Eksplorasi permasahan baru

Kini teknologi berkembang dan berubah dengan cepat. Salah satu implikasinya adalah Anda tak bisa lagi memecahkan permasalahan dengan cara lama.

Anda harus punya strategi seperti layaknya bermain game. Ini artinya eksplorasi jadi lebih penting daripada sekadar prediksi. Anda perlu terus mencari informasi /gagasan dengan cara melihat ke tempat baru di luar bidang pengetahuan Anda selama ini.

Perencanaan harus didasarkan bukan lagi pada permasalahan yang umum atau rutin, tapi pada hal-hal yang harus dipelajari untuk memecahkan permasalahan yang baru dan penting.

Sedikit tentang pemasaran melalui konten 2018 (content marketing 2018)

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perkembangan pemasaran melalui konten (content marketing).

Google terus memperbaharui kemampuan mesin pencariannya menjadi lebih intuitif. Mesin pencari Google kini semakin rinci dan dalam ketika memahami suatu topik dan konten.

Menurut data Business2Community, pada tahun 2018 hampir 80% penggunaan internet akan melalui pencarian melalui mobile (mobile searches).

Ada peningkatan hubungan antara pencarian akses konten melalui mobile (mobile searches) dan kebutuhan terhadap konten lokal.

Konten yang Anda buat dan sebarluaskan haruslah sesuai dengan konten yang dicari atau ingin dikonsumsi oleh audien pada wilayah/lokasi yang Anda sasar.

Untuk merespon hal tersebut, maka optimalkan informasi lokasi dan kecepatan akses terhadap konten Anda yang ada di perangkat mobile, maupun dekstop. Selain itu, format konten dalam bentuk gambar, foto, dan video lebih menarik bagi audien Anda.

Perkembangan dunia digital dan internet lainnya yang juga menarik disimak adalah voice search dan artificial intelligence.

Kekuatan sebuah band

Bertahan dalam dunia musik bukan perkara mudah apalagi bagi sebuah band.

Apa rahasia dari band yang dapat tetap bertahan dari zaman ke zaman? Apa yang sebenarnya menjadi kekuatan sebuah band?

- Lirik lagu.
- Aransemen musik.
- Kekuatan karakter atau pesona dari individu personel band.

Para anggota band dituntut untuk dapat saling berkolaborasi di antara mereka. Bukan hanya dari sisi kreativitas tapi juga keterampilan musiknya. Dan yang paling berat adalah saling mengerti dan menekan ego individu karena band merupakan permainan tim.

Asumsi Anda dapat keliru

Karena Anda memiliki informasi dan sumber daya yang lengkap maka Anda akan selalu tahu apa yang harus Anda lakukan.

Karena semua orang menggunakan suatu hal, maka Anda juga harus menggunakan hal tersebut.

Setelah tragedi

Peristiwa yang buruk atau kejadian yang menyedihkan dapat datang dalam berbagai skala. Bentuk peristiwa atau kejadian semacam ini yang paling berdampak besar, luas, dan dalam adalah tragedi. Tragedi merupakan peristiwa yang tak hanya membawa kesedihan atau kesengsaraan secara lahir, namun juga secara batin.

Apa yang dapat kita pelajari dari orang-orang yang berhasil melanjutkan hidup mereka setelah mengalami tragedi?

Yang saya pelajari adalah mereka tetap berduka, tapi tidak ingin larut dalam duka tersebut. Mereka mengolah dan mengubah semua emosi akibat tragedi menjadi energi yang kemudian diwujudkan ke dalam bentuk tindakan.

Mental yang biasa dibangun adalah saya harus bertahan hidup, saya memiliki keberanian, dan saya bukan korban.

Mereka mencoba mencari arah dan tujuan baru dalam hidup. Mereka bersedih tapi menolak untuk lumpuh (meski mereka mengalami cacat tubuh).

Mereka menghitung dan menginventarisir kembali apa yang mereka miliki. Mereka kemudian membangun kembali visi masa depan berdasar apa yang mereka miliki tersebut.

Slogan mereka mungkin kira-kira sepert ini:

When you have a choice, choose gratitude and joy.

Do you see opportunities?

When life gets you down, remember this:

There are no mistakes. Only lessons.

There are no failure. Only feedback.

If you want different results, do something different.

Opportunity and obstacles depend upon how you subjectively perceive your world.

Bicara dengan diri sendiri

Dalam sehari tak terhitung berapa kali kita bicara dengan diri sendiri (self-talk). Dan bagi saya pribadi, sulit rasanya menghilangkan suara dari dalam diri yang berpola negatif (negative self-talk).

Percakapan atau suara dari dalam diri kita tersebut tentu tidak melulu berpola negatif, ada juga yang positif dan netral.

Lalu bagaimana cara menghilangkan suara dari dalam diri yang negatif? Sepertinya tidak mungkin kita menghentikannya karena memang hal itu alamiah terjadi pada diri manusia. Namun, meski kita sulit menghentikan, kita dapat meminimalisirnya.

Cara yang efektif untuk mengurangi adalah melakukan hal sebaliknya, yakni memborbardir diri kita dengan suara dalam diri yang berpola positif. Pola positif ini dapat diperoleh bila kita memilih melakukan aktivitas yang penting dan bermanfaat. Pola positif ini juga dapat datang dari latihan untuk berpikir tentang kemungkinan atau alternatif.

Keras kepala

Keras kepala dapat menjadi hal baik atau buruk.

Menjadi buruk kalau Anda keras kepala terhadap ide atau opini Anda, tapi Anda tak punya kepercayaan yang kokoh, tak punya data yang cukup, tak punya argumentasi dan kehendak yang kuat. Juga buruk bila sudah ada bukti bahwa hal yang Anda pertahankan itu salah, tapi Anda tetap merasa itu benar.

Namun, keras kepala juga merupakan kebaikan bila Anda:

Percaya bahwa diri Anda memiliki keunikan tertentu. Percaya bahwa pilihan-pilihan yang Anda buat akan menentukan hidup Anda. Percaya bahwa semua kesulitan yang Anda alami akan memberi suatu pengetahuan bagi hidup Anda.

Mana pilihan jalan Anda?

Ikut arus atau menjadi mandiri? Ditolak atau dibutuhkan? Tindakan Anda menentukan jawabannya.

Selain itu, yang manapun yang Anda pilih, Anda nantinya dapat memperoleh pemahaman apakah Anda sedang mengikuti jalan yang sudah ada sebelumnya atau Anda sedang menemukan atau membuat jalan yang mungkin baru.

Merebut perhatian dan kepercayaan

Bila ditanya apa yang paling diperebutkan saat ini? Jawabannya adalah perhatian dan kepercayaan. Dalam suatu hubungan, dari sosial hingga bisnis, perhatian merupakan awal dan kepercayaan adalah segalanya.

Bagaimana cara agar Anda dipercaya? Banyak yang telah menulis tentang ini. Menurut saya yang terpenting adalah:

Rasa hormat. Menghormati orang lain tanpa melihat dari mana latarnya belakangnya merupakan keutamaan. Anda akan mendapatkan balasannya kelak.

Mendengarkan. Berikan perhatian sepenuhnya pada lawan bicara Anda dan tanyakan sejelas-jelasnya bila ada yang tidak Anda mengerti.

Menolong orang yang baru dalam suatu hal. Cobalah bantu orang yang baru belajar atau baru melakukan sesuatu meski Anda hanya dapat membantu sedikit.

Selalu ada yang baru di masa depan

Tidak ada yang tahu masa depan, kecuali Anda mungkin punya sixth sense. Karena itu, kita sebenarnya selalu memperoleh pengalaman baru setiap saat. Meski mungkin itu tak tampak karena kita melewatinya sebagai suatu aktivitas yang rutin.

Yang biasa kita persiapkan adalah membuat perencanaan, antisipasi, dan skenario.

Hidup tanpa guru

Terlalu berlebihan kiranya kalau ada yang mengatakan kita bisa hidup tanpa guru. Semua yang kita pelajari untuk menghadapi apa yang kita temui dalam hidup membutuhkan guru.

Guru bukan hanya orang. Guru bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti buku, film, sejarah, teladan perilaku dari orang tertentu, contoh praktik terbaik dari bidang tertentu, pengalaman, dan masih banyak yang lainnya.

Terbuka atau tertutup

Ada orang yang lebih menyukai keberadaannya ada di sekitar orang lain. Ada orang yang lebih menyukai kesendirian dan ketenangan. Ada orang yang merupakan campuran keduanya, senang berinteraksi secara sosial, namun juga menikmati waktu untuk sendirian.

Lalu, apakah orang yang suka berada di antara orang lain adalah tipe orang yang terbuka dan orang yang suka sendiri tipe orang yang tertutup?

Saya kira tak sepenuhnya seperti itu. Kita akan memiliki keterbatasan pendekatan bila menganggap orang mutlak masuk kategori tipe terbuka atau tertutup.

Pahami dan lihatlah hal tersebut lebih sebagai kecenderungan bagaimana seseorang menangkap dan mengolah informasi atau rangsang (stimuli) yang ada di luar dirinya. Juga bagaimana gaya komunikasi yang paling efektif dari orang tersebut.

Hidup yang bermakna

Apa yang membuat hidup Anda bermakna?

Apakah menjadi terkenal atau mencapai kesuksesan dalam bentuk materi atau memiliki karier yang hebat masuk dalam kategori Anda tentang hidup yang bermakna?

Apakah hidup yang penuh arti itu perkara bakat, misi hidup, tanggung jawab atau hal lainnya?

Menurut saya, tentu ini subyektif, hidup yang bermakna terjadi ketika kita membuat kontribusi yang positif kepada orang lain meskipun itu sedikit, kecil, atau sederhana.

Memperhatikan hasrat

Bila kita tak dapat memenuhi apa yang menjadi hasrat (atau keinginan) maka seringkali akan menimbulkan rasa "sakit". Kita bisa kecewa, sedih, bahkan marah. Secara sederhana, ini terjadi karena kita selalu menyamakan hasrat dengan kesenangan.

Bila kita terlalu berlebihan memperhatikan apa yang kita hasratkan, bisa jadi hati kita menjadi tidak damai. Tanpa sadar, kita akan mencoba terus-menerus memuaskan hasrat tersebut.

Kenali dan perhatikan suasana hati kita saat hasrat itu terjadi. Seperti apa perasaan yang menyertai hasrat itu? Apa sebab dan kapan perasaan itu muncul? Apa konteks yang membuat kita memiliki hasrat tersebut?

Belajarlah bersyukur.

Selain itu, belajarlah mengumpulkan data dan alternatif sudut pandang tentang diri kita dan apa yang kita hasratkan. Khususnya bila menurut kita, hasrat tersebut menuntun kita untuk mencapai yang terbaik dalam hidup berdasarkan kekuatan yang kita miliki.

Namun, cermatlah bahwa hasrat (atau keinginan) seringkali bukanlah hal yang benar-benar kita perlukan atau butuhkan. Ia hanya datang melintas begitu saja dalam diri kita.

Apa yang tidak kita pelajari di sekolah?

Secara sederhana, ada dua bentuk pendidikan yang umumnya kita alami dalam hidup. Pertama, pendidikan formal yang biasa kita kenal dengan sekolah. Kedua, pendidikan di luar sekolah, dalam kehidupan nyata.

Ada beberapa hal yang biasanya kita pelajari di sekolah seperti kemampuan membaca, menulis, dan berhitung; juga kemampuan berpikir logis dan melakukan analisis. Selain itu, bila kita terlibat dengan aktivitas organisasi-organisasi yang ada di sekolah tersebut, meski mungkin tak selalu optimal maka kita belajar bekerja dalam tim, berkomunikasi, mengelola relasi, dan membuat keputusan.

Lalu apa yang jarang atau bahkan tidak kita pelajari di sekolah?

- Menciptakan atau membuat humor.
- Selalu mengembangkan sikap dan kapasitas untuk berubah, beradaptasi, fleksibel.
- Belajar untuk sabar.
- Belajar bertanggung jawab atas kesalahan kita, tak menyalahkan orang lain/sekeliling kita.
- Membangun jejaring.
- Berpikir kritis.

Ada teman yang mengatakan kepada saya bahwa apa yang kita pelajari di sekolah menyumbang tak sampai 10% dalam kehidupan yang nyata. Kita perlu menyadari bahwa kehidupan nyata itu tidak terbagi-bagi dalam semester atau tahun ajaran. Ujian, hambatan, dan kejutan akan selalu kita alami.

Setengah cerita

Rasanya tak mungkin orang yang duduk berjam-jam mengetik kata-kata menggunakan laptop akan menghasilkan tulisan yang bagus atau inspiratif.

Seringkali cerita tentang sesuatu yang kemudian kita lihat berhasil hanya kita terima sebagian saja. Kita hanya mendapat setengah cerita.

Setengah cerita lain seperti kesabaran, pengorbanan, kehilangan, konflik dengan orang dekat, upaya untuk istirahat atau mengambil jarak, atau kegagalan yang berulang-ulang mungkin tak pernah kita dengar.

Aksesibilitas (accessibility)

Menurut Web Accessibility Initiative (WAI), definisi aksesibilitas (accessibility) adalah:

"Web accessibility means that people with disabilities can use the Web. More specifically, Web accessibility means that people with disabilities can perceive, understand, navigate, and interact with the Web, and that they can contribute to the Web. Web accessibility also benefits others, including older people with changing abilities due to aging."

Definisi lain tentang aksesibilitas (accessibility) dari Wikipedia adalah:

"Web accessibility refers to the inclusive practice of removing barriers that prevent interaction with, or access to websites, by people with disabilities. When sites are correctly designed, developed and edited, all users have equal access to information and functionality."

Anne Gibson dalam artikelnya, Reframing Accessibility for the Web, tidak setuju dengan definisi aksesibilitas (accessibility) di atas yang seolah menempatkan konsep aksesbilitas hanya diperuntukkan terhadap orang yang memiliki disabilitas.

Menurut Anne, ketika kita memperlakukan semua pengguna kita sebagai manusia seutuhnya, terlepas dari seperti apa kemampuan mereka, maka kita dapat mendekati aksesibilitas sebagai tantangan teknis sebagaimana tantangan teknis lainnya yang penting untuk dapat dipecahkan.

Ada empat prinsip utama dari aksesibilitas (accessibility) guna memahami bagaimana orang mengakses dan menggunakan konten web, yaitu:

1. Dapat Dikenali (Perceivable).

Informasi dan komponen-komponen antarmuka pengguna harus dapat disajikan kepada pengguna melalui cara yang dapat mereka kenali/lihat. Ini berarti bahwa pengguna harus dapat mengenali/melihat informasi yang disajikan (tidak boleh tersembunyi/tidak boleh tidak dapat dikenali oleh semua indra pengguna).

2. Dapat dioperasikan (Operable).

Komponen-komponen antarmuka pengguna dan navigasi harus dapat dioperasikan. Ini berarti bahwa pengguna harus dapat mengoperasikan antarmuka (antarmuka tidak memerlukan interaksi yang tidak dapat dilakukan oleh pengguna).

3. Dapat dimengerti (Understandable).

Informasi dan pengoperasian dari antarmuka pengguna haruslah dapat dimengerti. Ini berarti bahwa pengguna harus dapat memahami informasi sekaligus dapat mengoperasikan antarmuka pengguna (konten atau pengoperasian tidak boleh di luar pemahaman pengguna).

4. Kuat/Kokoh (Robust).

Konten harus cukup kuat/cukup komoh sehingga dapat diinterpretasikan dengan secara reliabel oleh beragam kelompok pengguna, termasuk teknologi bantu. Ini berarti bahwa pengguna harus dapat mengakses konten seiring kemajuan teknologi (karena teknologi dan kelompok pengguna berevolusi, konten haruslah tetap dapat diakses).

Laura Kalbag menyatakan bahwa untuk memahami aksesibilitas (accessibility) berarti di satu sisi, jenis-jenis konten dan interaksi Anda dengan web dan konten akan menentukan adanya sejumlah kendala/batasan. Di sisi lain, apa yang menjadi kebutuhan dan tujuan dari para pengguna web dan konten akan menentukan sejumlah kendala/batasan yang lain. Secara umum, desain web sebagai praktik adalah menemukan keseimbangan antara dua sisi kendala/batasan tersebut.

Aksesibilitas (accessibility) seharusnya mengenai semua manusia, bukan hanya tentang manusia yang memiliki disabilitas.

Pahlawan super (superhero)

Siapa yang tak suka pada cerita pahlawan super (superhero)? Atau mungkin yang lebih umum: siapa yang tak tertarik pada kisah orang yang punya karunia, kemampuan, atau karakter tertentu lalu bertindak memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan?

Saya kira kita semua punya cerita tentang siapa pahlawan super yang kita sukai.

Dalam artikel di Kompas, 9 Juli 2017, Rubrik Hiburan, yang berjudul, “Superheroes Decoded”, Mereka Lahir dari Rasa Takut, ada kutipan pernyataan Neil de Grasse Tyson, seorang astrofisikawan Amerika, yakni, "Saya tidak tahu siapa pun yang tidak ingin punya sedikit saja kemampuan super untuk melakukan hal baik untuk dunia."

Dalam artikel itu juga disampaikan, meski media dan evolusi penampilan bisa berbeda-beda, cerita pahlawan super bukan datang dari imajinasi yang asing, tetapi dari kehidupan nyata yang dialami manusia sehari-hari.

Goenawan Mohamad dalam salah satu esai Catatan Pinggir: Batman, menulis bahwa cerita pahlawan super itu adalah cerita yang, "... tiap kali ia dilahirkan kembali sebagai sebuah jawaban baru terhadap tantangan baru."
Dalam artikel tersebut juga disampaikan, meski media dan evolusi penampilan cerita pahlawan super bisa berbeda-beda, cerita itu bukan datang dari imajinasi yang asing, tetapi dari kehidupan nyata yang dialami manusia sehari-hari.

Menurut Jake Kraska, dalam tulisannya, The psychology of comic books: Why we worship superheroes, cerita para pahlawan super menunjukkan atau memperlihatkan contoh-contoh perilaku prososial, kepemimpinan, dan berbagai sifat-sifat positif lainnya.

Bila kita membuat refleksi apa yang ada di balik cerita pahlawan super mungkin kita akan menemukan perjuangan diri kita sendiri dalam hidup. Kisah tentang bagaimana kita menghadapi kesulitan-kesulitan, mencari makna dari kesalahan atau peristiwa buruk yang dialami, dan berusaha menemukan kekuatan diri kita lalu menggunakannya untuk hal-hal baik.

Masalahnya bukan kesalahan manusia, tapi pada desain yang buruk

Bila terjadi bencana atau kecelakaan di industri transportasi (misal mobil, pesawat, kereta api), reaktor nuklir, hingga industri dan praktik medis, maka yang umumnya dianggap menjadi penyebab adalah kesalahan manusia atau lebih sering dikenal dengan istilah human error.

Don Norman dalam artikelnya, Human Error? No, Bad Design, menulis:

“When there are serious accidents, the first reaction is often to claim "human error." That is why the problems persist: we do not remedy the underlying causes. We won't solve these problems until we recognize that bad design of equipment and procedures is most often the culprit. Does human error cause accidents? Yes, but we need to know what caused the error: in the majority of instances human error is the result of inappropriate design of equipment or procedures.”

Don Norman mengingatkan bahwa masalah yang perlu dilihat lebih dalam bukanlah tentang kesalahan manusia, tapi apa yang menyebabkan kesalahan itu sampai terjadi. Menurutnya, itu terjadi karena kesalahan ketika merancang atau mendesain alat, perangkat, atau prosedur.

Manusia punya kelemahan bila harus melakukan suatu tindakan yang berulang terus-menerus serta membutuhkan konsentrasi penuh dan ketelitian tinggi. Kelemahan itu bisa berupa terbatasnya memori dan perhatian, juga keterbatasan pada strategi dan pelaksanaan pembuatan keputusan.

Lalu bagaimana mengurangi atau menghilangkan potensi terjadinya kesalahan manusia (human error) ini? Kuncinya ada pada desain. Semua teknologi, alat, dan prosedur harus didesain dengan pendekatan yang berpusat terhadap orang (a people-centered design).

Desain yang berpusat terhadap orang menurut Don Norman dimulai dengan menginventarisasi apa saja tugas-tugas yang dilakukan, membangun dan mengembangkan rancangan alat-alat dan prosedur berdasar kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki manusia, lalu membangun teknologi yang menutup apa yang menjadi kelemahan-kelemahan manusia.

Refleksi diri

Beri diri Anda waktu sejenak untuk merenungkan hari-hari atau minggu yang telah Anda lewati. Beri diri Anda waktu untuk melakukan refleksi diri.

Refleksi diri berarti Anda meluangkan waktu untuk memahami pengalaman Anda, juga memahami apa yang Anda pikir atau rasakan. Lalu dari itu semua, Anda menarik pelajaran yang nantinya dapat membantu Anda menjadi orang yang lebih baik di masa depan.

Refleksi diri dapat membuat Anda memiliki suatu perspektif baru. Ketika Anda mengambil jarak, Anda dapat melihat banyak hal di sekeliling Anda yang mungkin sebelumnya tak tampak.

Selain itu, refleksi diri membantu Anda belajar dari kesalahan-kesalahan. Anda dapat belajar mengenali penyebab kesalahan Anda dan membuat rencana untuk mencegahnya terjadi lagi di masa depan.

Belajar sendiri atau belajar di dalam kelompok

Mana yang lebih baik, belajar sendiri atau belajar di dalam kelompok?

Berikut beberapa hal terkait dua gaya belajar itu:

Belajar dalam kelompok.
  • Ada pertukaran ide dan pengetahuan.
  • Ada upaya mengembangkan dan kemudian berbagi trik dan tip tertentu.
  • Seorang yang terbiasa berbagi dan mengajar orang lain lebih bersemangat juga memperkuat pengetahuannya.
  • Ada di dalam kelompok biasanya memberi motivasi agar individu belajar lebih keras karena khawatir menghambat perkembangan kelompok.

Belajar sendiri.
  • Ada kebebasan memilih materi belajar dan menentukan ke mana fokus belajar diarahkan.
  • Ada upaya internalisasi informasi dengan cara yang khas individu itu sendiri.
  • Kecepatan dalam proses belajar dapat diatur sendiri.
  • Dapat lebih fokus dan konsentrasi karena tak mengalami gangguan yang umum terjadi bila ada dalam kelompok (misal: percakapan, saling bercanda, atau debat antaranggota kelompok).

Saya kira kedua gaya belajar sama pentingnya karena keseimbangan selalu diperlukan.

Pemberi pengaruh (influencer)

Pemberi pengaruh (influencer) adalah orang yang bila ia bertindak dan mengatakan atau berpendapat mengenai sesuatu maka orang lain akan melihat dan mendengarkan. Bahkan pemberi pengaruh yang sesungguhnya bukan hanya dapat membuat orang memperhatikannya, namun dapat menggerakkan orang untuk melakukan tindakan tertentu.

Di internet, para pemberi pengaruh ini umumnya aktif membuat konten melalui blog dan aktif di media sosial. Di dunia marketing, mereka adalah orang-orang yang memberi rekomendasi, melakukan advokasi terhadap merek tertentu, juga menjadi promotor terhadap ceruk (niche) tertentu.

Ada beberapa jenis pemberi pengaruh menurut infografik dari Traackr, yaitu: The Celebrity, The Authority, The Connector, The Personal Brand, The Analyst, The Activist, The Expert, The Insider, The Disruptor, dan The Journalist.

Apa yang membuat seseorang dapat masuk kategori pemberi pengaruh yang menonjol dan penting?

Menurut saya ada dua hal. Pertama, otoritatif (authority) dan kedua adalah mudah disukai (likeability).

Otoritatif (authority) artinya ia harus mengerti, memahami, dan memiliki pengetahuan atau keahlian mengenai hal tertentu sehingga apa yang ia sampaikan membuat orang percaya.

Disukai (likeability) artinya ia disenangi karena memiliki kualitas tertentu, di antaranya adalah otentik, mau mendengar, memiliki dan bersedia berbagi konten yang bermanfaat, dan membuka ruang untuk berdiskusi.

Generasi Z (Generation Z)

Generasi Z atau biasa disebut dengan Gen Z adalah generasi yang lahir setelah tahun 1995.

Mark McCrindle, seorang peneliti sosial yang aktif melakukan pengamatan dan penelitian mengenai Gen Z menyatakan bahwa generasi ini... most connected, educated and sophisticated generation in history”. Generasi ini bukan hanya merepresentasikan masa depan, namun mereka turut menciptakannya.

Deep Patel dalam blognya menampilkan sebuah post yang berisi infografik mengenai Gen Z. Di sana ada informasi tentang bagaimana generasi ini terlibat secara efektif dengan dunia sekitarnya. Ada enam poin yang disebutkan, yaitu:

Menyerap, memperhatikan, atau mengekspresikan segala hal secara visual (Visual); Mencoba dan melihat (Try and see); Berperan sebagai fasilitator (Facilitator); Memperhatikan proses (Process [how]), Berpusat pada belajar (Learner Centric), Membuka diri terhadap beragam sumber informasi (Open book world).

Menurut Deep Patel dalam artikelnya di Forbes, Gen Z adalah generasi pertama yang lahir pada masa internet dan teknologi mobile telah menjadi bagian hidup keseharian mereka. Mereka sangat fasih menggunakan teknologi dan sangat sadar betapa bernilainya perhatian (attention) yang mereka miliki.

Gen Z menginginkan semua sumber daya yang memberi mereka informasi, pengetahuan, tutorial, atau hiburan benar-benar memberi apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Jika Anda coba-coba memberi sesuatu yang mereka anggap sebagai halangan (misal: iklan), mereka tak akan capek-capek mengeluh. Mereka akan pergi dari Anda dan mencari sumber daya lainnya.

Menulis di web

Menulis di web yang efektif umumnya mempertimbangkan bagaimana konten yang disampaikan memenuhi dua hal. Pertama, dapat mengenalkan atau mempromosikan diri Anda atau bisnis Anda. Kedua, dapat memberi informasi untuk menjawab kebutuhan pembaca.

Ini membuat konten yang disajikan haruslah terdengar natural, memiliki cerita yang dapat membangkitkan emosi atau mempengaruhi perilaku, dituturkan secara mengalir, dan ada sisipan seruan eksplisit untuk melakukan tindakan tertentu.

Steven Pressfield memiliki pernyataan yang menarik, yaitu menulis atau membaca adalah transaksi. Para pembaca memberikan sesuatu dari diri mereka. Pembaca menyumbangkan waktu dan perhatiannya yang merupakan komoditas sangat berharga. Sebagai gantinya, Anda sebagai penulis harus memberi sesuatu yang bernilai kepada para pembaca atas apa yang mereka berikan kepada Anda. 

Mengukur hidup

Bagaimana cara Anda mengukur hidup Anda? Dari keberhasilan atau dari kegagalan yang Anda peroleh? Atau dari berapa banyak barang yang dapat kita beli?

Menurut saya ada dua hal untuk mengukur hidup.

Pertama, kontribusi. Ini berkaitan dengan hal-hal di luar diri kita. Apakah kita sudah memberi manfaat sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya kepada orang lain? Apakah ada karya atau kerja kita yang memberi dampak positif bagi orang lain?

Kedua, rasa syukur. Ini berhubungan dengan apa yang dalam diri kita. Apakah kita bersyukur pada apa yang telah kita dapat dan kita capai? Apakah kita bersyukur atas apa yang telah kita alami?

Keterbacaan (readability)

Orang yang membaca di internet berbeda dengan membaca tulisan yang tercetak seperti suratkabar atau buku. Orang tak membaca kata demi kata, baris-perbaris, tapi yang dilakukan adalah orang memindai (scanning). Orang membaca dengan cara memilih informasi yang menarik atau penting saja bagi mereka.

Karena itu, menulis di internet juga harus berbeda. Sejumlah saran yang saya dari pelajari dari beberapa sumber untuk meningkatkan keterbacaan (readability) saat membaca di internet, yaitu:

Kalimat-kalimat pendek dan padat. Dalam sebuah kalimat, jangan membahas topik secara melebar dan jangan terlalu banyak detail.

Bagi teks dalam beberapa paragraf. Belajarlah menulis paragraf yang terdiri dari beberapa kalimat saja, bahkan mungkin hanya satu kalimat saja.

Gunakan subjudul. Bagilah tulisan dalam beberapa bagian-bagian yang diawali dengan subjudul.

Panjang baris. Lebar kolom untuk tubuh teks sebaiknya memuat jumlah kata-kata antara 12 sampai 16 kata saja.

Gunakan daftar untuk rincian. Untuk rincian informasi tertentu, pakai gaya penulisan dengan daftar yang teratur, seperti menggunakan angka dan huruf (ordered list) atau bullet points.

Gunakan penanda informasi. Untuk kata atau kalimat tertentu yang dianggap penting atau perlu diperhatikan, pakailah tanda cetak tebal (bold) atau cetak miring (italic).

Tambahkan tautan (link) yang berhubungan dan memperjelas informasi. Tautan ini ada dua bentuk, yaitu tautan internal (internal link) dan tautan eksternal (eksternal link). Tautan internal berkaitan dengan informasi di halaman lain yang ada dalam situs itu sendiri. Tautan eksternal berkaitan dengan informasi yang diperoleh dari luar situs/situs lain.

Sumber:

The Art of Scannable Content: How to Write for Today's Online Readers.

The Step-by-Step Guide to Creating Scannable Content.

How to Write Scannable Content: A 6-Step Approach.

8 Incredibly Simple Ways to Get More People to Read Your Content.

How Users Read on the Web

Alasan untuk bahagia

Kalau kita mencari alasan untuk bahagia, kita mungkin akan memperolehnya.

Ada konsep yang disebut perhatian yang selektif. Perhatian yang selektif adalah tindakan memusatkan perhatian pada sesuatu yang khusus, yang pada saat bersamaan, juga mengabaikan informasi yang tidak relevan.

Ketika kita ditanya, apakah kita pernah melihat mobil berwarna merah, kita mungkin menjawabnya tidak pernah atau jarang. Tapi ketika kita diminta memusatkan perhatian dan meniatkan diri untuk melihat mobil berwarna merah, maka kita akan sering menemukan dan melihatnya di sekitar kita.

Ketika kita ingin mencari alasan untuk menjadi hal tertentu apakah itu baik maupun buruk, kita hampir pasti dapat menemukannya.

Mulailah dari niat atau motif kita pertama kali, maka seluruh perhatian dan kemudian hasil akan mengikuti. Bila kita berpikir buruk, maka mungkin kita mendapatkan hal buruk. Bila kita berpikir kita selalu bahagia, maka kita akan mendapatkan rasa bahagia itu.

Mulai dari inspirasi

Pengalaman hidup Anda adalah sumber inspirasi. Begitu juga benda, orang, dan kejadian-kejadian di sekeliling hidup Anda adalah sumber inspirasi.

Namun, masalahnya seringkali bukan tentang inspirasi karena sumber inspirasi berlimpah. Permasalahan sebenarnya ada pada pembuatan keputusan, inisiatif, kemauan mencoba, dan tentu komitmen.

Menyerah

Apa yang membuat Anda menyerah?

Apakah karena Anda merasa tidak memiliki kontrol terhadap semua hal? Apakah karena situasi dan orang-orang sepertinya selalu membuat Anda terpojok?

Apakah karena tidak ada orang yang mendukung Anda? Apakah karena tidak ada orang yang mau menerima perubahan yang Anda usulkan?

Apakah karena Anda ragu atau takut karena pernah mengalami hal yang buruk?

Franklin D. Roosevelt mengatakan:

"The only thing we have to fear is fear itself."

Lebih baik berhenti membuat alasan. Teruslah mencoba. Lanjutkan lagi mimpi-mimpi Anda.

Jangan membuat saya bingung atau tidak jelas

Pernah membaca buku Don’t Make Me Think karya Steve Krug? Buku ini adalah salah satu buku terbaik yang membahas tentang desain dan kebergunaan (usability).

Isi buku ini adalah panduan bagaimana memberikan pengalaman pengguna (user experience) dengan cara yang sederhana dan mudah diakses.

Kita coba gunakan desain website sebagai contoh. Desain website seharusnya memudahkan untuk dipahami penggunanya.

Ketika mengunjungi dan menggunakan sebuah website, pengguna ingin tahu apa yang harus mereka lakukan dan kemudian melakukannya. Hindari membuat pengguna website kita berpikir. Semakin kita membuat pengguna berpikir, semakin besar kemungkinan pengguna akan mencari informasi ke tempat lain.