Ketika hidup Anda dalam keadaan darurat, mengalami krisis, atau semua terjadi di luar kendali, apa yang Anda lakukan?
Lawrence Robinson dan Melinda Smith menyatakan Anda perlu membangun resiliansi atau daya tahan, yakni kemampuan untuk mengatasi kehilangan, perubahan, dan trauma yang merupakan bagian hidup yang tak terelakkan.
Bagaimana cara untuk membangun membangun resiliansi atau daya tahan tersebut? Berikut beberapa saran dari mereka:
Pertama. Latih penerimaan. Jangan menyangkal atau menolak kalau Anda sedang mengalami masalah. Penyangkalan terus-menerus akan menghalangi Anda beradaptasi dengan keadaan baru, menghentikan Anda mencari solusi atau mengambil tindakan, dan menghambat proses penyembuhan.
Kedua. Berinvestasilah dalam perawatan diri. Menjalani masa-masa sulit dapat menyebabkan kelelahan emosional, fisik, dan mental. Untuk itu, latih dan rawat tubuh Anda. Berolahragalah secara teratur. Aturlah asupan dan pola makan Anda; hindari minuman/makanan yang dapat berdampak buruk pada otak dan suasana hati, menguras energi, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Latihlah teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi guna mengembalikan keseimbangan sistem saraf. Tingkatkan kualitas tidur Anda, misalnya dengan meluangkan waktu untuk bersantai sebelum tidur agar dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak di malam hari.
Margie Warrell menyatakan kalau Anda sudah pernah mengalami masalah sebelumnya dan telah berhasil mengatasinya, Anda pasti dapat melakukannya lagi. Jangan remehkan daya tahan yang ada di dalam diri Anda.
Selain itu, Anda perlu meyakini bila diri Anda lebih besar daripada masalah Anda. Hindari memberi label kepada diri sendiri sebagai korban. Anda yang menentukan siapa diri Anda melalui bagaimana Anda menghadapi dan melewati masalah.