Jangan merasa cukup hanya dengan menjadi rata-rata

Berikut ini adalah percakapan antara Seth Godin dan Magali De Reu tentang pemasaran. Meski percakapan yang terjadi cukup singkat, tetapi ada sejumlah poin yang menarik untuk diperhatikan. Saya mencoba menerjemahkan secara bebas percakapan ini.

Magali: Seth, dapatkah Anda memberi tahu saya tiga tren utama dalam pemasaran saat ini?

Seth: Ada perbedaan antara pencarian keuntungan jangka pendek secara narsisistik yang egois lewat pemasaran berbentuk spam dengan jenis yang lain. Jenis yang lain adalah making things better by making better things. Jadi, yang pertama, tampillah dengan pesan-pesan pribadi antisipatif yang relevan, yang memang benar-benar ingin didengar oleh orang.

Yang kedua adalah orang kini menemukan bahwa setiap orang adalah pemasar. Artinya, jika Anda memiliki keyboard, Anda hanya berjarak satu klik saja dari satu miliar orang, ini menunjukkan siapa yang dapat Anda jangkau.

Dan yang ketiga adalah bahwa media sosial adalah trik yang telah memanipulasi banyak orang untuk menghabiskan banyak waktu. Itu adalah gejala (symptom) untuk menunjukkan bagaimana melakukan pemasaran yang baik, namun itu bukanlah biaya yang dikeluarkan (cost) untuk melakukan pemasaran yang baik.

Magali: Apa kesalahpahaman terbesar dalam pemasaran saat ini? Apa saja kesalahan yang masih dilakukan perusahaan saat ini? Mungkin sesuatu yang berkaitan dengan konsistensi versus otentisitas.

Seth: Saya tak berpikir bahwa otentisitas adalah hal yang nyata. Saya pikir konsistensi lebih penting.

Jika Anda menjalani operasi untuk bahu Anda, Anda tak ingin ditangani seorang dokter bedah yang otentik, yang berkata kalau dirinya merasa hari ini tak dapat memberi apa yang Anda inginkan. Anda ingin dokter bedah yang konsisten, seorang yang profesional. Yang melakukan apa yang ia sudah katakan.

Ketika Anda membeli sepasang sepatu Nike, Anda tak peduli bila orang yang membuat sepatu tersebut ingin Anda dapat berlari dengan cepat. Anda hanya peduli pada bagaimana si pembuat sepatu tersebut melakukan apa yang sudah ia katakan.

Konsistensi menempatkan kita pada tempat yang seharusnya, sementara ontentisitas memberi diri kita ruang untuk bersembunyi. Saya pikir kesalahan yang dibuat oleh para pemasar adalah mereka berpikir kalau mereka dapat membeli perhatian, tetapi mereka seharusnya berjuang hingga dianggap pantas atau layak memperoleh perhatian.

Magali: Bagaimana perusahaan dapat berupaya agar kemudian layak mendapatkan perhatian?

Seth: Membuat sesuatu yang bernilai untuk dibicarakan.

Magali: Sesuatu seperti apa yang pantas dibicarakan?

Seth: Pikirkan tentang setiap merek yang Anda ketahui karena seseorang yang bercerita kepada Anda. Bila Anda pernah menggunakan Airbnb, bila Anda pernah menggunakan Facebook, bila Anda pernah membeli kaos Beckham, mengapa Anda melakukan hal-hal itu?

Itu karena seseorang memberi tahu Anda tentang produk-produk tersebut, Anda melakukannya karena people like us do things like this. Ini terjadi karena seseorang memilih untuk membuat sesuatu yang layak dibicarakan.

Magali: Bagaimana startup yang ada sekarang, melalui pemasaran, dapat mengembangkan bisnis?

Seth: Saya pikir apa yang harus dilakukan oleh para startup hari ini adalah memahami bahwa pemasaran adalah bisnis mereka. Apa yang mereka buat? Bagaimana cara membuatnya? Bagaimana cara menyebarluaskan informasi tentang apa yang mereka buat? Untuk siapa hasil buatan mereka? Apa tujuan mereka membuat? Bagaimana agar apa yang mereka buat dapat nyata dan bertahan? Itu semua yang disebut sebagai pemasaran.

Magali: Apa jenis perusahaan yang nantinya tidak akan mampu bertahan?

Seth: Saya pikir perusahaan-perusahaan yang nantinya paling banyak mengalami kesulitan, meski mungkin mereka akan bertahan hidup, adalah perusahaan raksasa yang membuat barang rata-rata bagi orang kebanyakan (making the average stuff for average people). Karena perusahaan semacam itu ada di posisi pasar yang membosankan dan bisa jadi punah. Yang bertahan kemudian di satu sisi adalah sesuatu yang menjadi sangat murah, atau di sisi lain adalah sesuatu yang sangat bernilai untuk dibayar.

Sumber:

Seth Godin on the rules of marketing and why you can't be average | Magali De Reu at SuperNova.

Asian Games 2018: Medali Emas Atlet Indonesia

Seri Dokumentasi.

Gelaran Asian Games 2018 telah berakhir pada Minggu, 2 September 2018. Indonesia sebagai tuan rumah berhasil meraih total 98 medali dengan rincian 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu.

Berikut urutan perolehan medali emas kontingen Indonesia pada ajang Asian Games 2018:

Medali Emas 1

Defia Rosmaniar. Taekwondo, Poomsae Perorangan Putri. Peraih medali emas pertama untuk Indonesia di Asian Games 2018, gadis kelahiran Bogor, 25 Mei 1995 ini menjadi yang terbaik di nomor poomsae perorangan putri. Defia (23) juga juara Asia 2018 di nomor yang sama, pada kejuaraan Asia di Vietnam, Juni.

Medali Emas 2

Lindswell Kwok. Wushu, Taijijian/Taijiquan Putri. Lindswell (26), pendekar wushu ini meraih emas pada nomor andalannya, tajijian-taijiquan. Sebelum Asian Games, dia telah mengoleksi tiga emas SEA Games dan empat kali juara dunia.

Medali Emas 3

Tiara A Prastika. Balap Sepeda MTB, Downhill Putri. Tiara (22), pebalap putri asal Semarang ini meraih emas balap sepeda gunung nomor downhill. Sebelumnya, dia dua kali meraih medali perunggu pada Kejuaraan Asia 2017 dan 2018.

Medali Emas 4

Khoiful Mukhib. Balap Sepeda MTB, Downhill Putra. Khoiful (27), pebalap sepeda asal Jepara ini menjadi yang tercepat di cabang balap sepeda gunung nomor downhill putra.

Medali Emas 5

Eko Yuli Irawan. Angkat Besi, Kelas 62 Kg Putra. Kelas 62 Kg sempat terhapus dari daftar nomor pertandingan. Setelah dihidupkan kembali, Eko (29), lifter ini membuktikan dirinya layak menjadi andalan.

Medali Emas 6

Tim Paralayang Indonesia. Paralayang, Ketepatan Mendarat Beregu Putra. Tim paralayang Indonesia yang terdiri dari Hening Paradigma, Jony Efendi, Rony Pratama, Jafro Megawanto, dan Aris Apriansyah bahu-membahu mempersembahkan emas untuk Indonesia.

Medali Emas 7

Jafro Megawanto. Paralayang, Ketepatan Mendarat Perorangan Putra. Jafro (22), mantan pelipat payung terjun ini bertransformasi menjadi atlet paralayang andal yang menyumbang emas ketepatan mendarat perorangan putra.

Medali Emas 8

Aries Susanti Rahayu. Panjat Tebing, Kecepatan Putri. Lahir di Grobogan, 21 Maret 1995, Aries (23) kini terkenal sebagai spiderwoman Indonesia setelah merebut emas panjat tebing nomor kecepatan putri.

Medali Emas 9

Tim Dayung Indonesia. Dayung, LM8+ Putra. Tim dayung Indonesia yang terdiri dari Tanzil Hadid, Muhad Yakin, Rio Rizki Darmawan, Jefri Ardianto, Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Ardi Isadi, dan Ujang Hasbulloh menyumbang satu-satunya emas cabang dayung dari nomor delapan pedayung putra.

Medali Emas 10

Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi. Tenis, Ganda Campuran. Duet Christo (28) dan Aldila (23) membuat tenis kembali menyumbang medali emas Asian Games setelah absen selama 16 tahun.

Medali Emas 11

Rifki A Arrosyid. Karate, Kumite Kelas 60 Kg Putra. Karate absen dari daftar penyumbang emas Asian Games sejak 2002. Rifki (20) mengembalikan sukses itu di kumite kelas 60 kg putra.

Medali Emas 12

Aqsa A Aswar. Jetski, Endurance Runabout Terbuka. Diandalkan untuk meraih emas, Aqsa (21) menjawab tantangan itu di nomor endurance runabout terbuka.

Medali Emas 13

Puspa Arumsari. Pencak Silat, Seni Tunggal Putri. Puspa (25), pesilat kelahiran 10 Mei 1993 ini membuka keran medali emas bagi Indonesia dari cabang pencak silat di nomor seni tunggal putri.

Medali Emas 14

Yola Primadona Jampil/Hendy. Pencak Silat, Seni Ganda Putra. Duet Yola (26) dan Hendy (26) menjadi yang terbaik di nomor seni ganda putra cabang pencak silat.

Medali Emas 15

Tim Putra Pencak Silat. Pencak Silat, Seni Tim Putra. Nunu Nugraha (29), Asep Y Sani (25), dan Anggi F Mubarok (25), juara dunia 2016 dan juara SEA Games 2017, melengkapi sukses mereka dengan Asian Games 2018 di nomor seni tim putra.

Medali Emas 16

Aji B Pamungkas. Pencak Silat, Tarung Kelas I:85-90 Kg Putra. Aji (19) sebelumnya adalah pesilat yang menjadi juara Asia 2017 di nomor tarung kelas 85-90 kg putra.

Medali Emas 17

Komang H Adi Putra. Pencak Silat, Tarung Kelas E:65-70 Kg Putra. Komang (23) menghapus kekecewaan setelah meraih perunggu SEA Games 2017 dengan medali emas di Asian Games 2018.

Medali Emas 18

Iqbal C Pratama. Pencak Silat, Tarung Kelas D:60-65 Kg Putra. Iqbal (22), atlet kelahiran 12 Mei 1996 ini menyusul sukses rekan-rekannya dengan merebut di nomor tarung kelas 60-65 kg putra.

Medali Emas 19

Sarah Tria Monita, Pencak Silat, Tarung Kelas C:55-60 Kg Putri. Satu-satunya atlet putri yang turun di final nomor tarung pada 27 Agustus, Sarah tak mau kalah dan meraih medali emas di kelas 55-60 kg.

Medali Emas 20

Abdul Malik. Pencak Silat, Tarung Kelas B:50-55 Kg Putra. Abdul Malik melengkapi sapu bersih Indonesia pada delapan nomor di final hari pertama silat dengan emas nomor tarung kelas 55-60 kg putra.

Medali Emas 21

Tim Putri Panjat Tebing. Panjat Tebing, Kecepatan Estafet Putri. Aries Susanti (23), bergabung dengan Puji Lestari (28), Rajiah Sallsabillah (19), dan Fitriyani (30) meraih emas di nomor kecepatan estafet putri.

Medali Emas 22

Tim Putra Panjat Tebing. Panjat Tebing, Kecepatan Estafet Putra. Rindi Suprianto (27), Muhammad Inayah (22), Abudzar Yulianto (33), dan Leonardo Veddriq (21) membuat kejutan dengan mengalahkan tim Indonesia I yang lebih diunggulkan, untuk meraih emas pada nomor kecepatan estafet putra.

Medali Emas 23

Jonatan Christie. Bulu Tangkis, Tunggal Putra. Dlam perjalanan meraih emas, Jojo (20), sapaan Jonatan, menumbangkan tiga pemain unggulan, termasuk unggulan pertama, Shi Yuqi. Emas tunggal putra dari bulu tangkis ini direbut kembali setelah 16 tahun absen.

Medali Emas 24

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Bulu Tangkis, Ganda Putra. Duet Minions, julukan bagi Kevin (23) dan Marcus (27), terlalu tangguh bagi lawan-lawan mereka. Unggulan utama ini memenuhi target yang dibebeankan kepada mereka untuk meraih emas. Pasangan ganda putra memperoleh emas setelah menang atas ganda putra Indonesia lainnya, Fajar/Rian.

Medali Emas 25

Sugianto. Pencak Silat, Seni Tunggal Putra. Sugianto (29) membuka final silat pada 29 Agustus dengan emas dari nomor seni perorangan putra.

Medali Emas 26

Ayu S Wilantari/Ni Made Dwiyanti. Pencak Silat, Seni Ganda Putri. Seperti ganda putra, nomor seni ganda putri pun direbut Indonesia lewat Ayu (27) dan Made Dwiyanti (26).

Medali Emas 27

Tim Putri Pencak Silat. Pencak Silat, Seni Tim Putri. Pramudita (22), Lutfi (23), dan Gina (23) melengkapi emas pencak silat di nomor seni dengan emas dari tim putri.

Medali Emas 28

Pipit Kamelia. Pencak Silat, Tarung Kelas D:60-65 Kg Putri. Setelah menjadi juara Asia 2017, Pipit (23) melengkapi gelarnya dengan medali emas yang diraihnya pada ajang Asian Games 2018 dari nomor tarung kelas 60-65 kg putri.

Medali Emas 29

Hanifan Y Kusumah. Pencak Silat, Tarung Kelas C:55-60 Kg Putra. Sukses meraih medali emas, Hanifan (20) menjadi lebih dikenal karena aksi spontannya memeluk Presiden Joko Widodo dan Ketua IPSI Prabowo Subianto.

Medali Emas 30

Wewey Wita. Pencak Silat, Tarung Kelas B:50-55 Kg Putri. Gadis berusia 25 tahun asal Ciamis ini melengkapi emas SEA Games 2017 dengan emas Asian Games 2018 di kelas 50-55 kg putri.

Medali Emas 31

Tim Sepak Takraw. Sepak Takraw, Kuadran Putra. Tim ini terdiri dari M. Hardiansyah Muliang (24), Nofrizal (27), Saiful Rijal (27), Husni Uba (36), Rizky Pago (25), dan Abdul H Radjiu (27) menutup perolehan emas Indonesia dari cabang sepak takraw di hari terakhir.

Sumber informasi mengenai perolehan medali emasi Indonesia di atas saya ambil dari suratkabar Kompas, hari Minggu tanggal 2 September 2018, halaman 8 dan 9.

Saya menulis kembali atau mendokumentasikan capaian medali emas di blog saya sebagai wujud rasa bangga saya terhadap penyelenggaraan, prestasi, serta partisipasi semua pihak dari negara Indonesia untuk pesta olahraga Asia ini.

Keajaiban olahraga

Ada satu momen mengharukan yang terjadi pada Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Indonesia. Dua orang pemimpin yang sedang berkompetisi secara politik diajak untuk saling berpelukan oleh salah seorang atlet pencak silat Indonesia. Tiga orang tersebut saling berpelukan dengan balutan bendera Merah Putih, bendera Indonesia.

Saya menyebut momen semacam itu sebagai "Keajaiban Olahraga".

Wilfried Lemke, dalam artikel pendeknya, “Sport is the most unifying tool for peace in the world” menyatakan:

"Not for the first time in my life, I was struck by the thought that sport is the most unifying and inspiring development and peace tool in the world. No other social activity brings people together in such great numbers, and with so much passion and enjoyment."

Olahraga menyatukan orang-orang bahkan negara-negara yang memiliki perbedaan. Melalui olahraga, Anda dapat belajar dan merayakan nilai-nilai seperti disiplin, keadilan, kerja sama tim, solidaritas, juga penghormatan terhadap lawan dan aturan permainan.

Kata seorang teman saya: “Sports makes you kinder”.

Arsip

Arsip adalah sebuah proses pengumpulan, pengaturan, pengendalian, pemeliharaan, dan penyimpanan informasi atau data. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti dokumen tulis, video, rekaman suara, gambar, foto, dan lain-lain.

Mengarsipkan informasi atau data merupakan proses memindahkan informasi atau data ke sebuah perangkat dan sistem penyimpanan terpisah tertentu. Mengapa itu harus dilakukan? Tentu ini berkaitan dengan kebutuhan jangka panjang karena apa yang diarsipkan tersebut mungkin diperlukan untuk referensi di masa depan.

Arsip bukan saja tentang bukti kegiatan, tapi juga merupakan sejarah dan menggambarkan kisah serta memberi pemahaman mengenai lembaga, individu, dan peristiwa.

Siapa pahlawan?

Pahlawan selalu tentang melayani, tentang pengorbanan. Pahlawan bukan tentang menunggu dan meyakini akan ada orang lain yang bertindak.

Pahlawan menginspirasi dan biasanya meninggalkan cerita dan jejak. Karena itu, Anda tak harus bertemu dengan orang yang Anda jadikan pahlawan untuk mempelajari nilai-nilai dan keputusan mengapa ia melakukan apa yang ia lakukan.

Kemampuan yang makin sulit dipelajari

Seorang teman bertanya, dengan semua perkembangan teknologi yang ada sekarang, apa kemampuan yang semakin sulit dipelajari atau dilatih?

Menurut saya, kemampuan melihat secara jelas, jernih, terang, atau berbeda. Itu bisa terkait dengan perspektif, logika, pengenalan pola-pola, pengetahuan, dan banyak lagi lainnya. Semua yang berhubungan dengan the ability to see clearly what’s going on.

Tentang tindakan dan teknologi

Ada dua refleksi yang saya peroleh setelah satu bulan terakhir membaca berbagai macam di internet.

Pertama, berhubungan dengan tindakan: jika sesuatu sudah Anda niatkan, bahkan sudah Anda mulai, terus lakukan. Anda tetap harus bangun dari tidur dan melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan walaupun perasaan Anda sedang tidak enak.

Kedua, berhubungan dengan teknologi: sebelum Anda membeli atau memakai teknologi baru, pertanyaan penting yang harus Anda ajukan adalah apakah teknologi baru ini memiliki risiko tertentu yang berkaitan dengan keamanan data.

Intuisi atau inteligensi

Mana yang lebih baik atau lebih unggul: intuisi atau inteligensi?

Keduanya sama-sama penting. Seperti otak kiri dan otak kanan yang selalu bekerjasama, kedua hal tersebut tak perlu dipertentangkan.

Hubungan antara intuisi dan inteligensi yang terjalin dengan baik dapat menghasilkan kualitas yang hebat dalam hal perspektif, analisis, dan komunikasi.

Menurut Mel Schwartz, seorang psikoterapis, pertemuan dan kerjasama dari intuisi dan inteligensi dapat membuat diri Anda masuk ke dalam wilayah yang penting bagi diri dan kehidupan, yaitu kebijaksanaan.

Apa yang utama dari desain?

Pertama, desain bukan semata tentang tampilan menarik atau indah dilihat, tetapi desain adalah bagaimana memecahkan persoalan.

Mencegah penyebaran berita bohong (fake news)

Semua pihak dapat berperan untuk mencegah menyebarnya berita bohong (fake news).

Semua media sosial harus memiliki tim dan sistem untuk menelusuri dan menseleksi konten berita bohong.

Pembuat konten harus membuat konten dengan memikirkan dampak jangka panjang dari konten tersebut ketika dikonsumsi nantinya.

Bila kita ingin berbagi (sharing) suatu konten (artikel, gambar, foto, berita, video dan lain-lain) di blog, situs, atau media sosial kita, timbang dan periksa dulu konten tersebut.

Kita harus mengetahui sumber konten itu. Apakah sumber itu dapat dipercaya dan memiliki kredibilitas. Kita juga perlu melakukan pemeriksaan dan perbandingan terhadap fakta-fakta dari konten tesebut dari beberapa sumber (multiple resources comparing).

Menambah pengetahuan

Tetap rawat keingintahuanmu. Bagaimana cara memperluas atau menambah pengetahuan?

- Membaca. Bacalah fiksi dan nonfiksi. Bacalah segala sesuatu yang menarik perhatian.

- Bertanya (bila memungkinkan) segala hal kepada seseorang. Orang seringkali suka bercerita tentang dirinya, tentang apa yang dikuasai dan ketertarikannya.

Pengembangan micro-content

Ketika membaca post dari David Meerman Scott yang berjudul Monetizing Micro-Content: What Marketers Need To Know About Blockchain, ia menulis beberapa ide tentang pengembangan micro-content.

Semua penerapan gagasan David tersebut dilakukan secara online. Dari gagasan David itu, yang menarik perhatian saya adalah:

1) Konten bisa dijual langsung dan mudah dari pembuat konten ke konsumen konten. Ini artinya memungkinkan bagi film, lagu, ebook, dan foto dijual secara langsung dengan mudah ke konsumen. Hal ini mungkin dapat melewati layanan seperti Netflix, Spotify, Amazon Kindle, dan Getty.

Dari ide David ini, saya membayangkan misalkan seorang pembuat film animasi membuat sebuah film pendek dalam beberapa seri. Lalu membuat semacam thriler-nya. Bila ada yang suka dan ingin menonton lebih lanjut dapat membeli secara langsung kepada si pembuat film. Orang dapat membeli satu, beberapa, atau semua seri film itu.

2) Terkait dengan penjualan konten secara langsung kepada konsumen, berita bisa dimonetisasi sampai ke tingkat cerita. Sebuah publikasi media dapat menawarkan suatu cerita yang bersifat personal seharga 1 sen, 5 sen, atau 10 sen per bagian.

Dari ide David ini, saya membayangkan misalkan seorang konsumen konten dari sebuah publikasi media (misalkan saja suratkabar digital Kompas) ingin memiliki informasi tentang objek pariwisata di daerah Lombok. Ia lalu mencari dan memilih berita-berita, artikel, dan foto-foto tentang itu dari suratkabar digital Kompas. Ia kemudian membeli hanya informasi itu saja tanpa yang lainnya.

Tujuan dan arah

Ada yang selalu menetapkan tujuan-tujuan dalam hidupnya. Lalu merencanakan semua langkah untuk mencapai tujuan tersebut.

Ada yang lebih penting menemukan arah lebih dulu dan menyusuri perjalanan berdasar arah tersebut.

Tapi mana pun yang diprioritaskan lebih dulu, tujuan atau arah untuk jangka panjang memerlukan evaluasi, refleksi, dan umpan balik dalam jangka pendek.

Mencari dengan bertanya

Salah satu cara menemukan apa yang terbaik dari diri Anda adalah refleksi. Anda menggali ke dalam diri Anda dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Langkah pertama, untuk versi diri di usia Anda sekarang, dua pertanyaan ini mungkin dapat memantik ide-ide:

Jika Anda punya uang yang tidak terbatas, apa yang Anda lakukan untuk menghabiskan waktu?

Aktivitas apa yang membuat diri Anda bersemangat?

Matikan dulu filter dalam pikiran dan mental Anda. Tuliskan apa pun yang muncul dalam pikiran.

Langkah kedua, sekarang untuk versi diri Anda sebagai anak-anak. Cobalah Anda ingat kembali hasrat Anda ketika anak-anak. Hal apa saja yang ingin Anda lakukan sebagai anak-anak. Panggil kembali memori tersebut dengan bantuan pertanyaan berikut:

Apa yang membuatmu senang sekali ketika anak-anak?

Apa aktivitas yang sangat Anda senangi sebagai anak-anak? Sebelum Anda mulai mematuhi aturan-aturan yang muncul seiring bertambah usia.

Sama seperti sebelumnya, tuliskan semua isi pikiran dan hatimu.

Langkah ketiga, baca dan perhatikan semua jawaban Anda yang ada pada dua versi diri Anda tersebut. Temukan dan simpulkan jawaban-jawaban yang memiliki hubungan.

Siapa tahu Anda akan menemukan bagian puzzle dari diri Anda yang hilang.

Apa gagasan gila Anda?

Coba pikirkan lalu tuliskan gagasan-gagasan gila Anda.

Bila gagasan-gagasan itu benar-benar tidak masuk akal, coba carilah informasi tentangnya, misalnya apakah di kehidupan nyata sudah ada realisasi terhadap gagasan tersebut atau hal tertentu yang mungkin mendekati gagasan tersebut.

Dengan latihan semacam ini, Anda sedang membebaskan diri Anda dari belenggu “tidak mungkin” yang ada di dalam pikiran Anda.

Kunci tindakan adalah memulai

Perdebatan mengenai topik melakukan sesuatu (doing) biasanya selalu tentang kuantitas melawan kualitas. Lakukan dengan pendekatan yang berbeda berkali-kali hingga menemukan satu yang paling menunjukkan kemungkinan berhasil. Atau, lakukan satu atau beberapa kali saja dengan optimalisasi semua sumber daya yang dimiliki dan strategi yang ditimbang secara matang.

Kunci dari bertindak sebenarnya ada pada the art of starting, seni bagaimana untuk memulai. Yang penting pada seni memulai ini adalah rincian tidak menjadi penting.

Ketika mengawali satu tindakan guna mencapai tujuan tertentu -membangun/menciptakan kebiasaan- satu-satunya yang terpenting adalah memulai. Bila Anda konsiten dengan jadwal yang telah Anda buat, lalu Anda mendapat gagasan pokok selama proses, maka rinciannya akan muncul dengan sendirinya.

Memulai dengan elemen dasar

Semua yang Anda tekuni butuh sesuatu yang merupakan bahan awal atau bahan utama. Ada fondasi tertentu dari suatu kemampuan, bidang, atau profesi.

If you want your work to succeed for the long-term, you need start with the basics.

Bila Anda ingin menjalani profesi tertentu seperti musisi, olahragawan, penulis, atau pengusaha ada elemen-elemen dasar yang perlu Anda sediakan atau kuasai.

Selain itu, bersiaplah untuk melakukan hal-hal yang berada di luar zona nyaman Anda.

Transformasi

Kekuatan transformasi terletak pada keberanian menelusuri perjalanan dalam kondisi ketidaktahuan dan kesediaan berpikir secara berbeda.

Transformasi adalah tentang ketidakpastian, juga pola pikir baru dan kebiasan-kebiasaan baru.

Menang

Vince Lombardi mengatakan:

“Winning isn't everything, it's the only thing.”

Banyak refleksi tentang kemenangan.

Kemenangan itu bukan hal yang mudah untuk dicapai, butuh pengorbanan.

Meraih kemenangan itu sulit, tapi lebih sulit lagi adalah mempertahankannya.

Kemenangan seringkali bukan soal keberhasilan mencapainya, tapi soal kesempatan untuk berupaya sekeras-kerasnya.

Tapi mampukah kita meniatkan dan mewujudkan kemenangan dengan cara sebanyak-banyaknya membantu orang lain.

Eksplorasi permasahan baru

Kini teknologi berkembang dan berubah dengan cepat. Salah satu implikasinya adalah Anda tak bisa lagi memecahkan permasalahan dengan cara lama.

Anda harus punya strategi seperti layaknya bermain game. Ini artinya eksplorasi jadi lebih penting daripada sekadar prediksi. Anda perlu terus mencari informasi /gagasan dengan cara melihat ke tempat baru di luar bidang pengetahuan Anda selama ini.

Perencanaan harus didasarkan bukan lagi pada permasalahan yang umum atau rutin, tapi pada hal-hal yang harus dipelajari untuk memecahkan permasalahan yang baru dan penting.

Sedikit tentang pemasaran melalui konten 2018 (content marketing 2018)

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perkembangan pemasaran melalui konten (content marketing).

Google terus memperbaharui kemampuan mesin pencariannya menjadi lebih intuitif. Mesin pencari Google kini semakin rinci dan dalam ketika memahami suatu topik dan konten.

Menurut data Business2Community, pada tahun 2018 hampir 80% penggunaan internet akan melalui pencarian melalui mobile (mobile searches).

Ada peningkatan hubungan antara pencarian akses konten melalui mobile (mobile searches) dan kebutuhan terhadap konten lokal.

Konten yang Anda buat dan sebarluaskan haruslah sesuai dengan konten yang dicari atau ingin dikonsumsi oleh audien pada wilayah/lokasi yang Anda sasar.

Untuk merespon hal tersebut, maka optimalkan informasi lokasi dan kecepatan akses terhadap konten Anda yang ada di perangkat mobile, maupun dekstop. Selain itu, format konten dalam bentuk gambar, foto, dan video lebih menarik bagi audien Anda.

Perkembangan dunia digital dan internet lainnya yang juga menarik disimak adalah voice search dan artificial intelligence.

Kekuatan sebuah band

Bertahan dalam dunia musik bukan perkara mudah apalagi bagi sebuah band.

Apa rahasia dari band yang dapat tetap bertahan dari zaman ke zaman? Apa yang sebenarnya menjadi kekuatan sebuah band?

- Lirik lagu.
- Aransemen musik.
- Kekuatan karakter atau pesona dari individu personel band.

Para anggota band dituntut untuk dapat saling berkolaborasi di antara mereka. Bukan hanya dari sisi kreativitas tapi juga keterampilan musiknya. Dan yang paling berat adalah saling mengerti dan menekan ego individu karena band merupakan permainan tim.

Asumsi Anda dapat keliru

Karena Anda memiliki informasi dan sumber daya yang lengkap maka Anda akan selalu tahu apa yang harus Anda lakukan.

Karena semua orang menggunakan suatu hal, maka Anda juga harus menggunakan hal tersebut.

Setelah tragedi

Peristiwa yang buruk atau kejadian yang menyedihkan dapat datang dalam berbagai skala. Bentuk peristiwa atau kejadian semacam ini yang paling berdampak besar, luas, dan dalam adalah tragedi. Tragedi merupakan peristiwa yang tak hanya membawa kesedihan atau kesengsaraan secara lahir, namun juga secara batin.

Apa yang dapat kita pelajari dari orang-orang yang berhasil melanjutkan hidup mereka setelah mengalami tragedi?

Yang saya pelajari adalah mereka tetap berduka, tapi tidak ingin larut dalam duka tersebut. Mereka mengolah dan mengubah semua emosi akibat tragedi menjadi energi yang kemudian diwujudkan ke dalam bentuk tindakan.

Mental yang biasa dibangun adalah saya harus bertahan hidup, saya memiliki keberanian, dan saya bukan korban.

Mereka mencoba mencari arah dan tujuan baru dalam hidup. Mereka bersedih tapi menolak untuk lumpuh (meski mereka mengalami cacat tubuh).

Mereka menghitung dan menginventarisir kembali apa yang mereka miliki. Mereka kemudian membangun kembali visi masa depan berdasar apa yang mereka miliki tersebut.

Slogan mereka mungkin kira-kira sepert ini:

When you have a choice, choose gratitude and joy.

Do you see opportunities?

When life gets you down, remember this:

There are no mistakes. Only lessons.

There are no failure. Only feedback.

If you want different results, do something different.

Opportunity and obstacles depend upon how you subjectively perceive your world.

Bicara dengan diri sendiri

Dalam sehari tak terhitung berapa kali kita bicara dengan diri sendiri (self-talk). Dan bagi saya pribadi, sulit rasanya menghilangkan suara dari dalam diri yang berpola negatif (negative self-talk).

Percakapan atau suara dari dalam diri kita tersebut tentu tidak melulu berpola negatif, ada juga yang positif dan netral.

Lalu bagaimana cara menghilangkan suara dari dalam diri yang negatif? Sepertinya tidak mungkin kita menghentikannya karena memang hal itu alamiah terjadi pada diri manusia. Namun, meski kita sulit menghentikan, kita dapat meminimalisirnya.

Cara yang efektif untuk mengurangi adalah melakukan hal sebaliknya, yakni memborbardir diri kita dengan suara dalam diri yang berpola positif. Pola positif ini dapat diperoleh bila kita memilih melakukan aktivitas yang penting dan bermanfaat. Pola positif ini juga dapat datang dari latihan untuk berpikir tentang kemungkinan atau alternatif.

Keras kepala

Keras kepala dapat menjadi hal baik atau buruk.

Menjadi buruk kalau Anda keras kepala terhadap ide atau opini Anda, tapi Anda tak punya kepercayaan yang kokoh, tak punya data yang cukup, tak punya argumentasi dan kehendak yang kuat. Juga buruk bila sudah ada bukti bahwa hal yang Anda pertahankan itu salah, tapi Anda tetap merasa itu benar.

Namun, keras kepala juga merupakan kebaikan bila Anda:

Percaya bahwa diri Anda memiliki keunikan tertentu. Percaya bahwa pilihan-pilihan yang Anda buat akan menentukan hidup Anda. Percaya bahwa semua kesulitan yang Anda alami akan memberi suatu pengetahuan bagi hidup Anda.

Mana pilihan jalan Anda?

Ikut arus atau menjadi mandiri? Ditolak atau dibutuhkan? Tindakan Anda menentukan jawabannya.

Selain itu, yang manapun yang Anda pilih, Anda nantinya dapat memperoleh pemahaman apakah Anda sedang mengikuti jalan yang sudah ada sebelumnya atau Anda sedang menemukan atau membuat jalan yang mungkin baru.

Merebut perhatian dan kepercayaan

Bila ditanya apa yang paling diperebutkan saat ini? Jawabannya adalah perhatian dan kepercayaan. Dalam suatu hubungan, dari sosial hingga bisnis, perhatian merupakan awal dan kepercayaan adalah segalanya.

Bagaimana cara agar Anda dipercaya? Banyak yang telah menulis tentang ini. Menurut saya yang terpenting adalah:

Rasa hormat. Menghormati orang lain tanpa melihat dari mana latarnya belakangnya merupakan keutamaan. Anda akan mendapatkan balasannya kelak.

Mendengarkan. Berikan perhatian sepenuhnya pada lawan bicara Anda dan tanyakan sejelas-jelasnya bila ada yang tidak Anda mengerti.

Menolong orang yang baru dalam suatu hal. Cobalah bantu orang yang baru belajar atau baru melakukan sesuatu meski Anda hanya dapat membantu sedikit.

Selalu ada yang baru di masa depan

Tidak ada yang tahu masa depan, kecuali Anda mungkin punya sixth sense. Karena itu, kita sebenarnya selalu memperoleh pengalaman baru setiap saat. Meski mungkin itu tak tampak karena kita melewatinya sebagai suatu aktivitas yang rutin.

Yang biasa kita persiapkan adalah membuat perencanaan, antisipasi, dan skenario.

Hidup tanpa guru

Terlalu berlebihan kiranya kalau ada yang mengatakan kita bisa hidup tanpa guru. Semua yang kita pelajari untuk menghadapi apa yang kita temui dalam hidup membutuhkan guru.

Guru bukan hanya orang. Guru bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti buku, film, sejarah, teladan perilaku dari orang tertentu, contoh praktik terbaik dari bidang tertentu, pengalaman, dan masih banyak yang lainnya.