarik untuk membuktikan dirinya benar daripada mendapatkan hasil terbaik.

Seni digital tak dapat mengganti seni tradisional

Seni digital (digital art) tidak bisa dengan mudah menggusur seni tradisional seperti menggambar, melukis, mematung, dan lain-lainnya.

Seni tradisional memberikan pengalaman fisik dan taktil ketika dibuat. Si pencipta mungkin menggunakan sebagian atau seluruh anggota tubuhnya; ada keterampilan motorik, ada koordinasi tangan-mata.

Seni tradisional sulit diduplikasi atau direproduksi. Setiap ciptaan berbeda dan unik karena ia dibuat langsung secara fisik.

Seni tradisional tidak punya tombol undo seperti yang ada pada alat digital. Bila terjadi kesalahan, perbaikannya harus dilakukan secara fisik menggunakan media nyata. Ini membuat pencipta karya seni perlu memiliki kepekaan, ketelitian, dan keterampilan teknik yang lebih.

Hal lain yang mungkin juga sulit digantikan dari suatu karya seni tradisional adalah interaksi antara pengalaman personal dan pengalaman budaya si pencipta dengan pesan dalam karya seni ciptaannya yang juga mengandung konteks budaya.

Persisten

Salah satu faktor yang membuat perubahan nyata benar-benar terjadi adalah sikap persisten.

Persisten artinya Anda tak mencari-cari alasan. Anda tak menunggu datangnya inspirasi atau motivasi untuk bertindak. Anda mengembangkan disiplin diri dan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang Anda gunakan agar dapat terus menempuh dan menyelesaikan perjalanan.

Masa-masa sulit selalu ada. Jalan buntu, tidak adanya kemajuan, atau kegagalan mungkin terjadi. Namun, bila Anda persisten maka Anda selalu mencari cara yang lebih baik untuk meningkatkan peluang keberhasilan Anda, termasuk mengadaptasi gagasan orang lain yang terbukti berhasil.

Persisten adalah upaya terus-menerus dan tak pernah menyerah. Persisten membutuhkan energi, daya tahan, dan kepercayaan dalam batin Anda kalau tujuan akhir pasti Anda capai.

Praktik yang penting

Anda mungkin pernah mendengar gagasan populer tentang "10.000 hour rule". Gagasan itu menyatakan bila Anda ingin menjadi seorang ahli maka Anda membutuhkan 10.000 jam latihan.

Itu artinya Anda melakukan praktik.

Ada beberapa jenis praktik, tapi ada dua yang mungkin penting menurut saya.

Yang pertama adalah praktik kegagalan. Anda menentukan suatu cara (teknik atau proses), lalu melatihnya. Bila Anda mengalami kegagalan dengan cara itu, Anda mencoba kembali menggunakan cara-cara yang lain sampai Anda menemukan cara yang berfungsi dengan tepat.

Yang kedua adalah praktik mental. Ini terkait dengan visualisasi dan imajinasi. Anda membayangkan aksi atau tindakan tertentu dalam pikiran Anda yang bertujuan mempersiapkan diri Anda ketika Anda benar-benar melakukannya dalam kehidupan nyata.

Tentang teori

Secara sederhana mungkin ada yang menggunakan kata 'teori' ketika merujuk pada ide atau konsep yang dimiliki seseorang. Namun, dalam ilmu pengetahuan (sains) kata 'teori' mengacu pada upaya untuk menjelaskan mengapa sesuatu terjadi atau mengapa suatu fenomena dapat muncul.

Teori dalam ilmu pengetahuan (sains) sering kali dipahami baru dapat dicapai bila ada sintesis terhadap beberapa hukum atau sintesis yang diperoleh dari kumpulan penelitian empiris.

Di kalangan peneliti, terutama yang terjun langsung di lapangan, ada pengertian bahwa teori harus memiliki nilai praktis. Mengapa begitu? Karena ketika teori diterapkan di kehidupan nyata, teori diharapkan dapat membantu hidup manusia menjadi lebih baik.

Bagi saya, teori adalah cara manusia menafsirkan fakta atau fenomena. Biasanya upaya menafsirkan itu didasarkan pada pengamatan secara sistematis yang dapat diuji dan juga dapat dikoreksi.

Tunjukkan apresiasi

Ketika saya membaca sebuah tulisan yang bagus di internet, apa yang saya lakukan?

Saya pasti memberi apresiasi. Bagaimana caranya?

Kalau ada kolom komentar, saya akan menulis komentar. Kalau tak ada kolom komentar, saya akan menyebarkan atau berbagi link tulisan itu di media sosial yang saya miliki. Saya juga dapat menyampaikan apresiasi dengan cara mengirim komentar ke email atau media sosial si penulis.

Banyak pilihan cara untuk menunjukkan apresiasi pada seorang pencipta yang karyanya membuat kita gembira, nyaman, berpengetahuan, atau terinspirasi.

Apresiasi sebenarnya tak berlaku hanya untuk karya berbentuk tulisan, tapi untuk semua tindakan mencipta. Berlaku juga untuk semua tindakan yang memberi manfaat dan kebaikan kepada kehidupan.

Bertanggung jawab atas kesalahan

Mengapa ketika Anda salah, Anda harus mengakuinya? Mengapa ketika Anda melakukan kesalahan, Anda harus bertanggung jawab?

Karena hanya dengan bertanggung jawab, Anda menunjukkan keberanian menghadapi sesuatu yang buruk. Mengakui kesalahan membuat Anda memiliki mental yang tangguh.

Namun bertanggung jawab tidak cukup hanya dengan mengakui kesalahan, Anda juga harus menunjukkan penyesalan. Kesalahan yang kita perbuat mungkin saja menimbulkan kesulitan bahkan luka bagi orang lain.

Setelah itu, bertindaklah. Mungkin tindakan Anda tidak dapat mengatasi masalah yang sebenarnya. Namun tetap lakukan sesuatu untuk perbaikan, pemulihan, atau paling sedikit untuk mengurangi dampak buruk atau krisis lanjutan akibat kesalahan Anda.

Dengan bertanggung jawab, Anda bertumbuh. Anda bersiap menghadapi semua situasi dan belajar dari semua yang terjadi.

Belas kasih diri (self compassion)

Belas kasih diri (self compassion) berpusat pada penerimaan bahwa diri Anda adalah manusia. Sebagai manusia, Anda dapat mengenali dan memahami kalau diri Anda punya kekurangan, emosi-emosi negatif, dan juga kesulitan-kesulitan yang bisa jadi timbul di luar kendali diri Anda.

Belas kasih diri dapat membuat diri Anda peduli terhadap kondisi-kondisi yang mempengaruhi kesehatan dan kebahagiaan diri Anda. Belas kasih diri menghindarkan Anda dari tindakan mudah menghakimi kegagalan dan kesalahan baik yang terjadi pada diri Anda sendiri, maupun pada orang lain.

Belas kasih diri adalah sudut pandang. Sudut pandang tentang bagaimana meletakkan atau memposisikan diri Anda sebagai manusia yang berada di antara manusia-manusia lainnya.

Pada akhirnya, belas kasih diri selalu mengandung kebijaksanaan.

Yang terbaik di bidang Anda

Apa yang dibutuhkan untuk berada di posisi 5% teratas pada bidang yang Anda tekuni? Apa yang dibutuhkan untuk menjadi yang terbaik di bidang Anda?

Selain memiliki rasa ingin tahu yang kuat, Anda harus menemukan sesuatu yang dapat terus memotivasi diri Anda. Sesuatu yang membuat Anda bertahan untuk terus mencoba, terus melakukan praktik, terus belajar, dan terus berproses dalam jam kerja yang panjang. Pendekatan ini sering disebut sebagai kerja keras.

Anda harus memiliki kemampuan untuk menerima kritik. Anda harus memiliki energi, kegigihan, dan kesabaran.

Dasar utama dari semua tentu adalah komitmen pribadi terhadap masalah yang hendak diatasi atau keterampilan yang diperlukan.

Catatan tentang seorang sahabat

Sahabat di dunia nyata sulit untuk ditemukan. Kalau sudah memperolehnya maka sulit untuk digantikan.

Saya tidak bisa menulis dengan akurat tentang pengalaman saya bersama Veddy. Bukan karena sedikit tapi karena terlalu banyak yang bisa dikatakan.

Kami jadi akrab salah satunya karena sepak bola. Kami bisa bicara berjam-jam tentangnya.

Kami pernah mencari orang yang hilang berhari-hari karena kabur dari rumah. Kami berhasil menemukan orang itu dalam satu hari, tapi kami sebenarnya heran bagaimana mungkin kami melakukannya. Kami menganggap diri serupa detektif saat itu.

Kami, dengan dua teman lain, pernah berlatih menari karena harus tampil mengisi suatu acara. Latihan tak pernah berjalan baik karena tak ada satu pun dari kami yang punya latar belakang menari. Gerakan kami kaku seperti robot. Kami kebingungan, lalu saling mengejek, saling pukul, dan tertawa keras sehingga latihan selalu kacau.

Suatu hari, ia mengirim video dirinya bermain bersama dengan anak-anaknya sambil hujan-hujanan di depan rumah. Di video itu ia menulis, “Quality time, ga perlu ke mall, ga perlu punya duit banyak, yang penting bersama, bahagia.”

Dari baris kata itu saya menemukan yang kadang saya lupakan di kehidupan ini: “bahagia itu tak perlu rumit, bisa bersama, cukup dan sederhana”. Hujan itu seperti jadi hidup dan berwarna cerah.

Saya juga belajar darinya kalau memberi kejutan kecil kepada seseorang itu penting. Semakin tidak direncanakan, semakin baik katanya karena itu momen yang sangat berharga.

Beberapa waktu lalu, ia minta dikirim beberapa buku saya yang bertema pengembangan potensi dan manajemen sumber daya manusia. Saya bertanya untuk apa, ia berkata, “Ini ada hubungannya dengan kerja saya sekarang. Saya mau belajar lagi dari awal untuk mengerti bagaimana cara mengelola orang.” Saya mengira ia sudah cukup dengan pengetahuannya. Ternyata ia tetap tumbuh, mau belajar dan mencoba hal baru.

Bagi saya, persahabatan Veddy selalu murni, ia tak punya agenda yang disembunyikan. Pesannya yang masih saya ingat, meski ia menyatakannya sambil bercanda: “Apa-apa itu kudu ikhlas”.

Ia berpulang. Denyut nadinya berhenti. Tapi semua kenangan bersamanya masih bergerak dalam diri saya. Saya kehilangan.

Selamat jalan. Wilujeng kantun, Kang Veddy.

Lakukan yang terbaik

Ini peringatan yang sering saya terima dari guru SMP ketika saya dan teman sekelas saya mengerjakan ujian atau tugas saat di kelas:

“Fokus, jangan main-main. Kerjakan sungguh-sungguh, kerjakan dengan sebaik-baiknya.”

Pernyataan semacam itu, setelah saya renungkan, sepertinya berlaku untuk setiap apa yang saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi apa tuntutan agar selalu melakukan yang terbaik itu benar-benar bisa dilakukan? Sepertinya sulit.

Selalu ada suara-suara yang muncul dalam kepala yang mempengaruhi fokus saya. Misalnya, saya berpikir ada hal lain yang mungkin lebih penting untuk dikerjakan. Misalnya, saya merasa takut tidak bisa bekerja dengan optimal dan mendapat hasil jelek.

Kalau menghadapi situasi seperti itu, apa yang dapat saya lakukan?

Melihat gambaran yang lebih luas. Memahami apa tujuan mengerjakan tugas itu dan bagaimana tugas itu dapat memberi keuntungan bagi diri saya.

Kembangkan keingintahuan. Tetapkan dalam pikiran saya kalau saya pasti akan menemukan sesuatu yang baru (baca: pengetahuan baru) dari apa yang saya lakukan.

Untuk orang yang tepat

Untuk siapa Anda membuat karya? Kepada siapa tujuan tindakan Anda? Apakah untuk semua orang atau untuk orang yang tepat? Menurut saya, yang terbaik adalah untuk orang yang tepat.

Sulit rasanya bila Anda membuat atau melakukan sesuatu untuk semua orang. Mengapa?

Pertama, selalu ada yang khas pada diri seseorang. Antara orang satu dengan orang yang lain dapat memiliki nilai, keyakinan, perilaku, selera, atau sudut pandang yang boleh jadi berbeda.

Tidak ada dua orang yang persis sama. Masing-masing orang merupakan produk yang unik dari pengalaman hidupnya.

Kedua, bila karya dan tindakan Anda untuk semua orang, itu artinya tidak ada keunikan, tidak ada karakter.

Adu argumen

Pernahkah Anda terlibat dalam sebuah diskusi, lalu ada yang saling adu argumen hingga berujung pada debat yang sangat panas. Apa sebabnya?

Sebab yang umum terjadi adalah orang-orang yang saling adu argumen itu tidak lagi berdasar pada keterbukaan dan keingintahuan. Salah satu pihak atau kedua belah pihak merasa argumen dirinya lebih benar atau paling benar.

Untuk menghindari debat panas yang tak jelas, dalam adu argumen, semua pihak yang terlibat harus fokus terhadap isu atau permasalahan. Semua pihak harus berupaya memberi nilai pada argumentasinya dengan memberi perspektif yang khas.

Adu argumen perlu berpijak pada pemahaman seperti: 1) Pusatnya pada gagasan, bukan pada siapa yang menyampaikan gagasan; 2) Anda mungkin tak selalu benar dan mereka mungkin tak selalu salah.

Mencipta dan menganalisis tak dapat bersamaan

John Cage, seorang komposer, memiliki aturan-aturan yang ia ajarkan kepada guru dan murid-muridnya. Salah satu aturan itu berhubungan dengan kreasi dan telaah.

John Cage menuliskan agar jangan mencoba mencipta dan menganalisis secara bersamaan. Mereka adalah proses yang berbeda.

Jadilah pencipta atau seniman lebih dulu. Baru kemudian jadilah analis atau editor.

Tentang konteks

Teks tidak pernah berdiri sendiri. Peristiwa dan tindakan tidak terjadi dalam ruang hampa. Semua itu memerlukan konteks.

Terkait teks, konteks memberi gambaran tentang apa yang terjadi pada waktu teks itu diproduksi. Terkait peristiwa dan tindakan, konteks membantu untuk memberi pesan dan terutama makna dari peristiwa dan tindakan yang terjadi.

Konteks adalah kenyataan, suasana, atau keadaan yang membentuk latar dari suatu peristiwa, pernyataan, tindakan, atau gagasan-gagasan. Sederhananya, konteks adalah informasi mengenai latar belakang yang melingkupi suatu subjek.

Bila Anda salah menempatkan konteks, maka Anda bisa jadi keliru membuat interpretasi.

Momen besar atau momen kecil

Ada yang suka mencari jalan pintas, ada yang lebih suka menunggu keberuntungan terjadi pada dirinya. Namun, ada juga yang bersabar sembari tetap berupaya dan memberi waktu pada apa yang ia kerjakan untuk tumbuh.

Ada yang mencari dan ingin terlibat dalam momen-momen besar. Tapi ada juga yang bergerak tak menunggu, menciptakan momen-momen kecilnya sendiri.

Semua momen positif, manfaat, kebaikan, dan kemurahan hati dari keputusan dan tindakan Anda kepada orang lain akan berbuah. Perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, semua itu nantinya membangun nama Anda, nantinya menjadi reputasi Anda.