Arsip

Arsip adalah sebuah proses pengumpulan, pengaturan, pengendalian, pemeliharaan, dan penyimpanan informasi atau data. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti dokumen tulis, video, rekaman suara, gambar, foto, dan lain-lain.

Mengarsipkan informasi atau data merupakan proses memindahkan informasi atau data ke sebuah perangkat dan sistem penyimpanan terpisah tertentu. Mengapa itu harus dilakukan? Tentu ini berkaitan dengan kebutuhan jangka panjang karena apa yang diarsipkan tersebut mungkin diperlukan untuk referensi di masa depan.

Arsip bukan saja tentang bukti kegiatan, tapi juga merupakan sejarah dan menggambarkan kisah serta memberi pemahaman mengenai lembaga, individu, dan peristiwa.

Siapa pahlawan?

Pahlawan selalu tentang melayani, tentang pengorbanan. Pahlawan bukan tentang menunggu dan meyakini akan ada orang lain yang bertindak.

Pahlawan menginspirasi dan biasanya meninggalkan cerita dan jejak. Karena itu, Anda tak harus bertemu dengan orang yang Anda jadikan pahlawan untuk mempelajari nilai-nilai dan keputusan mengapa ia melakukan apa yang ia lakukan.

Kemampuan yang makin sulit dipelajari

Seorang teman bertanya, dengan semua perkembangan teknologi yang ada sekarang, apa kemampuan yang semakin sulit dipelajari atau dilatih?

Menurut saya, kemampuan melihat secara jelas, jernih, terang, atau berbeda. Itu bisa terkait dengan perspektif, logika, pengenalan pola-pola, pengetahuan, dan banyak lagi lainnya. Semua yang berhubungan dengan the ability to see clearly what’s going on.

Tentang tindakan dan teknologi

Ada dua refleksi yang saya peroleh setelah satu bulan terakhir membaca berbagai macam di internet.

Pertama, berhubungan dengan tindakan: jika sesuatu sudah Anda niatkan, bahkan sudah Anda mulai, terus lakukan. Anda tetap harus bangun dari tidur dan melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan walaupun perasaan Anda sedang tidak enak.

Kedua, berhubungan dengan teknologi: sebelum Anda membeli atau memakai teknologi baru, pertanyaan penting yang harus Anda ajukan adalah apakah teknologi baru ini memiliki risiko tertentu yang berkaitan dengan keamanan data.

Intuisi atau inteligensi

Mana yang lebih baik atau lebih unggul: intuisi atau inteligensi?

Keduanya sama-sama penting. Seperti otak kiri dan otak kanan yang selalu bekerjasama, kedua hal tersebut tak perlu dipertentangkan.

Hubungan antara intuisi dan inteligensi yang terjalin dengan baik dapat menghasilkan kualitas yang hebat dalam hal perspektif, analisis, dan komunikasi.

Menurut Mel Schwartz, seorang psikoterapis, pertemuan dan kerjasama dari intuisi dan inteligensi dapat membuat diri Anda masuk ke dalam wilayah yang penting bagi diri dan kehidupan, yaitu kebijaksanaan.

Apa yang utama dari desain?

Pertama, desain bukan semata tentang tampilan menarik atau indah dilihat, tetapi desain adalah bagaimana memecahkan persoalan.

Mencegah penyebaran berita bohong (fake news)

Semua pihak dapat berperan untuk mencegah menyebarnya berita bohong (fake news).

Semua media sosial harus memiliki tim dan sistem untuk menelusuri dan menseleksi konten berita bohong.

Pembuat konten harus membuat konten dengan memikirkan dampak jangka panjang dari konten tersebut ketika dikonsumsi nantinya.

Bila kita ingin berbagi (sharing) suatu konten (artikel, gambar, foto, berita, video dan lain-lain) di blog, situs, atau media sosial kita, timbang dan periksa dulu konten tersebut.

Kita harus mengetahui sumber konten itu. Apakah sumber itu dapat dipercaya dan memiliki kredibilitas. Kita juga perlu melakukan pemeriksaan dan perbandingan terhadap fakta-fakta dari konten tesebut dari beberapa sumber (multiple resources comparing).

Menambah pengetahuan

Tetap rawat keingintahuanmu. Bagaimana cara memperluas atau menambah pengetahuan?

- Membaca. Bacalah fiksi dan nonfiksi. Bacalah segala sesuatu yang menarik perhatian.

- Bertanya (bila memungkinkan) segala hal kepada seseorang. Orang seringkali suka bercerita tentang dirinya, tentang apa yang dikuasai dan ketertarikannya.

Pengembangan micro-content

Ketika membaca post dari David Meerman Scott yang berjudul Monetizing Micro-Content: What Marketers Need To Know About Blockchain, ia menulis beberapa ide tentang pengembangan micro-content.

Semua penerapan gagasan David tersebut dilakukan secara online. Dari gagasan David itu, yang menarik perhatian saya adalah:

1) Konten bisa dijual langsung dan mudah dari pembuat konten ke konsumen konten. Ini artinya memungkinkan bagi film, lagu, ebook, dan foto dijual secara langsung dengan mudah ke konsumen. Hal ini mungkin dapat melewati layanan seperti Netflix, Spotify, Amazon Kindle, dan Getty.

Dari ide David ini, saya membayangkan misalkan seorang pembuat film animasi membuat sebuah film pendek dalam beberapa seri. Lalu membuat semacam thriler-nya. Bila ada yang suka dan ingin menonton lebih lanjut dapat membeli secara langsung kepada si pembuat film. Orang dapat membeli satu, beberapa, atau semua seri film itu.

2) Terkait dengan penjualan konten secara langsung kepada konsumen, berita bisa dimonetisasi sampai ke tingkat cerita. Sebuah publikasi media dapat menawarkan suatu cerita yang bersifat personal seharga 1 sen, 5 sen, atau 10 sen per bagian.

Dari ide David ini, saya membayangkan misalkan seorang konsumen konten dari sebuah publikasi media (misalkan saja suratkabar digital Kompas) ingin memiliki informasi tentang objek pariwisata di daerah Lombok. Ia lalu mencari dan memilih berita-berita, artikel, dan foto-foto tentang itu dari suratkabar digital Kompas. Ia kemudian membeli hanya informasi itu saja tanpa yang lainnya.

Tujuan dan arah

Ada yang selalu menetapkan tujuan-tujuan dalam hidupnya. Lalu merencanakan semua langkah untuk mencapai tujuan tersebut.

Ada yang lebih penting menemukan arah lebih dulu dan menyusuri perjalanan berdasar arah tersebut.

Tapi mana pun yang diprioritaskan lebih dulu, tujuan atau arah untuk jangka panjang memerlukan evaluasi, refleksi, dan umpan balik dalam jangka pendek.

Mencari dengan bertanya

Salah satu cara menemukan apa yang terbaik dari diri Anda adalah refleksi. Anda menggali ke dalam diri Anda dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Langkah pertama, untuk versi diri di usia Anda sekarang, dua pertanyaan ini mungkin dapat memantik ide-ide:

Jika Anda punya uang yang tidak terbatas, apa yang Anda lakukan untuk menghabiskan waktu?

Aktivitas apa yang membuat diri Anda bersemangat?

Matikan dulu filter dalam pikiran dan mental Anda. Tuliskan apa pun yang muncul dalam pikiran.

Langkah kedua, sekarang untuk versi diri Anda sebagai anak-anak. Cobalah Anda ingat kembali hasrat Anda ketika anak-anak. Hal apa saja yang ingin Anda lakukan sebagai anak-anak. Panggil kembali memori tersebut dengan bantuan pertanyaan berikut:

Apa yang membuatmu senang sekali ketika anak-anak?

Apa aktivitas yang sangat Anda senangi sebagai anak-anak? Sebelum Anda mulai mematuhi aturan-aturan yang muncul seiring bertambah usia.

Sama seperti sebelumnya, tuliskan semua isi pikiran dan hatimu.

Langkah ketiga, baca dan perhatikan semua jawaban Anda yang ada pada dua versi diri Anda tersebut. Temukan dan simpulkan jawaban-jawaban yang memiliki hubungan.

Siapa tahu Anda akan menemukan bagian puzzle dari diri Anda yang hilang.

Apa gagasan gila Anda?

Coba pikirkan lalu tuliskan gagasan-gagasan gila Anda.

Bila gagasan-gagasan itu benar-benar tidak masuk akal, coba carilah informasi tentangnya, misalnya apakah di kehidupan nyata sudah ada realisasi terhadap gagasan tersebut atau hal tertentu yang mungkin mendekati gagasan tersebut.

Dengan latihan semacam ini, Anda sedang membebaskan diri Anda dari belenggu “tidak mungkin” yang ada di dalam pikiran Anda.

Kunci tindakan adalah memulai

Perdebatan mengenai topik melakukan sesuatu (doing) biasanya selalu tentang kuantitas melawan kualitas. Lakukan dengan pendekatan yang berbeda berkali-kali hingga menemukan satu yang paling menunjukkan kemungkinan berhasil. Atau, lakukan satu atau beberapa kali saja dengan optimalisasi semua sumber daya yang dimiliki dan strategi yang ditimbang secara matang.

Kunci dari bertindak sebenarnya ada pada the art of starting, seni bagaimana untuk memulai. Yang penting pada seni memulai ini adalah rincian tidak menjadi penting.

Ketika mengawali satu tindakan guna mencapai tujuan tertentu -membangun/menciptakan kebiasaan- satu-satunya yang terpenting adalah memulai. Bila Anda konsiten dengan jadwal yang telah Anda buat, lalu Anda mendapat gagasan pokok selama proses, maka rinciannya akan muncul dengan sendirinya.

Memulai dengan elemen dasar

Semua yang Anda tekuni butuh sesuatu yang merupakan bahan awal atau bahan utama. Ada fondasi tertentu dari suatu kemampuan, bidang, atau profesi.

If you want your work to succeed for the long-term, you need start with the basics.

Bila Anda ingin menjalani profesi tertentu seperti musisi, olahragawan, penulis, atau pengusaha ada elemen-elemen dasar yang perlu Anda sediakan atau kuasai.

Selain itu, bersiaplah untuk melakukan hal-hal yang berada di luar zona nyaman Anda.

Transformasi

Kekuatan transformasi terletak pada keberanian menelusuri perjalanan dalam kondisi ketidaktahuan dan kesediaan berpikir secara berbeda.

Transformasi adalah tentang ketidakpastian, juga pola pikir baru dan kebiasan-kebiasaan baru.

Menang

Vince Lombardi mengatakan:

“Winning isn't everything, it's the only thing.”

Banyak refleksi tentang kemenangan.

Kemenangan itu bukan hal yang mudah untuk dicapai, butuh pengorbanan.

Meraih kemenangan itu sulit, tapi lebih sulit lagi adalah mempertahankannya.

Kemenangan seringkali bukan soal keberhasilan mencapainya, tapi soal kesempatan untuk berupaya sekeras-kerasnya.

Tapi mampukah kita meniatkan dan mewujudkan kemenangan dengan cara sebanyak-banyaknya membantu orang lain.

Eksplorasi permasahan baru

Kini teknologi berkembang dan berubah dengan cepat. Salah satu implikasinya adalah Anda tak bisa lagi memecahkan permasalahan dengan cara lama.

Anda harus punya strategi seperti layaknya bermain game. Ini artinya eksplorasi jadi lebih penting daripada sekadar prediksi. Anda perlu terus mencari informasi /gagasan dengan cara melihat ke tempat baru di luar bidang pengetahuan Anda selama ini.

Perencanaan harus didasarkan bukan lagi pada permasalahan yang umum atau rutin, tapi pada hal-hal yang harus dipelajari untuk memecahkan permasalahan yang baru dan penting.

Sedikit tentang pemasaran melalui konten 2018 (content marketing 2018)

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perkembangan pemasaran melalui konten (content marketing).

Google terus memperbaharui kemampuan mesin pencariannya menjadi lebih intuitif. Mesin pencari Google kini semakin rinci dan dalam ketika memahami suatu topik dan konten.

Menurut data Business2Community, pada tahun 2018 hampir 80% penggunaan internet akan melalui pencarian melalui mobile (mobile searches).

Ada peningkatan hubungan antara pencarian akses konten melalui mobile (mobile searches) dan kebutuhan terhadap konten lokal.

Konten yang Anda buat dan sebarluaskan haruslah sesuai dengan konten yang dicari atau ingin dikonsumsi oleh audien pada wilayah/lokasi yang Anda sasar.

Untuk merespon hal tersebut, maka optimalkan informasi lokasi dan kecepatan akses terhadap konten Anda yang ada di perangkat mobile, maupun dekstop. Selain itu, format konten dalam bentuk gambar, foto, dan video lebih menarik bagi audien Anda.

Perkembangan dunia digital dan internet lainnya yang juga menarik disimak adalah voice search dan artificial intelligence.

Kekuatan sebuah band

Bertahan dalam dunia musik bukan perkara mudah apalagi bagi sebuah band.

Apa rahasia dari band yang dapat tetap bertahan dari zaman ke zaman? Apa yang sebenarnya menjadi kekuatan sebuah band?

- Lirik lagu.
- Aransemen musik.
- Kekuatan karakter atau pesona dari individu personel band.

Para anggota band dituntut untuk dapat saling berkolaborasi di antara mereka. Bukan hanya dari sisi kreativitas tapi juga keterampilan musiknya. Dan yang paling berat adalah saling mengerti dan menekan ego individu karena band merupakan permainan tim.

Asumsi Anda dapat keliru

Karena Anda memiliki informasi dan sumber daya yang lengkap maka Anda akan selalu tahu apa yang harus Anda lakukan.

Karena semua orang menggunakan suatu hal, maka Anda juga harus menggunakan hal tersebut.

Setelah tragedi

Peristiwa yang buruk atau kejadian yang menyedihkan dapat datang dalam berbagai skala. Bentuk peristiwa atau kejadian semacam ini yang paling berdampak besar, luas, dan dalam adalah tragedi. Tragedi merupakan peristiwa yang tak hanya membawa kesedihan atau kesengsaraan secara lahir, namun juga secara batin.

Apa yang dapat kita pelajari dari orang-orang yang berhasil melanjutkan hidup mereka setelah mengalami tragedi?

Yang saya pelajari adalah mereka tetap berduka, tapi tidak ingin larut dalam duka tersebut. Mereka mengolah dan mengubah semua emosi akibat tragedi menjadi energi yang kemudian diwujudkan ke dalam bentuk tindakan.

Mental yang biasa dibangun adalah saya harus bertahan hidup, saya memiliki keberanian, dan saya bukan korban.

Mereka mencoba mencari arah dan tujuan baru dalam hidup. Mereka bersedih tapi menolak untuk lumpuh (meski mereka mengalami cacat tubuh).

Mereka menghitung dan menginventarisir kembali apa yang mereka miliki. Mereka kemudian membangun kembali visi masa depan berdasar apa yang mereka miliki tersebut.

Slogan mereka mungkin kira-kira sepert ini:

When you have a choice, choose gratitude and joy.

Do you see opportunities?

When life gets you down, remember this:

There are no mistakes. Only lessons.

There are no failure. Only feedback.

If you want different results, do something different.

Opportunity and obstacles depend upon how you subjectively perceive your world.

Bicara dengan diri sendiri

Dalam sehari tak terhitung berapa kali kita bicara dengan diri sendiri (self-talk). Dan bagi saya pribadi, sulit rasanya menghilangkan suara dari dalam diri yang berpola negatif (negative self-talk).

Percakapan atau suara dari dalam diri kita tersebut tentu tidak melulu berpola negatif, ada juga yang positif dan netral.

Lalu bagaimana cara menghilangkan suara dari dalam diri yang negatif? Sepertinya tidak mungkin kita menghentikannya karena memang hal itu alamiah terjadi pada diri manusia. Namun, meski kita sulit menghentikan, kita dapat meminimalisirnya.

Cara yang efektif untuk mengurangi adalah melakukan hal sebaliknya, yakni memborbardir diri kita dengan suara dalam diri yang berpola positif. Pola positif ini dapat diperoleh bila kita memilih melakukan aktivitas yang penting dan bermanfaat. Pola positif ini juga dapat datang dari latihan untuk berpikir tentang kemungkinan atau alternatif.

Keras kepala

Keras kepala dapat menjadi hal baik atau buruk.

Menjadi buruk kalau Anda keras kepala terhadap ide atau opini Anda, tapi Anda tak punya kepercayaan yang kokoh, tak punya data yang cukup, tak punya argumentasi dan kehendak yang kuat. Juga buruk bila sudah ada bukti bahwa hal yang Anda pertahankan itu salah, tapi Anda tetap merasa itu benar.

Namun, keras kepala juga merupakan kebaikan bila Anda:

Percaya bahwa diri Anda memiliki keunikan tertentu. Percaya bahwa pilihan-pilihan yang Anda buat akan menentukan hidup Anda. Percaya bahwa semua kesulitan yang Anda alami akan memberi suatu pengetahuan bagi hidup Anda.

Mana pilihan jalan Anda?

Ikut arus atau menjadi mandiri? Ditolak atau dibutuhkan? Tindakan Anda menentukan jawabannya.

Selain itu, yang manapun yang Anda pilih, Anda nantinya dapat memperoleh pemahaman apakah Anda sedang mengikuti jalan yang sudah ada sebelumnya atau Anda sedang menemukan atau membuat jalan yang mungkin baru.

Merebut perhatian dan kepercayaan

Bila ditanya apa yang paling diperebutkan saat ini? Jawabannya adalah perhatian dan kepercayaan. Dalam suatu hubungan, dari sosial hingga bisnis, perhatian merupakan awal dan kepercayaan adalah segalanya.

Bagaimana cara agar Anda dipercaya? Banyak yang telah menulis tentang ini. Menurut saya yang terpenting adalah:

Rasa hormat. Menghormati orang lain tanpa melihat dari mana latarnya belakangnya merupakan keutamaan. Anda akan mendapatkan balasannya kelak.

Mendengarkan. Berikan perhatian sepenuhnya pada lawan bicara Anda dan tanyakan sejelas-jelasnya bila ada yang tidak Anda mengerti.

Menolong orang yang baru dalam suatu hal. Cobalah bantu orang yang baru belajar atau baru melakukan sesuatu meski Anda hanya dapat membantu sedikit.

Selalu ada yang baru di masa depan

Tidak ada yang tahu masa depan, kecuali Anda mungkin punya sixth sense. Karena itu, kita sebenarnya selalu memperoleh pengalaman baru setiap saat. Meski mungkin itu tak tampak karena kita melewatinya sebagai suatu aktivitas yang rutin.

Yang biasa kita persiapkan adalah membuat perencanaan, antisipasi, dan skenario.

Hidup tanpa guru

Terlalu berlebihan kiranya kalau ada yang mengatakan kita bisa hidup tanpa guru. Semua yang kita pelajari untuk menghadapi apa yang kita temui dalam hidup membutuhkan guru.

Guru bukan hanya orang. Guru bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti buku, film, sejarah, teladan perilaku dari orang tertentu, contoh praktik terbaik dari bidang tertentu, pengalaman, dan masih banyak yang lainnya.

Terbuka atau tertutup

Ada orang yang lebih menyukai keberadaannya ada di sekitar orang lain. Ada orang yang lebih menyukai kesendirian dan ketenangan. Ada orang yang merupakan campuran keduanya, senang berinteraksi secara sosial, namun juga menikmati waktu untuk sendirian.

Lalu, apakah orang yang suka berada di antara orang lain adalah tipe orang yang terbuka dan orang yang suka sendiri tipe orang yang tertutup?

Saya kira tak sepenuhnya seperti itu. Kita akan memiliki keterbatasan pendekatan bila menganggap orang mutlak masuk kategori tipe terbuka atau tertutup.

Pahami dan lihatlah hal tersebut lebih sebagai kecenderungan bagaimana seseorang menangkap dan mengolah informasi atau rangsang (stimuli) yang ada di luar dirinya. Juga bagaimana gaya komunikasi yang paling efektif dari orang tersebut.

Hidup yang bermakna

Apa yang membuat hidup Anda bermakna?

Apakah menjadi terkenal atau mencapai kesuksesan dalam bentuk materi atau memiliki karier yang hebat masuk dalam kategori Anda tentang hidup yang bermakna?

Apakah hidup yang penuh arti itu perkara bakat, misi hidup, tanggung jawab atau hal lainnya?

Menurut saya, tentu ini subyektif, hidup yang bermakna terjadi ketika kita membuat kontribusi yang positif kepada orang lain meskipun itu sedikit, kecil, atau sederhana.

Memperhatikan hasrat

Bila kita tak dapat memenuhi apa yang menjadi hasrat (atau keinginan) maka seringkali akan menimbulkan rasa "sakit". Kita bisa kecewa, sedih, bahkan marah. Secara sederhana, ini terjadi karena kita selalu menyamakan hasrat dengan kesenangan.

Bila kita terlalu berlebihan memperhatikan apa yang kita hasratkan, bisa jadi hati kita menjadi tidak damai. Tanpa sadar, kita akan mencoba terus-menerus memuaskan hasrat tersebut.

Kenali dan perhatikan suasana hati kita saat hasrat itu terjadi. Seperti apa perasaan yang menyertai hasrat itu? Apa sebab dan kapan perasaan itu muncul? Apa konteks yang membuat kita memiliki hasrat tersebut?

Belajarlah bersyukur.

Selain itu, belajarlah mengumpulkan data dan alternatif sudut pandang tentang diri kita dan apa yang kita hasratkan. Khususnya bila menurut kita, hasrat tersebut menuntun kita untuk mencapai yang terbaik dalam hidup berdasarkan kekuatan yang kita miliki.

Namun, cermatlah bahwa hasrat (atau keinginan) seringkali bukanlah hal yang benar-benar kita perlukan atau butuhkan. Ia hanya datang melintas begitu saja dalam diri kita.