Fokus pada kerja untuk membuat karya

Apakah karya dan kebahagiaan Anda ditentukan oleh keberhasilan Anda dipilih oleh orang yang punya status tertentu secara sosial? Status semacam kritikus terbaik, editor terbaik, pengamat terbaik. Atau status seperti pengguna media sosial terpopuler, pengusaha terkaya, pemilik media ternama dan lain-lain.

Itu artinya, Anda menunggu untuk dipilih. Kalau itu cara Anda untuk berhasil, mungkin Anda harus mengantri karena banyak orang lain juga sedang melakukannya. Bagaimana kalau Anda abaikan saja cara itu?

Bagaimana kalau Anda sungguh-sungguh memperhatikan kerja Anda ketika membuat karya? Perhatikan bagaimana kerja Anda mengandung unsur-unsur seperti antusiasme, kreativitas, perhatian terhadap rincian, kejutan, kegembiraan, dan empati.

Langkah berikutnya adalah memilih pelanggan atau audiens Anda. Pelanggan atau audiens seperti apa? Orang yang hidupnya menjadi lebih baik karena apa yang Anda ciptakan atau lakukan.

Persepsi

Persepsi terbentuk oleh banyak hal seperti kapasitas indra, apa yang kita yakini, pengalaman-pengalaman pribadi, dan akumulasi pengetahuan.

Marcus Aurelius dalam Meditations menyatakan, "Our life is what our thoughts make it."

Ada teman saya yang mengatakan bila perception is projection. Dunia yang kita lihat adalah cerminan dari siapa kita dan apa yang kita yakini. Seringkali cara kita melihat realitas tak lagi sebagaimana adanya tapi diwarnai oleh apa yang kita inginkan.

Pikiran kita dapat mempengaruhi tindakan kita hingga kita dapat menciptakan realitas kita sendiri. Apakah benar demikian? Tidak ada yang tahu, kita harus bertindak untuk membuktikannya.

Lepas dari benar atau tidaknya persepsi kita mewujud menjadi realitas, memilih untuk mengelola dan menentukan arah persepsi kita adalah sikap proaktif terhadap dunia di sekeliling kita. Itu artinya kita berkesempatan membuat perubahan dalam hidup kita. Kita tidak pasif, tidak menunggu orang lain yang mengemudikan hidup kita.

Akrab dengan kesunyian dan kesendirian

Untuk kreatif, seseorang tidak boleh cemas atau takut dengan kesunyian dan kesendirian.

Bila ada dalam kesunyian dan kesendirian, pikiran dan perasaan kita dapat mengembara bebas. Kita terhubung dengan batin kita, dengan suara-suara dalam diri kita.

Masa lalu dan masa depan

Kita menyesali masa lalu biasanya karena kesempatan yang kita lewatkan, karena keputusan-keputusan yang kita buat. Tapi itu bagian dari perjalanan hidup dan kita tidak boleh berhenti berusaha.

Ketika bicara tentang masa depan, kita mendapat kesempatan membuat rencana lagi, untuk mengambil risiko kembali, untuk menetapkan tujuan-tujuan baru.

Mana yang kita pilih: tenggelam dalam penyesalan atas apa terjadi di masa lalu atau menggunakan energi kita untuk menciptakan masa depan yang peluangnya tak terhingga?

Mempraktikkan kegagalan

Seberapa besar ketakutan Anda terhadap kegagalan? Karena ini berhubungan dengan hasil capaian Anda yang biasa-biasa saja.

Semakin Anda takut gagal maka Anda tak dapat terbang tinggi, Anda tidak akan pernah lepas landas.

Cobalah terus sampai menemukan yang berfungsi.

Mempraktikkan kegagalan akan mengajarkan Anda bagaimana terus berjalan dan menjelajah untuk menemukan peluang yang luar biasa.

Sistem yang rusak

Kita benar-benar tidak tahu kalau sistem itu rusak.

Kita mengetahui sistem itu rusak, tapi kita tak mau mengakuinya.

Kita mengetahui sistem itu rusak, tapi kita mengabaikannya, kita tak mau memperbaikinya.

Kita jarang meluangkan waktu untuk membuat dan mengatur sistem yang lengkap agar dapat mendukung yang kita lakukan.

Menghadapi permainan

Anda harus punya strategi ketika sedang menghadapi permainan (game).

Misalnya, Anda harus mengetahui apa saja yang Anda miliki. Bisa jadi yang Anda miliki itu biasa saja bahkan mungkin terlihat lemah, tapi dengan cara tertentu Anda mungkin dapat menggunakannya sebagai kekuatan untuk menghadapi permainan (game).

Strategi lainnya adalah mempertimbangkan setiap kemungkinan dari langkah yang Anda buat sampai dengan konsekuensinya. Ini tentu berkaitan dengan prediksi dan antisipasi.

Namun, ada yang lebih penting dari strategi menghadapi permainan (game). Anda harus sadar kalau Anda sudah ada dalam permainan.

Menarik ditanyakan pada pelamar kerja

Apa rencana aktivitas sampingan atau hobi atau side project di luar aktivitas utama/rutin yang akan Anda tekuni? Kalau sudah ada dapatkah Anda menunjukkan jejaknya?

Apakah Anda pernah membuat keputusan berdasarkan mana yang penting dan tidak, atau berdasar mana yang mendesak atau tidak?Jika iya, seperti apa prosesnya?

Kalau Anda membutuhkan umpan balik atau saran, siapa yang Anda tanya? Mengapa orang tersebut Anda pilih?

Transisi

Transisi selalu tentang perubahan, kemungkinan, peluang, juga kejutan-kejutan.

Sebelum Anda bersiap dan benar-benar melakukan perubahan perilaku ketika menghadapi transisi. Yang harus berubah lebih dulu adalah pola pikir.

Nyaman menghadapi ketidakpastian

Bagaimana agar tetap dapat nyaman menghadapi ketidakpastian?

Ketahui dan pelajari apa yang Anda tahu dan apa yang tidak Anda ketahui.

Pahami apa saja hal-hal yang tidak bisa Anda kendalikan.

Fokus pada apa yang penting.

Rintangan

Ketika kita menghadapi rintangan, ada yang melihatnya sebagai jalan buntu, ada yang melihatnya sebagai ancaman, ada yang melihatnya seperti teka-teki yang menarik untuk dipecahkan. Kita tentu berharap rintangan dapat dilewati dan semua kembali normal.

Cobalah kita berpikir kreatif, berpikir liar, atau menggunakan sudut pandang tertentu yang tak normal. Bisa jadi rintangan itu adalah momen untuk maju. Bisa jadi rintangan adalah peluang.

Pengajaran yang mendesak dilakukan

Materi pengajaran yang utama bukanlah menghafal semua nama tokoh atau tanggal-tanggal suatu peristiwa penting.

Yang utama adalah mengajarkan keingintahuan.

Yang utama adalah mengajarkan untuk sesering mungkin mengajukan pertanyaan "Mengapa?".

Yang utama adalah mengajarkan kalau jawaban terus-menerus diberikan tapi tak memecahkan permasalahan, maka yang mungkin harus diubah adalah pertanyaannya.

Apakah pengalaman menjadi kunci?

Pengalaman membantu untuk menentukan pilihan dan membuat keputusan.

Pengalaman tidak pernah diperoleh secara gratis. Itu yang membuatnya sangat bernilai.

Tapi apakah pengalaman menjadi kunci satu-satunya? Tidak selalu, karena fakta, variabel, atau konteks bisa saja berbeda.

Menurut saya, bentuk keterlibatan seperti berinisiatif, melakukan aksi, mempelajari sesuatu secara mendalam, bersedia berpikir terbuka dan melakukan refleksi adalah pendamping yang penting bagi sebuah pengalaman.

Sebarluaskan pendidikan informal

Masa depan seseorang dapat berubah karena pendidikan. Perubahan itu bukan hanya disebabkan oleh pendidikan formal, tapi juga bisa datang dari pendidikan informal.

Pendidikan informal lebih memberi keleluasaan untuk menjelajah. Tidak dibatasi oleh standar atau pakem seperti pendidikan formal. Dan pendidikan informal kini dapat diakses dengan lebih luas daripada masa-masa sebelumnya. Itu karena penyebarannya lebih mudah melalui teknologi.

Yang dibutuhkan adalah guru dan sukarelawan, yang bersedia mengajarkan keterampilan dan keahliannya, yang bersedia berbagi kepeduliannya.

Puisi

Belajar membaca dan menulis puisi itu penting karena memperkenalkan dan mendorong kita belajar literasi.

Andrew Simmons, dalam artikelnya, “Why Teaching Poetry Is So Important” menuliskan pentingnya puisi yakni siswa belajar bagaimana menulis, membaca, dan memahami teks apa pun. Membaca puisi dengan lantang di depan kelas dapat menumbuhkan kepercayaan dan empati pada komunitas yang ada di dalam kelas, selain juga memberi penekanan pada keterampilan berbicara dan mendengarkan.

Siswa yang tidak suka menulis esai mungkin menyukai puisi, yang lebih luwes aturan penulisannya dan karena puisi memiliki kedekatan hubungan dengan musik rap. Bagi para siswa seperti ini, puisi dapat menjadi pintu gerbang ke bentuk penulisan yang lain. Puisi juga dapat membantu mengajarkan keterampilan menulis dengan diksi yang ekonomis.

Lewat puisi, kita dapat mengekspresikan apa yang kita alami dalam hidup menggunakan analogi, metafora, dan bahasa simbol.

Kategori

Mambuat kategori berarti kita membuat klasifikasi terhadap sesuatu atau seseorang. Kita membuat pengelompokkan berdasar standar tertentu.

Kategori dapat membantu kita membuat keputusan. Contoh, bila kita mengkategorikan seseorang sebagai “penikmat aktivitas ekstrem di ruang terbuka”, kita dapat mengenali ciri-cirinya dan apa yang ia butuhkan.

Tapi bila kategori hanya untuk sekadar membedakan satu kelompok dengan kelompok lainnya maka kita berhenti hanya pada memberi nama.

Keraguan kadang diperlukan

Keraguan jadi bagian tak terpisah dari diri kita. Keraguan memberi kesempatan kita untuk memikirkan ulang, untuk mengantisipasi.

Keraguan menghindarkan kita dari merasa bahwa kepastian adalah mutlak. Bila kita merasa bahwa kepastian adalah segalanya maka bisa jadi kita tak siap menghadapi hal yang tak terduga.

Depresi

Depresi secara umum dihubungkan dengan perasaan sedih, kehilangan, atau kemarahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.

Nancy Schimelpfening menulis dalam artikelnya, ”9 Most Common Causes of Depression” bahwa diperkirakan 10 hingga 15 persen populasi umum akan mengalami depresi klinis seumur hidup mereka. Dan WHO memperkirakan 5 persen pria dan 9 persen wanita mengalami gangguan depresi pada tahun tertentu.

Dalam artikel yang dipublikasi Harvard Health Publishing berjudul “What causes depression?” dipaparkan bahwa ada data dari penelitian yang menunjukkan bahwa depresi tak muncul hanya dari terlalu banyak atau sedikitnya reaksi kimia tertentu pada otak. Sebaliknya, ada banyak kemungkinan penyebab depresi, termasuk kekeliruan pengaturan suasana hati oleh otak, kerentanan genetik, peristiwa kehidupan yang penuh stres, obat-obatan, dan masalah medis. Interaksi dari sejumlah hal tersebut diyakini dapat menimbulkan depresi.

Lalu bagaimana mengatasi depresi? Salah satu jawabannya adalah mengubah atau mengatur gaya hidup. Gaya hidup tersebut di antaranya adalah tidur yang cukup, berolahraga secara rutin, menumbuhkan kebiasaan makan makanan yang sehat, dan memiliki hobi.

Kreativitas: mulai dari mana?

Kreativitas dimulai dengan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu mendorong Anda untuk menjelajah dan memahami hal-hal baru, untuk mengetahui cara kerja suatu hal, atau untuk melihat dengan sudut pandang yang berbeda.

Kreativitas adalah kualitas dalam segala apa pun yang Anda lakukan. Bila Anda ingin kreatif, Anda harus mencipta. Anda harus lebih dari sekadar membayangkan, Anda harus membuatnya.

Mengapa bertanya?

Bertanya merupakan cara belajar yang paling sederhana dan seringkali paling efektif. Semua penemu atau filsuf atau ilmuwan selalu mengajukan pertanyaan. Ingatkah Anda pada Isaac Newton yang bertanya, "Mengapa sebuah apel jatuh dari pohon?"

Pemikir dalam bidang apapun tak pernah berhenti bertanya karena itu adalah cara terbaik untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam.

Apa alasan kita perlu bertanya? Untuk memperoleh pengetahuan, untuk merangsang kreativitas, untuk memengaruhi pendapat atau perspektif orang lain, untuk memecahkan permasalahan.

Bila tak kunjung mendapat jawaban yang memuaskan, tak perlu meneruskan mencari jawaban. Mungkin yang harus dilakukan adalah mengubah pertanyaan.

Jangan merasa cukup hanya dengan menjadi rata-rata

Berikut ini adalah percakapan antara Seth Godin dan Magali De Reu tentang pemasaran. Meski percakapan yang terjadi cukup singkat, tetapi ada sejumlah poin yang menarik untuk diperhatikan. Saya mencoba menerjemahkan secara bebas percakapan ini.

Magali: Seth, dapatkah Anda memberi tahu saya tiga tren utama dalam pemasaran saat ini?

Seth: Ada perbedaan antara pencarian keuntungan jangka pendek secara narsisistik yang egois lewat pemasaran berbentuk spam dengan jenis yang lain. Jenis yang lain adalah making things better by making better things. Jadi, yang pertama, tampillah dengan pesan-pesan pribadi antisipatif yang relevan, yang memang benar-benar ingin didengar oleh orang.

Yang kedua adalah orang kini menemukan bahwa setiap orang adalah pemasar. Artinya, jika Anda memiliki keyboard, Anda hanya berjarak satu klik saja dari satu miliar orang, ini menunjukkan siapa yang dapat Anda jangkau.

Dan yang ketiga adalah bahwa media sosial adalah trik yang telah memanipulasi banyak orang untuk menghabiskan banyak waktu. Itu adalah gejala (symptom) untuk menunjukkan bagaimana melakukan pemasaran yang baik, namun itu bukanlah biaya yang dikeluarkan (cost) untuk melakukan pemasaran yang baik.

Magali: Apa kesalahpahaman terbesar dalam pemasaran saat ini? Apa saja kesalahan yang masih dilakukan perusahaan saat ini? Mungkin sesuatu yang berkaitan dengan konsistensi versus otentisitas.

Seth: Saya tak berpikir bahwa otentisitas adalah hal yang nyata. Saya pikir konsistensi lebih penting.

Jika Anda menjalani operasi untuk bahu Anda, Anda tak ingin ditangani seorang dokter bedah yang otentik, yang berkata kalau dirinya merasa hari ini tak dapat memberi apa yang Anda inginkan. Anda ingin dokter bedah yang konsisten, seorang yang profesional. Yang melakukan apa yang ia sudah katakan.

Ketika Anda membeli sepasang sepatu Nike, Anda tak peduli bila orang yang membuat sepatu tersebut ingin Anda dapat berlari dengan cepat. Anda hanya peduli pada bagaimana si pembuat sepatu tersebut melakukan apa yang sudah ia katakan.

Konsistensi menempatkan kita pada tempat yang seharusnya, sementara ontentisitas memberi diri kita ruang untuk bersembunyi. Saya pikir kesalahan yang dibuat oleh para pemasar adalah mereka berpikir kalau mereka dapat membeli perhatian, tetapi mereka seharusnya berjuang hingga dianggap pantas atau layak memperoleh perhatian.

Magali: Bagaimana perusahaan dapat berupaya agar kemudian layak mendapatkan perhatian?

Seth: Membuat sesuatu yang bernilai untuk dibicarakan.

Magali: Sesuatu seperti apa yang pantas dibicarakan?

Seth: Pikirkan tentang setiap merek yang Anda ketahui karena seseorang yang bercerita kepada Anda. Bila Anda pernah menggunakan Airbnb, bila Anda pernah menggunakan Facebook, bila Anda pernah membeli kaos Beckham, mengapa Anda melakukan hal-hal itu?

Itu karena seseorang memberi tahu Anda tentang produk-produk tersebut, Anda melakukannya karena people like us do things like this. Ini terjadi karena seseorang memilih untuk membuat sesuatu yang layak dibicarakan.

Magali: Bagaimana startup yang ada sekarang, melalui pemasaran, dapat mengembangkan bisnis?

Seth: Saya pikir apa yang harus dilakukan oleh para startup hari ini adalah memahami bahwa pemasaran adalah bisnis mereka. Apa yang mereka buat? Bagaimana cara membuatnya? Bagaimana cara menyebarluaskan informasi tentang apa yang mereka buat? Untuk siapa hasil buatan mereka? Apa tujuan mereka membuat? Bagaimana agar apa yang mereka buat dapat nyata dan bertahan? Itu semua yang disebut sebagai pemasaran.

Magali: Apa jenis perusahaan yang nantinya tidak akan mampu bertahan?

Seth: Saya pikir perusahaan-perusahaan yang nantinya paling banyak mengalami kesulitan, meski mungkin mereka akan bertahan hidup, adalah perusahaan raksasa yang membuat barang rata-rata bagi orang kebanyakan (making the average stuff for average people). Karena perusahaan semacam itu ada di posisi pasar yang membosankan dan bisa jadi punah. Yang bertahan kemudian di satu sisi adalah sesuatu yang menjadi sangat murah, atau di sisi lain adalah sesuatu yang sangat bernilai untuk dibayar.

Sumber:

Seth Godin on the rules of marketing and why you can't be average | Magali De Reu at SuperNova.

Asian Games 2018: Medali Emas Atlet Indonesia

Seri Dokumentasi.

Gelaran Asian Games 2018 telah berakhir pada Minggu, 2 September 2018. Indonesia sebagai tuan rumah berhasil meraih total 98 medali dengan rincian 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu.

Berikut urutan perolehan medali emas kontingen Indonesia pada ajang Asian Games 2018:

Medali Emas 1

Defia Rosmaniar. Taekwondo, Poomsae Perorangan Putri. Peraih medali emas pertama untuk Indonesia di Asian Games 2018, gadis kelahiran Bogor, 25 Mei 1995 ini menjadi yang terbaik di nomor poomsae perorangan putri. Defia (23) juga juara Asia 2018 di nomor yang sama, pada kejuaraan Asia di Vietnam, Juni.

Medali Emas 2

Lindswell Kwok. Wushu, Taijijian/Taijiquan Putri. Lindswell (26), pendekar wushu ini meraih emas pada nomor andalannya, tajijian-taijiquan. Sebelum Asian Games, dia telah mengoleksi tiga emas SEA Games dan empat kali juara dunia.

Medali Emas 3

Tiara A Prastika. Balap Sepeda MTB, Downhill Putri. Tiara (22), pebalap putri asal Semarang ini meraih emas balap sepeda gunung nomor downhill. Sebelumnya, dia dua kali meraih medali perunggu pada Kejuaraan Asia 2017 dan 2018.

Medali Emas 4

Khoiful Mukhib. Balap Sepeda MTB, Downhill Putra. Khoiful (27), pebalap sepeda asal Jepara ini menjadi yang tercepat di cabang balap sepeda gunung nomor downhill putra.

Medali Emas 5

Eko Yuli Irawan. Angkat Besi, Kelas 62 Kg Putra. Kelas 62 Kg sempat terhapus dari daftar nomor pertandingan. Setelah dihidupkan kembali, Eko (29), lifter ini membuktikan dirinya layak menjadi andalan.

Medali Emas 6

Tim Paralayang Indonesia. Paralayang, Ketepatan Mendarat Beregu Putra. Tim paralayang Indonesia yang terdiri dari Hening Paradigma, Jony Efendi, Rony Pratama, Jafro Megawanto, dan Aris Apriansyah bahu-membahu mempersembahkan emas untuk Indonesia.

Medali Emas 7

Jafro Megawanto. Paralayang, Ketepatan Mendarat Perorangan Putra. Jafro (22), mantan pelipat payung terjun ini bertransformasi menjadi atlet paralayang andal yang menyumbang emas ketepatan mendarat perorangan putra.

Medali Emas 8

Aries Susanti Rahayu. Panjat Tebing, Kecepatan Putri. Lahir di Grobogan, 21 Maret 1995, Aries (23) kini terkenal sebagai spiderwoman Indonesia setelah merebut emas panjat tebing nomor kecepatan putri.

Medali Emas 9

Tim Dayung Indonesia. Dayung, LM8+ Putra. Tim dayung Indonesia yang terdiri dari Tanzil Hadid, Muhad Yakin, Rio Rizki Darmawan, Jefri Ardianto, Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Ardi Isadi, dan Ujang Hasbulloh menyumbang satu-satunya emas cabang dayung dari nomor delapan pedayung putra.

Medali Emas 10

Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi. Tenis, Ganda Campuran. Duet Christo (28) dan Aldila (23) membuat tenis kembali menyumbang medali emas Asian Games setelah absen selama 16 tahun.

Medali Emas 11

Rifki A Arrosyid. Karate, Kumite Kelas 60 Kg Putra. Karate absen dari daftar penyumbang emas Asian Games sejak 2002. Rifki (20) mengembalikan sukses itu di kumite kelas 60 kg putra.

Medali Emas 12

Aqsa A Aswar. Jetski, Endurance Runabout Terbuka. Diandalkan untuk meraih emas, Aqsa (21) menjawab tantangan itu di nomor endurance runabout terbuka.

Medali Emas 13

Puspa Arumsari. Pencak Silat, Seni Tunggal Putri. Puspa (25), pesilat kelahiran 10 Mei 1993 ini membuka keran medali emas bagi Indonesia dari cabang pencak silat di nomor seni tunggal putri.

Medali Emas 14

Yola Primadona Jampil/Hendy. Pencak Silat, Seni Ganda Putra. Duet Yola (26) dan Hendy (26) menjadi yang terbaik di nomor seni ganda putra cabang pencak silat.

Medali Emas 15

Tim Putra Pencak Silat. Pencak Silat, Seni Tim Putra. Nunu Nugraha (29), Asep Y Sani (25), dan Anggi F Mubarok (25), juara dunia 2016 dan juara SEA Games 2017, melengkapi sukses mereka dengan Asian Games 2018 di nomor seni tim putra.

Medali Emas 16

Aji B Pamungkas. Pencak Silat, Tarung Kelas I:85-90 Kg Putra. Aji (19) sebelumnya adalah pesilat yang menjadi juara Asia 2017 di nomor tarung kelas 85-90 kg putra.

Medali Emas 17

Komang H Adi Putra. Pencak Silat, Tarung Kelas E:65-70 Kg Putra. Komang (23) menghapus kekecewaan setelah meraih perunggu SEA Games 2017 dengan medali emas di Asian Games 2018.

Medali Emas 18

Iqbal C Pratama. Pencak Silat, Tarung Kelas D:60-65 Kg Putra. Iqbal (22), atlet kelahiran 12 Mei 1996 ini menyusul sukses rekan-rekannya dengan merebut di nomor tarung kelas 60-65 kg putra.

Medali Emas 19

Sarah Tria Monita, Pencak Silat, Tarung Kelas C:55-60 Kg Putri. Satu-satunya atlet putri yang turun di final nomor tarung pada 27 Agustus, Sarah tak mau kalah dan meraih medali emas di kelas 55-60 kg.

Medali Emas 20

Abdul Malik. Pencak Silat, Tarung Kelas B:50-55 Kg Putra. Abdul Malik melengkapi sapu bersih Indonesia pada delapan nomor di final hari pertama silat dengan emas nomor tarung kelas 55-60 kg putra.

Medali Emas 21

Tim Putri Panjat Tebing. Panjat Tebing, Kecepatan Estafet Putri. Aries Susanti (23), bergabung dengan Puji Lestari (28), Rajiah Sallsabillah (19), dan Fitriyani (30) meraih emas di nomor kecepatan estafet putri.

Medali Emas 22

Tim Putra Panjat Tebing. Panjat Tebing, Kecepatan Estafet Putra. Rindi Suprianto (27), Muhammad Inayah (22), Abudzar Yulianto (33), dan Leonardo Veddriq (21) membuat kejutan dengan mengalahkan tim Indonesia I yang lebih diunggulkan, untuk meraih emas pada nomor kecepatan estafet putra.

Medali Emas 23

Jonatan Christie. Bulu Tangkis, Tunggal Putra. Dlam perjalanan meraih emas, Jojo (20), sapaan Jonatan, menumbangkan tiga pemain unggulan, termasuk unggulan pertama, Shi Yuqi. Emas tunggal putra dari bulu tangkis ini direbut kembali setelah 16 tahun absen.

Medali Emas 24

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Bulu Tangkis, Ganda Putra. Duet Minions, julukan bagi Kevin (23) dan Marcus (27), terlalu tangguh bagi lawan-lawan mereka. Unggulan utama ini memenuhi target yang dibebeankan kepada mereka untuk meraih emas. Pasangan ganda putra memperoleh emas setelah menang atas ganda putra Indonesia lainnya, Fajar/Rian.

Medali Emas 25

Sugianto. Pencak Silat, Seni Tunggal Putra. Sugianto (29) membuka final silat pada 29 Agustus dengan emas dari nomor seni perorangan putra.

Medali Emas 26

Ayu S Wilantari/Ni Made Dwiyanti. Pencak Silat, Seni Ganda Putri. Seperti ganda putra, nomor seni ganda putri pun direbut Indonesia lewat Ayu (27) dan Made Dwiyanti (26).

Medali Emas 27

Tim Putri Pencak Silat. Pencak Silat, Seni Tim Putri. Pramudita (22), Lutfi (23), dan Gina (23) melengkapi emas pencak silat di nomor seni dengan emas dari tim putri.

Medali Emas 28

Pipit Kamelia. Pencak Silat, Tarung Kelas D:60-65 Kg Putri. Setelah menjadi juara Asia 2017, Pipit (23) melengkapi gelarnya dengan medali emas yang diraihnya pada ajang Asian Games 2018 dari nomor tarung kelas 60-65 kg putri.

Medali Emas 29

Hanifan Y Kusumah. Pencak Silat, Tarung Kelas C:55-60 Kg Putra. Sukses meraih medali emas, Hanifan (20) menjadi lebih dikenal karena aksi spontannya memeluk Presiden Joko Widodo dan Ketua IPSI Prabowo Subianto.

Medali Emas 30

Wewey Wita. Pencak Silat, Tarung Kelas B:50-55 Kg Putri. Gadis berusia 25 tahun asal Ciamis ini melengkapi emas SEA Games 2017 dengan emas Asian Games 2018 di kelas 50-55 kg putri.

Medali Emas 31

Tim Sepak Takraw. Sepak Takraw, Kuadran Putra. Tim ini terdiri dari M. Hardiansyah Muliang (24), Nofrizal (27), Saiful Rijal (27), Husni Uba (36), Rizky Pago (25), dan Abdul H Radjiu (27) menutup perolehan emas Indonesia dari cabang sepak takraw di hari terakhir.

Sumber informasi mengenai perolehan medali emasi Indonesia di atas saya ambil dari suratkabar Kompas, hari Minggu tanggal 2 September 2018, halaman 8 dan 9.

Saya menulis kembali atau mendokumentasikan capaian medali emas di blog saya sebagai wujud rasa bangga saya terhadap penyelenggaraan, prestasi, serta partisipasi semua pihak dari negara Indonesia untuk pesta olahraga Asia ini.

Keajaiban olahraga

Ada satu momen mengharukan yang terjadi pada Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Indonesia. Dua orang pemimpin yang sedang berkompetisi secara politik diajak untuk saling berpelukan oleh salah seorang atlet pencak silat Indonesia. Tiga orang tersebut saling berpelukan dengan balutan bendera Merah Putih, bendera Indonesia.

Saya menyebut momen semacam itu sebagai "Keajaiban Olahraga".

Wilfried Lemke, dalam artikel pendeknya, “Sport is the most unifying tool for peace in the world” menyatakan:

"Not for the first time in my life, I was struck by the thought that sport is the most unifying and inspiring development and peace tool in the world. No other social activity brings people together in such great numbers, and with so much passion and enjoyment."

Olahraga menyatukan orang-orang bahkan negara-negara yang memiliki perbedaan. Melalui olahraga, Anda dapat belajar dan merayakan nilai-nilai seperti disiplin, keadilan, kerja sama tim, solidaritas, juga penghormatan terhadap lawan dan aturan permainan.

Kata seorang teman saya: “Sports makes you kinder”.

Arsip

Arsip adalah sebuah proses pengumpulan, pengaturan, pengendalian, pemeliharaan, dan penyimpanan informasi atau data. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti dokumen tulis, video, rekaman suara, gambar, foto, dan lain-lain.

Mengarsipkan informasi atau data merupakan proses memindahkan informasi atau data ke sebuah perangkat dan sistem penyimpanan terpisah tertentu. Mengapa itu harus dilakukan? Tentu ini berkaitan dengan kebutuhan jangka panjang karena apa yang diarsipkan tersebut mungkin diperlukan untuk referensi di masa depan.

Arsip bukan saja tentang bukti kegiatan, tapi juga merupakan sejarah dan menggambarkan kisah serta memberi pemahaman mengenai lembaga, individu, dan peristiwa.

Siapa pahlawan?

Pahlawan selalu tentang melayani, tentang pengorbanan. Pahlawan bukan tentang menunggu dan meyakini akan ada orang lain yang bertindak.

Pahlawan menginspirasi dan biasanya meninggalkan cerita dan jejak. Karena itu, Anda tak harus bertemu dengan orang yang Anda jadikan pahlawan untuk mempelajari nilai-nilai dan keputusan mengapa ia melakukan apa yang ia lakukan.

Kemampuan yang makin sulit dipelajari

Seorang teman bertanya, dengan semua perkembangan teknologi yang ada sekarang, apa kemampuan yang semakin sulit dipelajari atau dilatih?

Menurut saya, kemampuan melihat secara jelas, jernih, terang, atau berbeda. Itu bisa terkait dengan perspektif, logika, pengenalan pola-pola, pengetahuan, dan banyak lagi lainnya. Semua yang berhubungan dengan the ability to see clearly what’s going on.

Tentang tindakan dan teknologi

Ada dua refleksi yang saya peroleh setelah satu bulan terakhir membaca berbagai macam di internet.

Pertama, berhubungan dengan tindakan: jika sesuatu sudah Anda niatkan, bahkan sudah Anda mulai, terus lakukan. Anda tetap harus bangun dari tidur dan melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan walaupun perasaan Anda sedang tidak enak.

Kedua, berhubungan dengan teknologi: sebelum Anda membeli atau memakai teknologi baru, pertanyaan penting yang harus Anda ajukan adalah apakah teknologi baru ini memiliki risiko tertentu yang berkaitan dengan keamanan data.

Intuisi atau inteligensi

Mana yang lebih baik atau lebih unggul: intuisi atau inteligensi?

Keduanya sama-sama penting. Seperti otak kiri dan otak kanan yang selalu bekerjasama, kedua hal tersebut tak perlu dipertentangkan.

Hubungan antara intuisi dan inteligensi yang terjalin dengan baik dapat menghasilkan kualitas yang hebat dalam hal perspektif, analisis, dan komunikasi.

Menurut Mel Schwartz, seorang psikoterapis, pertemuan dan kerjasama dari intuisi dan inteligensi dapat membuat diri Anda masuk ke dalam wilayah yang penting bagi diri dan kehidupan, yaitu kebijaksanaan.

Apa yang utama dari desain?

Pertama, desain bukan semata tentang tampilan menarik atau indah dilihat, tetapi desain adalah bagaimana memecahkan persoalan.

Mencegah penyebaran berita bohong (fake news)

Semua pihak dapat berperan untuk mencegah menyebarnya berita bohong (fake news).

Semua media sosial harus memiliki tim dan sistem untuk menelusuri dan menseleksi konten berita bohong.

Pembuat konten harus membuat konten dengan memikirkan dampak jangka panjang dari konten tersebut ketika dikonsumsi nantinya.

Bila kita ingin berbagi (sharing) suatu konten (artikel, gambar, foto, berita, video dan lain-lain) di blog, situs, atau media sosial kita, timbang dan periksa dulu konten tersebut.

Kita harus mengetahui sumber konten itu. Apakah sumber itu dapat dipercaya dan memiliki kredibilitas. Kita juga perlu melakukan pemeriksaan dan perbandingan terhadap fakta-fakta dari konten tesebut dari beberapa sumber (multiple resources comparing).

Menambah pengetahuan

Tetap rawat keingintahuanmu. Bagaimana cara memperluas atau menambah pengetahuan?

- Membaca. Bacalah fiksi dan nonfiksi. Bacalah segala sesuatu yang menarik perhatian.

- Bertanya (bila memungkinkan) segala hal kepada seseorang. Orang seringkali suka bercerita tentang dirinya, tentang apa yang dikuasai dan ketertarikannya.