Tentang logo

Logo bukanlah semacam promosi atau sekadar bentuk komunikasi. Logo adalah identifikasi.

Dalam sebuah acara bersama Chris Do, Sagi Haviv menyatakan ada tiga kriteria yang menentukan suatu logo itu bagus, yaitu kepantasan (appropriate), khas dan berkesan (distinctive and memorable), dan kesederhanaan (simple).

Kepantasan (appropriate) bukan berarti bahwa logo itu sekadar ekspresif. Logo harus memiliki rasa, menunjukkan semacam kepribadian. Jika itu di bidang olahraga, mungkin itu berarti berani dan dinamis; jika itu di bidang fashion, mungkin itu berarti elegan.

Khas dan berkesan (distinctive and memorable) berarti khusus, mudah diingat, sesuatu yang tak biasa dan dapat bertahan lama dalam pikiran kita. Ketika Anda melihat logo tersebut hanya sekali atau dua kali, Anda sudah dapat menggambarkannya kepada orang lain.

Kesederhanaan (simple) mungkin adalah kriteria pembuatan logo yang paling penting. Logo haruslah super super sederhana sehingga dapat direproduksi dalam berbagai bentuk, misalnya dalam ukuran yang kecil atau format pixel dan lain sebagainya.

Sebaliknya, logo yang buruk adalah sesuatu yang terlihat umum di satu sisi dan sesuatu yang terlihat terlalu rumit/kompleks di sisi lain.

Kewawasan (mindfulness)

Kewawasan (mindfulness) adalah praktik untuk menumbuhkan kepekaan terhadap momen atau waktu saat ini. Fokus praktik ini adalah menyadari apa yang Anda tangkap melalui indra dan apa yang Anda rasakan tanpa membuat interpretasi atau penilaian.

Thich Nhat Hanh menyatakan bahwa kewawasan (mindfulness) menunjukkan kepada kita apa yang terjadi dalam tubuh kita, emosi kita, pikiran kita, dan di dunia. Melalui kewawasan, kita menghindari melukai diri kita sendiri dan orang lain.

Bagaimana melatih kewawasan (mindfulness)? Cara yang paling sederhana adalah menyadari dan memperhatikan napas Anda. Perhatikan bagaimana napas Anda mengalir masuk dan keluar (hidung dan mulut), juga bagaimana perut Anda naik dan turun setiap Anda mengambil dan menghembuskan napas.

Desain layanan (service design)

Anda bisa saja memiliki bisnis dengan produk atau jasa yang bagus, tapi jika layanan pelanggan Anda buruk dalam menangani pelanggan saat tatap muka langsung atau melalui alat komunikasi (telepon, chat) maka Anda bisa kehilangan pelanggan.

Ini mengapa desain layanan merupakan konsep dan praktik yang penting.

Pada tahun 1984, G. Lynn Shostack melalui dua tulisannya, yaitu How to Design a Service dan Designing Services That Deliver memunculkan istilah “Service Design (Desain Layanan)”.

Ia tertarik bagaimana pengelolaan aktivitas-aktivitas di dalam suatu organisasi. Menurutnya, hubungan antara layanan (service), orang-orang (people), dan lingkungan (environment) di dalam organisasi perlu diwujudkan dalam sebuah “service blueprint (cetak biru layanan)”.

Sarah Gibbons, salah satu anggota dari Nielsen Norman Group, dalam artikelnya Service Design 101 menulis definisi “service design (desain layanan)” adalah:

Desain layanan adalah aktivitas merencanakan dan mengorganisir berbagai sumber daya dari suatu bisnis (orang, alat-alat, dan proses-proses) dalam rangka untuk (1) secara langsung meningkatkan pengalaman para karyawan, dan (2) secara tidak langsung meningkatkan pengalaman pelanggan.

Lalu, apa yang diperlukan untuk membuat desain layanan yang baik?

IDF dalam artikelnya, The Principles of Service Design Thinking - Building Better Services, menyebutkan sejumlah prinsip umum ketika membuat desain layanan. Dari prinsip-prinsip itu, saya memilih dua yang penting, yaitu:

Pertama, layanan haruslah didesain berdasarkan nilai terbaik (value) yang ingin diberikan kepada pengguna/pelanggan dan layanan sedapat mungkin efisien. Kedua, layanan dapat diperbaiki dan dikembangkan berdasar umpan balik dari pengguna/pelanggan.

Kehati-hatian terhadap data

Data merupakan bahan penting untuk membuat keputusan. Dunia medis dan industri keuangan (salah satunya perbankan) adalah contoh bidang yang sangat bergantung pada data. Karena itu, kehati-hatian harus selalu menjadi pegangan bagi siapa saja yang berurusan dengan data.

Banyak tahap yang ditempuh dalam proses memahami data. Mulai dari pengambilan atau pengumpulan, pengolahan, analisis, hingga interpretasi data. Semua tahap tersebut membutuhkan kehati-hatian.

Kehati-hatian yang paling sederhana terkait data adalah membangun kemampuan untuk memverifikasi validitas dan akurasi data terhadap data yang sudah dikumpulkan.

Informasi dan referensi tentang COVID-19

Saya coba mengumpulkan sejumlah informasi dan referensi yang berkaitan dengan COVID-19. Semua ini untuk membantu siapa pun yang ingin mempelajari COVID-19.

Informasi 1. COVID Papers by Sachin J. Shah

Sachin J. Shah adalah seorang Assistant Professor di University of California San Francisco (UCSF). Ia menghimpun literatur mengenai COVID dari artikel PubMed. Jumlahnya ada lebih dari 1.300 artikel.

Informasi 2. Global MediXchange for Combating COVID-19 - Alibaba Cloud

Global MediXchange for Combating COVID-19 (GMCC) adalah hasil inisiatif antara Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation, yang juga bekerja sama dengan Zhejiang University School of Medicine. Di dalam website GMCC ini terdapat panduan komprehensif (artikel, buku panduan, video) tentang bagaimana memerangi coronavirus dari pengalaman China.

Salah satu yang dibagi melalui website ini adalah Handbook of COVID-19 Prevention and Treatment (versi Bahasa Indonesia).

Informasi 3. Covid-19 Open Research Dataset (CORD-19)

Para ilmuwan di Allen Institute for AI membangun dan merilis CORD-19 bekerja sama dengan beberapa lembaga penelitian terkemuka membuat Covid-19 Open Research Dataset (CORD-19).

Basis data di website ini dikompilasi atas permintaan The White House Office of Science and Technology Policy (OSTP) melalui kerja sama tiga organisasi, yaitu The National Library of Medicine (NLM) dari The National Institutes of Health; Microsoft; dan The Allen Institute for Artificial Intelligence (AI2).

Di dalam website ini ada lebih dari 26.000 makalah penelitian dari jurnal yang diulas bersama berbagai ilmuwan dan peneliti. Penelitian yang dibahas mencakup SARS-CoV-2, Covid-19, dan kelompok coronavirus. Koleksi literatur ilmiah dalam website ini terus diperbarui secara real-time.

Informasi 4. Understanding the Outbreak - AP News

Para jurnalis dari The Associated Press melalui website AP News menyajikan berita-berita dan laporan investigatif mengenai coronavirus. Informasi diperbarui secara reguler.

Informasi 5. Google COVID-19 Information and Resources

Google membuat website guna membantu dan memberi sumber daya yang berhubungan dengan COVID-19. Fokus dari website adalah pada pendidikan, pencegahan, dan sumber daya lokal. Di dalam website dapat ditemukan informasi berbasis negara, tip keselamatan dan pencegahan, tren pencarian terkait dengan COVID-19, dan sumber daya lebih lanjut untuk individu, para pendidik, dan kalangan bisnis.

Informasi 6. A coronavirus reading guide for the perplexed, the anxious, and the obsessive - Vox

Vox melalui para jurnalisnya mengumpulkan sejumlah artikel, makalah, wawancara, dan podcast mengenai coronavirus. Informasi diperbarui secara reguler.

Informasi 7. COVID-19 Stats and Research - Our World in Data

Dalam website Our World in Data disajikan kumpulan statistik, hasil penelitian, dan data terkait COVID-19. Laman data ini disusun oleh Max Roser, Hannah Ritchie, Esteban Ortiz-Ospina, dan Joe Hasell. Informasi diperbarui secara reguler.

Informasi 8. Coronavirus tracked: the latest figures as the pandemic spreads - The Financial Times

Para jurnalis dan analis di The Financial Times melalui websitenya membuat laman yang menyajikan laporan dan data mengenai coronavirus. Informasi dalam website ini biasanya berbayar, tetapi terkait topik ini semua informasi dapat diakses dan dibaca secara bebas. Informasi diperbarui secara reguler.

Informasi 9. Real-time COVID-19 Map - CSSE at Johns Hopkins University

Laman website yang merupakan real-time dashboard mengenai COVID-19 di semua negara yang ada di dunia. Dashboard ini dibuat oleh Center for Systems Science and Engineering (CSSE) dari Johns Hopkins University.

Di dalam laman website ini terdapat informasi terkini dari kasus COVID-19, serta angka kematian, angka kesembuhan, dan hal lain-lainnya dari negara-negara di seluruh dunia. Informasi diperbaharui secara real-time.

Informasi 10. Bacaan mengenai penggunaan masker terkait COVID-19

Smart Air: What Are The Best Materials for Making DIY Masks?. Written by Paddy Robertson.

The Atlantic: Everyone Thinks They’re Right About Masks. Written by Ed Yong.

Sui Huang at Medium: COVID-19: WHY WE SHOULD ALL WEAR MASKS — THERE IS NEW SCIENTIFIC RATIONALE. Written by Sui Huang.

Vox: The evidence for everyone wearing masks, explained. Written by German Lopez.

Saya akan menambahkan bila ada informasi dan referensi lain yang baru.

Apakah cukup dengan hanya satu kali kerja yang baik?

Baru sekali Anda mengerjakan suatu hal dan hasilnya luar biasa positif, Anda tak bisa lantas memaksa orang untuk memahami siapa Anda.

Mengapa? Karena Anda hanya sekali saja mengerjakannya.

Reputasi, kredibilitas, atau apresiasi tingkat tinggi yang diberikan kepada seseorang diperoleh dari konsistensi tindakan; dan umumnya juga dari kerja atau karya terbaik yang terus-menerus dihasilkan.

Saya salah

Kalau saya membuat kesalahan, apa yang saya lakukan?

Saya harus bertanggung jawab pada apa yang saya lakukan. Saya juga perlu memahami kemungkinan dampak yang terjadi dari kesalahan tersebut.

Saya mengakui kesalahan dan meminta maaf. Lalu saya memahami dan memetakan di mana saja letak kesalahan saya. Langkah berikutnya, saya mendata dan menawarkan apa saja koreksi atau solusi yang perlu dilakukan.

Saya juga perlu menimbang apakah untuk memperbaiki kesalahan tersebut saya dapat mengatasinya sendiri atau membutuhkan bantuan orang lain.

Jangan panik, lebih baik berkontribusi

Apa yang terjadi dalam situasi saat ini mungkin membuat kita panik. Tapi panik tak menyelesaikan persoalan yang kita alami. Panik seringkali membuat kita berpikir bagaimana cara kembali ke masa lalu. Masalahnya, kita tak akan kembali lagi ke masa lalu.

Yang bisa kita lakukan adalah membuat kontribusi. Kontribusi seperti apa? Menurut saya, berikut ini yang paling sederhana dan mungkin mengeluarkan sedikit biaya.

Bagaimana kalau kita mengelola sejumlah orang -bisa teman, keluarga, rekan kerja, tokoh, dan lain-lain- untuk memberi pendapat atau gagasan atau pengalaman mereka tentang suatu topik. Kita merangkumnya dalam bentuk tertulis atau audio atau video. Setelah itu, kita membaginya melalui semua saluran media sosial yang kita miliki.

Bentuk kontribusi yang lain dapat kita lihat contohnya hari-hari ini di beragam berita media atau media sosial. Ada yang menggalang dana, memberi donasi, menyebarkan saran tentang kesehatan, dan lain-lain. Mereka tak menunggu otoritas tertentu memberi instruksi, tapi melakukan aksi dari apa yang mereka bisa. Yang mereka semua lakukan adalah berkontribusi.

Menulis dengan tangan

Menulis dengan tangan tetap merupakan aktivitas yang penting, meski teknologi seperti komputer atau laptop kini menjadi alat canggih yang sangat membantu seseorang untuk belajar.

Penelitian dari Karin H. James dan LauraEngelhardt (Indiana University) menunjukkan bahwa ketika anak-anak menggambar huruf (menulis dengan tangan) di kertas, mereka mengaktifkan tiga area berbeda dari otak mereka.

Penelitian lain dari Pam Mueller (Princeton University) dan Daniel Oppenheimer (University of California) menunjukkan hasil bahwa siswa yang membuat catatan dengan tangan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pelajaran daripada mereka yang membuat catatan di komputer.

Penelitian-penelitian tersebut merupakan pengingat bagi kita bahwa menulis dengan tangan dapat membantu pembelajaran. Menulis dengan tangan dapat memaksimalkan proses kognitif kita, seperti menemukan koneksi-koneksi baru, mengevaluasi bukti, dan membuat kesimpulan.

Kecepatan tak selalu menentukan

Ada yang mengatakan bila Anda tidak cepat, maka orang lain (kompetitor) akan mendahului Anda.

Ada yang mengatakan kecepatan adalah harapan bahkan tuntutan dari pelanggan. Kalau Anda tak memberi sekarang juga maka jangan berharap Anda dilirik.

Menurut saya, kecepatan tak selalu menentukan. Yang utama adalah mengetahui arah (directions).

Tindak lanjut

Persoalan, keraguan, keingintahuan, dan keinginan membuat sesuatu menjadi lebih baik adalah pemicu ditemukan dan dikembangkannya ilmu pengetahuan dan bisnis.

Langkah berikutnya adalah mewujudkan secara nyata apa yang menjadi mimpi atau apa yang sudah direncanakan secara sistematis dan menggunakan akan sehat.

Kepercayaan untuk mengatasi pandemi

Beberapa bulan terakhir ini bukan waktu yang mudah bagi orang di seluruh dunia. Pandemi melanda berbagai negara. Banyak upaya yang telah dilakukan, terutama yang melibatkan aspek medis, ekonomi, hingga teknologi.

Untuk menghasilkan koordinasi dan kerja sama yang terbaik, saya kira salah satu pilarnya ada pada kepercayaan. Kepercayaan terhadap ilmu pengetahuan, juga kepercayaan terhadap ilmuwan dan otoritas publik.

Pada tingkat individu dan komunitas, inisiatif, solidaritas, dan tindakan yang saling terkoordinasi antarorang dan antarkomunitas merupakan kunci.

Hormat, terima kasih, dan doa saya bagi semua tenaga kesehatan profesional dan semua sistem pendukungnya yang ada di garis depan.

Jeda #23

"People don’t notice whether it’s winter or summer when they’re happy." *Anton Chekhov

Jeda #22

"Waste no more time arguing about what a good person should be. Be one." *Marcus Aurelius

Jeda #21

“If you aren’t in over your head, how do you know how tall you are?” *T.S. Eliot

Jeda #20

"It’s not that I’m so smart, it’s just that I stay with problems longer." *Albert Einstein

Jeda #19

"Patience is the only true foundation on which to make one’s dreams come true." *Franz Kafka

Jika saja

Memunculkan gagasan, membandingkan antargagasan, dan membuat perencanaan itu semua bagus. Namun menindaklanjuti adalah hal terpenting.

Mengajukan pernyataan “Jika saja…” untuk dilengkapi merupakan awal, tapi itu bukan penentu. Melakukan eksperimen atau mempraktikkan adalah keutamaan yang sebenarnya.

Kita mungkin tidak dapat mendapat banyak dukungan seperti yang kita harapkan. Sulit untuk mengendalikan hal-hal semacam itu. Namun kita selalu dapat mengendalikan upaya yang kita lakukan atas kehendak diri kita sendiri.

Khas dan spesifk

Yang berpengaruh dan berhasil di dunia kreatif dan bisnis saat ini, bukan yang mengerjakan sesuatu yang umum. Namun yang melakukan sesuatu yang sangat spesifik.

Mereka tidak melakukan sesuatu yang sama dengan sebagian besar atau kebanyakan orang. Mereka bertaruh pada produk, karya, atau metode yang khas dan spesifik untuk memperoleh posisi di dunia ini.

Format konten yang paling banyak mendapat social dan share

Andy Crestodina mempresentasikan tentang penulisan konten di web. Andy mengutip salah satu penelitian yang dilakukan oleh Steve Rayson.

Steve Rayson, salah satu pendiri Buzzsumo, melakukan penelitian tentang konten. Ia menganalisis jutaan artikel.

Steve berusaha menemukan data mengenai artikel seperti apa yang banyak memperoleh tautan (getting a link) dan dibagi atau disebarluaskan (getting share). Steve menyimpulkan ada dua jenis format:

Pertama, konten yang membentuk opini dan berasal dari sumber yang otoritatif.

Kedua, konten yang memberi informasi berdasar penelitian yang baik dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang lengkap.

Agar lebih sederhana, berkaitan dengan dua format konten yang paling banyak mendatangkan interaksi antarorang di internet dan paling banyak mendapatkan tautan (social dan share), Andy menyederhanakan menjadi: konten yang memiliki pendapat yang kuat (strong opinion) dan konten menyajikan penelitian yang asli (original content).

Sumber:

Andy Crestodina Writing for the Web part 1.

Keberhasilan perusahaan atau organisasi besar

Bila Anda melihat perusahaan atau organisasi besar di dunia yang berhasil memberi dampak positif bagi kehidupan manusia, apakah mereka jadi sukses karena para pemimpinnya punya sejumlah kekuatan magis?

Menurut saya tidak. Mereka sukses karena para pemimpinnya, pada bagian tertentu dalam proses kerja, memimpin dengan memberi teladan. Mereka juga sukses karena jutaan keputusan kecil yang mereka lakukan, terutama keputusan-keputusan yang sulit.

Pada tingkat individu, selalu ada orang-orang dalam perusahaan atau organisasi itu yang memfokuskan kehendak dan energinya untuk melakukan pekerjaan yang terbaik.

Jeda #18

"Don’t cry because it’s over, smile because it happened." *Dr. Seuss

Apakah ada kekeliruan?

Ada dan saya sering melakukan kekeliruan. Bagi saya itu bagian dari proses untuk menjadi lebih baik.

Kekeliruan seringkali dimulai ketika masa kecil. Keliru menjawab pertanyaan atau keliru mengerjakan suatu tugas. Orang-orang menegur, mengejek, menertawai, atau mengoreksi. Itu dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan itu terjadi pada diri saya. Saya jadi takut membuat kekeliruan.

Namun perlahan saya tahu kalau saya takut terus-menerus, saya bisa menilai diri saya memang tidak punya kemampuan. Saya lalu mengambil kesempatan-kesempatan yang ada, mencoba hal-hal baru, dan meminta saran perbaikan pada orang lain.

Kekeliruan, kegagalan, tantangan, atau masalah adalah hal yang baik. Itu semua menuntun saya bergerak maju dalam kehidupan.

Masa-masa yang sulit

Ketika kita menghadapi masa-masa yang sulit, kita mungkin kehilangan materi, uang, atau bahkan relasi dengan seseorang. Tapi kita jangan sampai kehilangan semangat dan harapan.

Ralph Waldo Emerson mengatakan:

"Bad times have a scientific value. These are occasions a good learner would not miss."

Kesulitan yang kita alami bisa jadi hadir karena suatu alasan. Untuk menguji kemauan kita untuk berubah. Untuk memberi kita kesempatan untuk menunjukkan betapa kita menginginkan sesuatu.

Kreativitas dan optimisme

Kreativitas berhadapan-hadapan dengan apa yang sudah menetap, yang sudah menjadi pola. Tugas kreativitas adalah melihat hal itu secara berbeda. Tugas kreativitas adalah mendobrak yang mapan.

Bila melawan sesuatu yang sudah mapan tentu muncul rasa takut. Salah satunya adalah ketakutan apakah dapat menjadi sama baik dengan yang sudah ada.

Ini menunjukkan kalau kreativitas membutuhkan optimisme. Optimisme ini menjadikan orang yang melakukan tindakan kreatif lebih merasa aman terhadap apa yang dilakukannya, lebih memiliki pikiran terbuka, lebih memiliki harapan, lebih percaya terhadap talenta yang dimilikinya.

Ini juga seperti yang sudah dikatakan oleh Henri Matisse bahwa kreativitas membutuhkan keberanian.

Menyaring terlalu cepat

Masalah yang kita alami di tahap awal belajar atau bertindak untuk mencapai suatu tujuan adalah kita menyaring terlalu cepat. Kita tidak mempertimbangkan beragam pilihan. Kita membatasi kemungkinan-kemungkinan sejak awal.

Jeda #17

“What you have to do and the way you have to do it is incredibly simple. Whether you are willing to do it, that’s another matter.” *Peter F. Drucker

Jeda #16

“Logic will get you from A to B. Imagination will take you everywhere.” *Albert Einstein

Jeda #15

“We all have two lives. The second one starts when we realize we only have one.” *Confucius

Jeda #14

“Be yourself; everyone else is already taken.” *Oscar Wilde

Jeda #13

“We must not allow other people’s limited perceptions to define us.” *Virginia Satir