Catatan tentang seorang sahabat

Sahabat di dunia nyata sulit untuk ditemukan. Kalau sudah memperolehnya maka sulit untuk digantikan.

Saya tidak bisa menulis dengan akurat tentang pengalaman saya bersama Veddy. Bukan karena sedikit tapi karena terlalu banyak yang bisa dikatakan.

Kami jadi akrab salah satunya karena sepak bola. Kami bisa bicara berjam-jam tentangnya.

Kami pernah mencari orang yang hilang berhari-hari karena kabur dari rumah. Kami berhasil menemukan orang itu dalam satu hari, tapi kami sebenarnya heran bagaimana mungkin kami melakukannya. Kami menganggap diri serupa detektif saat itu.

Kami, dengan dua teman lain, pernah berlatih menari karena harus tampil mengisi suatu acara. Latihan tak pernah berjalan baik karena tak ada satu pun dari kami yang punya latar belakang menari. Gerakan kami kaku seperti robot. Kami kebingungan, lalu saling mengejek, saling pukul, dan tertawa keras sehingga latihan selalu kacau.

Suatu hari, ia mengirim video dirinya bermain bersama dengan anak-anaknya sambil hujan-hujanan di depan rumah. Di video itu ia menulis, “Quality time, ga perlu ke mall, ga perlu punya duit banyak, yang penting bersama, bahagia.”

Dari baris kata itu saya menemukan yang kadang saya lupakan di kehidupan ini: “bahagia itu tak perlu rumit, bisa bersama, cukup dan sederhana”. Hujan itu seperti jadi hidup dan berwarna cerah.

Saya juga belajar darinya kalau memberi kejutan kecil kepada seseorang itu penting. Semakin tidak direncanakan, semakin baik katanya karena itu momen yang sangat berharga.

Beberapa waktu lalu, ia minta dikirim beberapa buku saya yang bertema pengembangan potensi dan manajemen sumber daya manusia. Saya bertanya untuk apa, ia berkata, “Ini ada hubungannya dengan kerja saya sekarang. Saya mau belajar lagi dari awal untuk mengerti bagaimana cara mengelola orang.” Saya mengira ia sudah cukup dengan pengetahuannya. Ternyata ia tetap tumbuh, mau belajar dan mencoba hal baru.

Bagi saya, persahabatan Veddy selalu murni, ia tak punya agenda yang disembunyikan. Pesannya yang masih saya ingat, meski ia menyatakannya sambil bercanda: “Apa-apa itu kudu ikhlas”.

Ia berpulang. Denyut nadinya berhenti. Tapi semua kenangan bersamanya masih bergerak dalam diri saya. Saya kehilangan.

Selamat jalan. Wilujeng kantun, Kang Veddy.

Lakukan yang terbaik

Ini peringatan yang sering saya terima dari guru SMP ketika saya dan teman sekelas saya mengerjakan ujian atau tugas saat di kelas:

“Fokus, jangan main-main. Kerjakan sungguh-sungguh, kerjakan dengan sebaik-baiknya.”

Pernyataan semacam itu, setelah saya renungkan, sepertinya berlaku untuk setiap apa yang saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi apa tuntutan agar selalu melakukan yang terbaik itu benar-benar bisa dilakukan? Sepertinya sulit.

Selalu ada suara-suara yang muncul dalam kepala yang mempengaruhi fokus saya. Misalnya, saya berpikir ada hal lain yang mungkin lebih penting untuk dikerjakan. Misalnya, saya merasa takut tidak bisa bekerja dengan optimal dan mendapat hasil jelek.

Kalau menghadapi situasi seperti itu, apa yang dapat saya lakukan?

Melihat gambaran yang lebih luas. Memahami apa tujuan mengerjakan tugas itu dan bagaimana tugas itu dapat memberi keuntungan bagi diri saya.

Kembangkan keingintahuan. Tetapkan dalam pikiran saya kalau saya pasti akan menemukan sesuatu yang baru (baca: pengetahuan baru) dari apa yang saya lakukan.

Untuk orang yang tepat

Untuk siapa Anda membuat karya? Kepada siapa tujuan tindakan Anda? Apakah untuk semua orang atau untuk orang yang tepat? Menurut saya, yang terbaik adalah untuk orang yang tepat.

Sulit rasanya bila Anda membuat atau melakukan sesuatu untuk semua orang. Mengapa?

Pertama, selalu ada yang khas pada diri seseorang. Antara orang satu dengan orang yang lain dapat memiliki nilai, keyakinan, perilaku, selera, atau sudut pandang yang boleh jadi berbeda.

Tidak ada dua orang yang persis sama. Masing-masing orang merupakan produk yang unik dari pengalaman hidupnya.

Kedua, bila karya dan tindakan Anda untuk semua orang, itu artinya tidak ada keunikan, tidak ada karakter.

Adu argumen

Pernahkah Anda terlibat dalam sebuah diskusi, lalu ada yang saling adu argumen hingga berujung pada debat yang sangat panas. Apa sebabnya?

Sebab yang umum terjadi adalah orang-orang yang saling adu argumen itu tidak lagi berdasar pada keterbukaan dan keingintahuan. Salah satu pihak atau kedua belah pihak merasa argumen dirinya lebih benar atau paling benar.

Untuk menghindari debat panas yang tak jelas, dalam adu argumen, semua pihak yang terlibat harus fokus terhadap isu atau permasalahan. Semua pihak harus berupaya memberi nilai pada argumentasinya dengan memberi perspektif yang khas.

Adu argumen perlu berpijak pada pemahaman seperti: 1) Pusatnya pada gagasan, bukan pada siapa yang menyampaikan gagasan; 2) Anda mungkin tak selalu benar dan mereka mungkin tak selalu salah.

Mencipta dan menganalisis tak dapat bersamaan

John Cage, seorang komposer, memiliki aturan-aturan yang ia ajarkan kepada guru dan murid-muridnya. Salah satu aturan itu berhubungan dengan kreasi dan telaah.

John Cage menuliskan agar jangan mencoba mencipta dan menganalisis secara bersamaan. Mereka adalah proses yang berbeda.

Jadilah pencipta atau seniman lebih dulu. Baru kemudian jadilah analis atau editor.

Tentang konteks

Teks tidak pernah berdiri sendiri. Peristiwa dan tindakan tidak terjadi dalam ruang hampa. Semua itu memerlukan konteks.

Terkait teks, konteks memberi gambaran tentang apa yang terjadi pada waktu teks itu diproduksi. Terkait peristiwa dan tindakan, konteks membantu untuk memberi pesan dan terutama makna dari peristiwa dan tindakan yang terjadi.

Konteks adalah kenyataan, suasana, atau keadaan yang membentuk latar dari suatu peristiwa, pernyataan, tindakan, atau gagasan-gagasan. Sederhananya, konteks adalah informasi mengenai latar belakang yang melingkupi suatu subjek.

Bila Anda salah menempatkan konteks, maka Anda bisa jadi keliru membuat interpretasi.

Momen besar atau momen kecil

Ada yang suka mencari jalan pintas, ada yang lebih suka menunggu keberuntungan terjadi pada dirinya. Namun, ada juga yang bersabar sembari tetap berupaya dan memberi waktu pada apa yang ia kerjakan untuk tumbuh.

Ada yang mencari dan ingin terlibat dalam momen-momen besar. Tapi ada juga yang bergerak tak menunggu, menciptakan momen-momen kecilnya sendiri.

Semua momen positif, manfaat, kebaikan, dan kemurahan hati dari keputusan dan tindakan Anda kepada orang lain akan berbuah. Perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, semua itu nantinya membangun nama Anda, nantinya menjadi reputasi Anda.

Memahami penolakan lamaran kerja

Kalau Anda melamar pekerjaan dan hasilnya Anda ditolak, apa yang biasa Anda lakukan?

Kalau penolakan Anda terima secara tertulis melalui surat, tak ada gunanya menganalisa isi surat karena biasanya alasan penolakan yang sebenarnya tak mungkin dijelaskan.

Kalau penolakan Anda terima secara lisan dengan bertemu langsung si pihak pemberi kerja atau perekrut, maka Anda punya kesempatan meminta umpan balik. Bila memungkinkan, mintalah penjelasan yang rinci mengapa Anda tak berhasil memperoleh pekerjaan yang Anda lamar.

Umpan balik yang rinci dapat memberi informasi yang penting mengenai Anda misalnya ternyata ada keterampilan khusus tertentu yang dicari sementara Anda belum memilikinya. Dengan begitu, Anda mungkin perlu mengambil kursus atau pelatihan untuk melengkapi dan mengembangkan keahlian diri Anda.

Anda juga dapat merefleksikan hal-hal yang Anda peroleh ketika proses umpan balik atau proses saat wawancara. Bisa jadi proses itu menyadarkan Anda kalau pekerjaan yang Anda lamar memang bukan yang sebenarnya Anda inginkan berdasar minat atau keahlian yang Anda miliki. Pengalaman Anda tersebut dapat membantu Anda menimbang apa sebenarnya jenis pekerjaan yang Anda cari.

Mengalami dan mengatasi penolakan memang tak mudah, tetapi proses semacam itu memberi pengetahuan lebih banyak tentang diri Anda.

Hati-hati dengan kekuasaan

Bagaimana cara paling efisien untuk memiliki kekuasaan? Yang mempelajari ilmu sosial tentu tahu jawabannya, yaitu melalui imbalan dan paksaan.

Imbalan adalah upaya Anda memberi orang apa yang mereka inginkan. Paksaan adalah bagaimana Anda menggunakan rasa takut untuk membuat orang melakukan apa yang Anda inginkan.

Contoh lain sumber-sumber guna mendapat kekuasaan dan pengaruh adalah kepakaran (expert), nilai dan tindakan yang mendahulukan kepentingan orang lain (misal empati dan keadilan), serta referensi tertentu yang dimiliki, seperti ketenaran dan status.

Banyak hal positif yang datang dari sebuah kekuasaan, tapi kekuasaan juga memunculkan hal negatif. Bagaimana cara agar terhindar dari hal negatif tersebut?

Anda perlu membangun kesadaran diri yang lebih mendalam. Cermati apa perasaan yang menyertai ketika Anda berkuasa. Cermati juga setiap perubahan dalam perilaku Anda. Apakah Anda mulai merasa paling berkuasa dan kebal terhadap risiko? Coba refleksikan sikap dan tindakan-tindakan Anda.

Selain itu, ketika Anda merasa kekuasaan makin membesar, Anda memerlukan orang (dan sistem) untuk mengawasi dan mengontrol perilaku Anda.

Fokus ke masa depan

Bila Anda berpikir, “Seandainya dulu saya melakukan ini” atau “Seandainya dulu saya memilih jalan yang lain”, apa yang akan Anda peroleh? Anda cenderung berakhir dengan penyesalan.

Temukan apa yang harus Anda pelajari dari hal yang membuat Anda menyesal. Lebih baik lihat semua yang sudah terjadi sebagai pembelajaran.

Salurkan perasaan, pikiran, dan tindakan Anda pada hal-hal yang membangkitkan semangat dan memberi manfaat. Contoh sederhananya adalah berbuatlah baik. Bila tak mungkin untuk banyak orang, mulailah dengan satu orang.

Cobalah bersikap proaktif dan fokus pada masa depan. Segera buat langkah-langkah tindakan, meski kecil, yang dapat Anda lakukan sekarang. Buatlah rencana baru, buatlah tujuan-tujuan baru.

Bergerak maju

Misalkan Anda mengawali refleksi mengenai diri Anda dengan dua pertanyaan:

Apa pengalaman Anda yang dapat membuat Anda menjadi versi terbaik dari diri Anda?

Apa yang Anda inginkan atau apa yang Anda butuhkan?

Bila Anda sudah mengumpulkan semua jawaban dari dua pertanyaan itu, apa hal berikutnya yang Anda lakukan?

Apakah Anda hanya akan duduk diam? Apakah Anda sibuk dengan apa yang sudah biasa Anda lakukan dan mengabaikan semuanya?

Bila Anda memilih untuk menantang diri sendiri, mencoba, dan menerima kemungkinan gagal, maka semua itu berujung pada komitmen dan komitmen adalah pilihan.

Hubungkan antartitik

Bila Anda menemukan atau tertarik pada suatu topik atau isu, jelajahi dan galilah data. Hubungkanlah titik-titik informasi dari segala penjuru.

Sebagai contoh, Anda tertarik pada topik pengalaman pengguna (user experience). Bacalah buku, artikel, dan jurnal riset mengenainya. Bacalah website atau blog yang membahasnya. Lihatlah film atau video youtube yang memiliki hubungan. Dengarkan podcast yang berkaitan. Carilah hingga yang terlihat tidak berhubungan seperti lagu, komik, atau animasi yang relevan dengan topik pengalaman pengguna (user experience).

Kumpulkan sebanyak-banyaknya titik untuk dihubungkan. Anda mungkin akan menemukan bukan hanya informasi yang saling melengkapi, tapi juga kejutan yang menyenangkan.

Aturan bagi diri Anda sendiri

Pernahkah Anda menyatakan kalimat berikut kepada diri Anda sendiri?

“Saya akan melakukan Z dan menghindari melakukan Z”

“Saya tidak mau lagi membiarkan diri saya melakukan Z".

Kalau iya, maka Anda sedang membuat aturan bagi diri Anda sendiri.

Aturan bagi diri Anda sendiri dapat mengurangi jumlah keputusan yang harus Anda buat dan memberi kejelasan tentang apa yang Anda inginkan dalam rentang yang lebih luas.

Dalam konsep pengembangan diri, membuat aturan bagi diri Anda sendiri dapat membantu Anda tidak terbawa dalam suasana hati Anda yang buruk; juga agar Anda bebas dari kendali orang lain.

Iterasi

Bila Anda bekerja di bidang desain, khususnya desain produk, tugas desain belum berakhir ketika produksi sudah dimulai. Iterasi harus dilakukan. Siklus pengembangan produk mungkin harus dilakukan berkali-kali. Produk diuji, ditinjau, dan disempurnakan.

Bila proses pembuatan dan pengembangan produk disederhanakan mungkin akan seperti ini tahapannya: menciptakan, mengevaluasi, dan melakukan iterasi.

Tujuan iterasi adalah melakukan revisi secepatnya. Melalui iterasi, Anda berupaya untuk memahami kebutuhan pelanggan dan mencari jawaban atau pemecahan masalah berkaitan dengan produk.

Visualisasi

Visualisasi adalah gambaran yang kita ciptakan dalam pikiran kita mengenai hal-hal yang kita inginkan atau tidak kita inginkan di dalam hidup kita.

Saya menyebutkan kalau kita juga dapat menciptakan gambaran yang tak kita inginkan karena ini yang lebih sering pikiran kita lakukan. Belum apa-apa, kita sudah membayangkan hal buruk akan terjadi. Kita khawatir nantinya mengalami masalah dan kita tak berhasil mengatasi masalah itu. Karena itu, kita harus menyadari apa yang terjadi dalam pikiran kita dan hati-hati memilih gambaran apa yang kita ciptakan.

Visualisasi mungkin dapat dianalogikan seperti menanam benih tanaman. Kita tak dapat segera melihat perubahan di hari pertama. Kita mulai dengan menanamkan hal-hal positif dalam pikiran lalu meningkatkan pikiran positif tersebut hari demi hari. Dengan begitu, kita dapat mengundang hasil-hasil positif terjadi di dalam hidup kita.

Kalau gagal

Orang yang mencapai keberhasilan selalu belajar dari kegagalan. Belajar dari kegagalan yang dialami orang lain dan terutama belajar dari kegagalan diri sendiri.

Kalau Anda gagal, pusatkan energi dan tekad Anda pada hal-hal yang Anda yakini dapat Anda perbaiki atau tingkatkan.

Kalau Anda gagal, ubah sudut pandang Anda bila diperlukan. Amati dan perhatikan realitas yang ada. Keuletan itu penting, tapi jangan keras kepala tidak mau mencoba melihat kemungkingan yang lain.

Kalau Anda gagal, kenali dan uraikan secara spesifik apa yang telah Anda pelajari. Cobalah tidak membuat kesalahan yang sama dua kali.

Mengejar ketertinggalan belajar

Bila ada orang dekat Anda mengalami kesulitan belajar, apa yang perlu Anda lakukan agar dia tidak ketinggalan dalam belajar?

Fokus dan apresiasi upaya yang sudah dilakukan daripada hasil. Beri penguatan atau pujian bila dia sudah dan sedang mencoba yang terbaik.

Carilah "jangkar" yang dapat membuat dia tertarik pada belajar. Cari apa yang dia sukai dan dapat memotivasinya untuk belajar. Kadang masalah kesulitan belajar dimulai dengan ketidaksukaan terhadap “pengajar” atau “tempat belajar”.

Cari teladan dari orang-orang yang juga mengalami kesulitan belajar. Mereka bisa siapa saja, yang terpenting mereka dapat menginspirasi dia untuk berupaya yang terbaik walau dia mengalami masalah dalam belajar.

Yakinkan dia bahwa setiap orang memiliki kesulitan dan keberhasilan dalam hal-hal tertentu. Ajarkan dia untuk menghargai kekuatan dan kelemahan setiap orang.

Penolakan

Dalam suatu titik dalam hidup, setiap orang mengalami penolakan. Penolakan tidak menyenangkan, tapi itu wajar terjadi karena hidup tak selalu berjalan sesuai harapan. Bahkan penolakan adalah salah satu pengalaman yang Anda perlukan dalam hidup.

Jika Anda tidak pernah ditolak, Anda mungkin selalu hidup di dalam zona nyaman Anda. Ketika mengalami penolakan, Anda akan belajar bagaimana menempatkan diri Anda di dunia nyata.

Penolakan dapat memberi Anda waktu untuk berhenti sejenak, untuk melihat kembali tujuan-tujuan Anda dan bagaimana usaha Anda mencapainya. Penolakan dapat menuntun Anda agar lebih sabar dan berupaya lebih baik.

Informasi tentang konten VIK Kompas #4

 Informasi dalam penelusuran.

Informasi tentang konten VIK Kompas #3

 Informasi dalam penelusuran.

Informasi tentang konten VIK Kompas #2

Berikut ini lanjutan kumpulan judul dari VIK dari situs Kompas yang disertai sedikit kutipan dari setiap konten.

Konten 7. Tawan.

"Tawan menyebut tangan mekanisnya bekerja dengan sistem electroencephalography (EEG). Menurut Kamus Oxford, EEG adalah teknik merekam aktivitas listrik di bagian yang berbeda di otak dan mengubah informasi ini menjadi suatu pola atau gambaran, baik secara digital maupun dicatat di atas kertas yang dinamakan sebagai electroencephalogram."

Konten 8. Bike Messenger.

“Hendi Rachmat (38), Founder dan Chief Operating Officer WMS, menjelaskan, ide mendirikan WMS memang berawal dari hobi dan kecintaannya pada sepeda.

Setelah sepeda fixie booming dengan gegap gempita dan surut begitu cepatnya (2010-2012), Hendi berpikir bagaimana merawat kecintaannya pada sepeda ini. Meskipun tidak lagi booming, kecintaannya pada sepeda fixie tidak surut. Seperti cinta mati.”

Konten 9. Ujian Ahok.

“Gubernur yang punya sapaan akrab Ahok ini memastikan sejumlah program untuk meminimalkan ancaman banjir di Jakarta akan terus berlanjut. Targetnya, program-program prioritas soal itu akan dikebut rampung pada 2016.

Bagi Ahok, banjir dan genangan setiap kali musim hujan datang adalah tantangan besar. Ini masalah yang bukan baru sekarang terjadi tetapi tetap harus ditangani dan mendapat solusi.”

Konten 10. Derita Penjaga Rimba.

“World Conservation Union (Daftar Merah IUCN 2007/IUCN Red List 2007) telah mengklasifikasikan orangutan di Kalimantan sebagai spesies yang terancam punah (endangered), sementara di Sumatera telah diklasifikasikan sebagai spesies yang sangat terancam punah (critically endangered).

Namun, manusia dan orangutan, yang sama-sama satu kingdom animalia dengan orangutan, terus saja berkonflik, menganggap bahwa orangutan adalah hama.”

Konten 11. Indonesia di Puncak Dunia.

“Perubahan Indonesia sejak era kemerdekaan hingga tumbangnya rezim orde baru adalah cerita tentang orang-orang muda yang menggerakkan zaman.

Di tengah berbagai catatan muram tentang negeri ini, setidaknya ada lima pemuda yang kiprahnya layak membuat Indonesia bangga.

Mereka ada di puncak dunia, pada bidang mereka masing-masing, “bertarung” mewujudkan mimpi. Usia mereka belum mencapai kepala tiga.”

Konten 12. Gerhana.

“Dialah bintang yang membuat bumi benderang. Gas raksasa hingga batu kecil mengelilinginya, kadang melintasi wajahnya, menyebabkan fenomana gerhana.”

Konten 13. Tinju.

"Kekalahan hari ini, bukan berarti kekalahan dalam hidup.

Dalam kesempatan lain, mereka bisa saja menang, dan yang menang bisa jadi kalah. Sebagai petinju, menang dan kalah telah menjadi bagian hidup.

Menang dan kalah juga bagian dari hidup semua orang. Karena kehidupan tidak jauh beda dengan ring tinju. Pemenangnya bukan mereka yang memiliki pukulan paling keras, namun mereka yang meski dipukul berkali-kali tetap maju, mereka yang walau jatuh berulang-ulang tapi selalu bangkit.”

Konten 14. Mencari Tuan Baru Kalijodo.

“Cerita tentang Kalijodo bukan sekadar cerita tentang tempat, tapi juga tentang manusia dengan segala kehidupannya. Seperti Jakarta, warga Kalijodo adalah para pendatang dari tempat yang jauh.

Mereka yang tinggal di sana bertranformasi dari zaman ke zaman hingga bentuknya yang terakhir: kawasan kumuh padat penduduk dengan geliat kehidupan malam sebagai sumbu ekonominya.”

Konten 15. Meja Bundar KPK.

“Tak bisa dipungkiri, salah satu yang berjasa mendobrak kesadaran Indonesia untuk melawan korupsi adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sejak lembaga itu dibentuk pada 2003, ia menjadi satu-satunya lembaga yang paling galak terhadap para koruptor. Para pimpinan KPK sebelumnya diapresiasi karena keberaniannya membongkar korupsi di berbagai lembaga penyelenggara negara.”

Konten 16. Baduy Kembali.

“Siapakah orang Baduy itu? Apa identitasnya? Mengapa mereka berbeda? Ada banyak teori soal asal-usul orang Baduy. Beberapa menyebut mereka berasal dari Pajajaran. Ada juga yang menyebut mereka penduduk asli Banten. Namun banyak penelitian menyebutkan orang-orang Baduy ini adalah sisa-sisa rakyat Pajajaran yang menyingkir ke wilayah Pegunungan Kendeng.”

Konten 17. Herkules Cilik dari Pringsewu.

“Kawah candradimuka para lifter belia itu berada di Pringsewu, Lampung. Di sebuah padepokan angkat besi bernama Gajah Lampung, anak-anak berusia 10-12 tahun digodok untuk menjadi lifter profesional kelas dunia.

Inilah jalan panjang seleksi alam untuk mencari bibit atlet angkat besi.”

Konten 18. Jalan Raya E-commerce Indonesia.

“Peradaban manusia memang tidak lepas dari kegiatan jual beli. Mulai dari cara barter hingga menggunakan alat pembayaran seperti saat ini. Kini di era yang semakin terhubung, semua bisa melakukan jual beli melalui internet. Inilah yang populer disebut dengan perdagangan online atau e-commerce. Pemerintah pun yakin inilah penggerak ekonomi masa depan.”

Konten 19. Menjaga Api Kartini.

“Sebagai seorang perempuan yang besar dalam tradisi kebangsawanan yang ketat, Kartini tidak membiarkan pengetahuannya dalam keterbatasan. Dia menggunakan inderanya untuk membaca, mendengar, dan berupaya memahami kehidupan, terutama kehidupan bangsanya yang saat itu masih dalam keadaan terjajah. Dan upaya Kartini itu terekam dengan baik dalam surat-suratnya.”

Konten 20. Formula 1 dan Rio Haryanto.

“Saat ini Formula 1 (F1) mendadak digandrungi oleh masyarakat di Tanah Air. Euforia ini disebabkan adanya pebalap dari Indonesia yang ikut andil dalam balap mobil paling bergengsi di dunia yaitu Rio Haryanto.”

Konten 21. Ayo Rebut Piala Thomas & Uber.

“Piala Thomas merupakan turnamen paling bergengsi nomor beregu putra antar-negara sedunia, sementara Piala Uber merupakan persaingan untuk tim putri.

Nama Thomas dan Uber diambil dari pemain legenda bulu tangkis Inggris, Sir George Alan Thomas dan Elizabeth "Betty" Uber.”

Kunjungi situs VIK milik Kompas.

Saya akan melanjutkan pengumpulan judul-judul VIK pada post berikutnya.

Informasi tentang konten VIK Kompas #1

Pada post kali ini, saya mencoba mengumpulkan semua judul konten atau artikel yang disajikan pada situs VIK milik Kompas. Saya berencana akan membagi kumpulan judul (juga sedikit kutipan dari setiap konten) dalam beberapa post.

Ini saya lakukan karena pertama saya tertarik dengan format VIK. Kedua, untuk memudahkan saya ketika ingin mencari dan membaca konten tertentu dari VIK.

Sekilas tentang VIK

Kompas sebagai salah satu media berita di Indonesia hadir dalam tiga entitas. Yang pertama, surat kabar cetak, yaitu Harian Kompas. Kedua, media berita online, yaitu Kompas.com. Ketiga, media elektronik dalam hal ini televisi, yaitu Kompas TV.

Tapi tak berhenti di situ, Kompas mencari bentuk baru jurnalisme di era digital dengan membuat sebuah bentuk baru situs yang kontennya berusaha menggabungkan bukan hanya teks dan foto, tetapi juga grafis, video, atau gabungan dari semuanya.

Bentuk baru berupa situs ini dapat dikatakan merupakan perwujudan dari visi pendiri Kompas, Jakob Oetama, yang menyadari bahwa informasi tidak lagi diperoleh hanya dalam wahana kertas, tapi juga melalui medium-medium baru digital.

Wisnu Nugroho menulis bahwa situs ini adalah inisial untuk Taufik Mihardja (1962-2014). Ia adalah satu-satunya wartawan Kompas yang secara paripurna melintasi tiga platform media yaitu cetak, digital, dan televisi.

Situs ini, atau yang disebut Wisnu sebagai "rumah" untuk upaya jurnalistik mencari kedalaman, arti, dan perspektif, diberi nama VIK. VIK adalah singkatan dari Visual Interaktif Kompas.

Berikut judul-judul konten yang ada pada situs VIK Kompas:

Konten 1. “Revolusi Mental” ala Korea.

“Lompatan seperti apa yang mereka jalani selama tiga dekade terakhir sampai memunculkan rupa Korea dan capaian teknologinya seperti terlihat pada hari ini? "Revolusi mental" macam apa yang sudah menempa rakyat Korea?”

“Dari zaman ke zaman, Korea terus bermetamorfosis hingga negara ini dijuluki sebagai Negeri Mustahil. Sebutan itu dikemukakan Daniel Tudor, koresponden majalah The Economist di Korea Selatan, dalam bukunya yang berjudul “The Impossible Country” (2012). Dalam buku tersebut Korea Selatan dikisahkan sebagai negeri yang tadinya dibelit kemiskinan dan diduduki oleh kekuasaan tangan diktator kini menjelma menjadi negeri modern, demokratis, makmur, dan penuh semangat.”

Konten 2. Berebut Roh Soekarno.

“Marilah berhenti sejenak dari hiruk pikuk kampanye hitam dan kampanye negatif yang riuh membombardir ruang-ruang kehidupan kita, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Marilah diam sejenak memikirkan satu hal yang paling substansial tentang masa depan bangsa ini, berpikir tentang Indonesia kita, tempat kita hidup merajut cita-cita tentang kehidupan kebangsaan yang adil dan berperikemanusiaan.

Indonesia seperti apakah yang kita perjuangkan?”

Konten 3. Dua Abad Tambora.

“Seperti namanya, Doro Api To’i adalah anak Tambora yang muncul setelah letusan hebat dua abad lalu. ”Sekitar pukul 19.00 pada 10 April (1815), tiga kolom raksasa muncul dari puncak Gunung Tambora. Setelah mencapai titik tertinggi, ketiga kolom itu bergabung, membentuk sesuatu yang mengerikan. Segera saja tubuh gunung di dekat Saugur (Sanggar) berubah jadi cairan api yang terlontar ke berbagai jurusan,” kisah Raja Sanggar, seperti dicatat Letnan Owen Philips, utusan Thomas Raffles, Letnan Gubernur Jawa, yang saat itu menguasai wilayah Hindia Belanda.”

“Inilah letusan gunung api terhebat di Bumi yang pernah tercatat manusia modern. Letusan itu memangkas ketinggian Tambora dari 4.200 meter dari permukaan laut (mdpl) menjadi hanya 2.700 mdpl. Tak hanya itu, letusannya juga memuntahkan isi gunung sehingga mencipta kawah sedalam 1.100 meter dengan diameter hingga 6,2 kilometer.”


Konten 4. Saya Positif.

“Ketakutan akan penganiayaan, pelecehan dan dikucilkan dari anggota keluarga dan lingkungan merupakan beberapa alasan mengapa mereka merahasiakan dan menyangkal status HIV mereka dibandingkan mencari pengobatan. Selain itu, adanya stigma internal seolah menimbulkan perasaan malu, bersalah, penolakan, dan keputusasaan yang pada akhirnya meremehkan peran sosial mereka dan rasa memiliki yang ada di tengah masyarakat. Pada akhirnya, penderitaan dan kematian seolah tak bisa dihindari. Anggapan akan penderitaan dan kematian begitu melekat dan memperkuat stigma serta diskriminasi.”

Konten 5. Top 5 Stories.

1. Politik dan Pemerintahan.
2. Ahok dan DPRD.
3. Kriminal.
4. Medsos, Kisah Cinta, Hingga Kepala Daerah.
5. Don’t Miss It.

Konten 6. Pers Dan Keanekaragaman Indonesia.

“Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap tanggal 9 Februari, Kelompok Kompas Gramedia (KKG) mengadakan serangkaian aktivitas edukatif dan menarik berupa pameran yang disertai dengan pelatihan ringan untuk mahasiswa dan para guru di Mataram, Lombok, mengenai dunia Jurnalistik.”

Kunjungi situs VIK milik Kompas.

Saya akan melanjutkan pengumpulan judul-judul VIK pada post berikutnya.

Selesaikan di hari ini atau hari esok

Apa yang Anda lakukan kalau Anda diberi kesempatan untuk menyelesaikan persoalan yang mendesak hari ini dan membangun sesuatu yang sangat penting bagi hari esok?

Apa yang akan Anda rencanakan?

Siapa saja yang akan Anda ajak untuk berdiskusi? Siapa saja yang akan Anda rekrut menjadi tim?

Sumber daya seperti apa yang Anda harus kumpulkan dan miliki lebih dulu untuk mengerjakan tahap pertama dari keputusan Anda?

Menentukan mana yang harus diselesaikan lebih dulu antara penting atau mendesak bukan hal mudah. Apakah Anda dapat bekerja menyelesaikan keduanya secara seimbang?

Yang jelas bila itu tidak mendesak dan tidak penting, silakan Anda sisihkan, buang, atau hapus.

Tidak usah menunggu informasi hingga lengkap

Seorang teman bertanya kepada saya, “Apa yang harus dilakukan untuk membuat keputusan yang baik atau tepat? Saya menjawab, “Kita memerlukan informasi yang lengkap. Kalau semua lengkap, kita lebih mudah membuat analisa lalu memutuskan.”

Namun, setelah saya renungkan kembali jawaban saya, sepertinya itu tidak mungkin. Pada kenyataannya, jarang sekali bahkan tidak pernah semua informasi kita peroleh secara lengkap.

Mungkin sebaiknya kumpulkan dan saring saja arus informasi atau data yang dikumpulkan hingga taraf cukup untuk membuat pilihan-pilihan keputusan yang bermanfaat. Pertimbangkan semua risiko dari setiap pilihan. Lalu periksa apakah setiap pilihan keputusan yang dibuat selaras dengan nilai dan prioritas kita.

Beberapa orang saja

Hanya beberapa orang saja yang mengetahui Anda dengan cukup baik.

Hanya beberapa orang saja yang menyukai diri Anda apa adanya.

Hanya beberapa orang saja yang memercayai bahwa Anda melakukan pekerjaan Anda dengan baik.

Hanya beberapa orang saja yang karena mengenal Anda dengan baik maka mereka akan memberi kritik atau saran agar diri Anda menjadi lebih baik.

Sulit rasanya kalau Anda ingin menyenangkan semua orang. Pusatkan perhatian Anda kepada beberapa orang saja.