Menggugah kesadaran publik

Banyak masalah yang membutuhkan partisipasi publik untuk ikut mencari solusinya seperti masalah sampah, perlindungan terhadap alam dan lingkungan, hak asasi manusia, kekerasan terhadap perempuan, hingga masalah-masalah yang terjadi dua tahun terakhir, yakni penanganan pandemi.

Bila Anda ingin menarik kesadaran publik tentang isu atau masalah tertentu, maka Anda perlu membuat kampanye dengan pesan khusus.

Seperti apa cara atau bentuk kampanye untuk menggugah kesadaran publik:

- Bekerja sama dengan sekolah untuk dapat membuat acara atau program kampanye tentang suatu isu. Masuk melalui pintu pendidikan formal merupakan salah satu cara berkampanye yang terbaik karena bertemu dengan individu-individu terdidik dan sedang dalam proses belajar.
- Membuat konten dalam bentuk tulisan (artikel) atau video yang dapat dimasukkan ke media lokal dan media nasional. Media ini bisa berupa surat kabar, program TV, atau siaran radio.
- Membuat situs web khusus yang semua kontennya dirancang terkait suatu isu tertentu.
- Membuat film dokumenter.

Agar dapat menggugah kesadaran publik dan menjangkau sebanyak mungkin orang, kampanye harus fokus pada isu-isu nyata yang paling relevan dengan kehidupan masyarakat. Pesan terkait isu tersebut harus jelas dan sederhana. Kampanye juga perlu dilakukan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.

Empati itu cukup sulit

Menunjukkan empati itu tidak mudah.

Ketika Anda berusaha menunjukkan empati kepada seseorang, Anda harus menahan diri untuk tidak membuat argumen dan tidak menilai. Anda harus dapat “merasa”. Anda membutuhkan waktu untuk melihat, mendengarkan, mengamati, dan memperhatikan.

Ketika Anda berempati kepada seseorang, Anda harus bersiap menerima dan merasakan emosi yang dialami oleh orang itu. Emosi itu dapat berupa rasa sakit, kecewa, sedih, takut, atau marah.

Kualifikasi orang keuangan

Apa kualifikasi untuk dapat bekerja di bidang keuangan, seperti bendahara, auditor, manajer bank, hingga pembuat kebijakan di bidang keuangan?

1. Kejujuran.

2. Ketelitian.

3. Kepekaan angka yang kuat.

4. Kemampuan untuk menghubungkan rincian teknis dengan sistem yang lebih besar.

5. Kemampuan memecahkan masalah dan membuat strategi.

6. Keterampilan interpersonal.

7. Kesediaan untuk belajar dan mengikuti perkembangan terbaru di dunia keuangan.

Bila terlibat di dalam sebuah bidang keuangan, terutama yang skalanya besar/luas, Anda harus bersiap bertemu dengan berbagai macam orang dan departemen dalam suatu organisasi.

Dari semua syarat yang sebut di atas, nomor satu adalah yang utama. Kualifikasi lain masih bisa dipertimbangkan, tapi yang pertama adalah keharusan.

Tidak masuk hitungan

Berapa banyak gagasan bagus yang Anda pikirkan? Dari sekian gagasan bagus yang muncul dalam pikiran Anda itu, berapa banyak yang kemudian Anda tindak lanjuti dengan aksi?

Sehebat apa pun gagasan yang Anda miliki, itu hanyalah gagasan, selama itu hanya ada dalam pikiran atau angan-angan Anda.

Gagasan yang tak Anda manifestasikan dalam bentuk tertentu yang nyata atau konkret maka dia bukan produk atau ciptaan. Gagasan itu tidak masuk hitungan sebagai karya.

Menajamkan titik fokus

Yang menarik dalam proses menjadi diri kita yang terbaik adalah ketika kita teguh pada keputusan yang kita buat; ketika kita memiliki keberanian untuk melangkah, untuk menghadapi apa yang membuat kita kecewa dan takut, untuk menghadapi ketidakpastian.

Bila kita yakin untuk mengambil jalan tersebut dan bersedia mengalami hambatan dan penolakan, kita memiliki kesempatan untuk membuat perubahan terjadi.

Ini seperti mencoba melihat lebih dekat lalu menajamkan titik fokus.

Rasa hormat terhadap data klien

Bila berhubungan dengan klien (atau pelanggan), hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan dijaga adalah privasi terkait data. Privasi yang dimaksud berhubungan dengan informasi personal dan informasi lain yang bersifat sensitif tentang diri klien.

Beberapa prinsip yang selalu menyertai privasi terkait data adalah transparansi, kerahasiaan, dan keamanan. Sebagai contoh, Anda dapat mengumpulkan informasi mengenai klien Anda, tapi untuk mendapatkannya, Anda harus meminta izin lebih dulu kepada klien.

Dalam proses pengumpulan informasi, klien harus tahu informasi apa yang Anda kumpulkan dan bagaimana Anda ingin menggunakannya. Selain itu, klien punya hak untuk memilih apakah mereka setuju atau tidak setuju apabila informasinya dikumpulkan.

Dalam bisnis -sebenarnya berlaku pada semua jenis relasi- upaya menghormati dan melindungi data klien adalah suatu keharusan. Ini berhubungan dengan membangun kepercayaan dan loyalitas.

Musuh kreativitas

Apa musuh dari kreativitas?

Memiliki harapan yang terlalu tinggi atau tidak memiliki harapan. Tidak tekun atau kurang tekun. Merasa belum siap karena tak cukup terinspirasi. Berpikiran tertutup karena pengaruh keyakinan yang sudah menetap.

Musuh kreativitas yang paling berat mungkin adalah rasa takut. Takut dinilai, takut tidak dapat menunjukkan upaya yang optimal, takut keliru membuat keputusan, dan tentu saja takut pada kegagalan.

Pola pikir dinamis

Untuk sampai pada pola pikir dinamis (growth mindset), kita harus mulai dari keyakinan kalau diri kita selalu dapat berkembang. Kita harus yakin kalau bakat kita bukan sekadar bawaan, tapi juga dapat berubah dan tumbuh.

Pola pikir dinamis (growth mindset) tidak hanya tentang upaya dan proses pembelajaran, tapi juga berhubungan dengan kemajuan.

Untuk mencapai kemajuan, pada tingkat individu, kita perlu melakukan evaluasi, mencoba cara-cara baru, dan kadang harus mundur sedikit agar dapat bergerak maju dengan lebih efektif. Sementara pada tingkat yang lebih luas seperti kelompok atau organisasi, kita perlu konsisten menerapkan praktik seperti berbagi informasi, mencari umpan balik, dan berkolaborasi.

Referensi:

The Growth Mindset | Carol Dweck | Talks at Google

Carol Dweck: A Summary of Growth and Fixed Mindsets

Ketangguhan

Ketika Anda dapat bangkit kembali dari kekecawaan atau kesedihan maka Anda menunjukkan ketangguhan (resilience).

Menjadi tangguh berarti tidak mudah putuh asa. Menjadi tangguh berarti memahami bahwa hidup memiliki tantangan. Menjadi tangguh berarti tetap terbuka dan bersedia untuk beradaptasi dengan perubahan.

Untuk sampai pada ketangguhan (resilience), Anda perlu memiliki kesadaran terhadap emosi diri Anda sendiri dan situasi-situasi yang terjadi di luar diri Anda.

Menarik pelajaran

Permasalahan yang sulit sering kali datang tanpa kita sempat bersiap. Kita lalu berupaya mengatasinya. Mungkin permasalahan itu tidak selesai, tapi kita menjadi terbiasa menghadapinya.

Apa yang kita persiapkan dan kerjakan bisa jadi tidak tuntas seperti yang kita inginkan. Namun, kita harus percaya langkah kita berikutnya akan lebih baik.

Sempatkan untuk berhenti sebentar. Mengamati kembali semua sekaligus menarik pelajaran.

Merasakan emosi positif

Merasakan emosi positif (feeling good) adalah ketika kita mengalami sesuatu yang membangkitkan rasa puas atau sejahtera.

Merasakan emosi positif (feeling good) biasa dikaitkan dengan rasa bangga, optimis, atau bahagia. Namun, merasakan emosi positif bukan hanya sekadar tentang perasaan. Itu sebenarnya berhubungan dengan kondisi pikiran kita.

Untuk dapat merasakan emosi positif (feeling good) tentang diri kita sendiri, kita perlu mengalami proses pertumbuhan pribadi. Ini artinya ada penemuan-penemuan mengenai hal-hal di luar diri kita dan penemuan mengenai apa yang ada di dalam diri kita.

Di satu sisi, ada proses bagaimana untuk menjadi lebih dewasa dalam pemikiran kita. Di sisi lain, dalam proses, kita juga membutuhkan dan perlu mencapai elemen-elemen yang menggembirakan.

Cara sederhana pemutakhiran otak

Bila otak manusia diandaikan seperti superkomputer maka otak sangat memerlukan pembaruan agar terus dapat digunakan secara optimal.

Bagaimana cara sederhana untuk melakukan pemutakhiran otak? Menurut saya ada dua.

Pertama, mengonsumsi informasi dari membaca dan mendengarkan audio (suara secara langsung atau rekaman suara). Contoh bahan bacaan adalah buku, majalah, atau surat kabar. Contoh materi audio adalah podcast atau audiobook.

Kedua, mengolah semua hal yang berasal dari pengalaman. Pengalaman adalah salah satu guru terbaik. Dari pengalaman, kita dapat membuat observasi, melakukan refleksi, dan menarik makna. Dari pengalaman, kita belajar tentang menentukan pilihan, membuat keputusan, atau tentang hubungan antara konsep/gagasan dengan penerapan.

Biaya dari kemandirian

Informasi dalam penelusuran.

Perilaku konsumen setelah pandemi

 Informasi dalam penelusuran.

Memacu pendidikan

 Informasi dalam penelusuran.

Kolaborasi itu penting tapi tidak mudah

 Informasi dalam penelusuran.

Komunikasi yang efektif

 Informasi dalam penelusuran.

Pertanyaan paling penting dalam hidup

 Informasi dalam penelusuran.

Data: apakah murah atau mahal?

 Informasi dalam penelusuran.

Motivasi untuk bertindak

 Informasi dalam penelusuran.

Mengejar yang berikutnya

 Informasi dalam penelusuran.

Mencapai keseimbangan psikologis

 Informasi dalam penelusuran.

Mengatasi depresi

 Informasi dalam penelusuran.

Keberuntungan

 Informasi dalam penelusuran.

Berbagi cerita tentang kegagalan

 Informasi dalam penelusuran.